Home Kabar Kampus Kegiatan Kolaboratif Prodi Etnomusikologi USU Melibatkan UNIMED dan UNP
Kabar Kampus

Kegiatan Kolaboratif Prodi Etnomusikologi USU Melibatkan UNIMED dan UNP

Share

Reporter: Rizqi Putra Permono, Nikolas Supriyanto, Muhammad Shalihul Amri 

Suara USU, Medan. Sebagai upaya memperkuat apresiasi terhadap musik tradisi sekaligus mendorong inovasi dalam penciptaan karya baru, tiga program studi seni, yakni Sendratasik Universitas Negeri Padang, Sendratasik Universitas Negeri Medan, dan Etnomusikologi Universitas Sumatera Utara berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan Pagelaran Musik & Tari . Kegiatan ini mencakup dari seminar, workshop, dan pagelaran musik yang berlangsung pada Kamis, (22/5) yang bertempat di Fakultas Ilmu Budaya USU.

Saat ditemui, Kaprodi Etnomusikologi FIB USU, Rithaony sebagai penyelenggara mengatakan bahwa acara ini diadakan sebagai bentuk silaturahmi tiga universitas yang memiliki kesamaan prodi yang berbasis pada seni “Program ini adalah upaya kerjasama yang dilakukan oleh program studi seni. Awalnya kegiatan ini digagas oleh alumni Etnomusikologi USU yang banyak menjadi pengajar di UNP. Mereka punya program rutin untuk membawa mahasiswa untuk uji karya dan mencari pengalaman, kali ini memilih USU”. Ungkapnya.

Tiga rangkaian acara yang dilakukan hari ini dijelaskan sebagai bentuk perwujudan dari pembelajaran yang dilakukan dalam prodi seni dimana ada teori yang diwujudkan lewat seminar kemudian praktek yang diwujudkan dalam Workshop dan Pagelaran. “Kegiatan ini memang baru diwujudkan untuk pertama kalinya, tapi lewat MoU yang disepakati bersama tadi, program ini akan berlanjut menjadi sebuah kegiatan rutin dan tuan rumahnya akan berganti,” tutupnya.

Seminar yang menjadi pembuka rangkaian kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Ayuthia Mayang Sari, M.Sn., Dra. .Rithaony Hutajulu, MA., dan Dr. Pulumun P. Ginting, S.Sn., M.Sn.

Ketiganya membahas pertemuan antara nilai-nilai estetika dalam musik tradisi dengan musik modern dan cara menghadapi tantangan etika dalam penciptaan musik perpaduan keduanya.

Dalam pemaparan materinya, Dr. Pulumun menjelaskan bagaimana estetika dan etika dalam seni harus berjalan beriringan dan inovasi diperlukan untuk menentukan nilai yang dipandang dari suatu seni pertunjukan

Pemateri berikutnya, Ayuthia menjelaskan materi yang mengambil isu penting. “75% anak muda kurang mengenal musik tradisional Isu ini yang menjadi penting karena anak muda menganggap tidak dengan zaman kini”. Ia juga menambahkan inovasi-inovasi baru dapat membantu pelestarian musik tradisional. “Saat ini sedang ramai penggabungan musik tradisional dengan musik modern dimana gaya dan alat musiknya digabungkan dan dipadukan. Perpaduan musik tradisional dan modern ini bukan merusak nilai-nilai tradisional namun upaya untuk menjaga dan melestarikan agar menarik minat anak muda mendengar musik tradisional walaupun tidak secara langsung”.

Perlunya riset sebelum memadukan musik tradisional dan musik modern sangat penting untuk menjaga sejarah, makna dan nilai dari musik tradisional itu sendiri.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lima sesi workshop yang dirancang untuk memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap kekayaan budaya musik nusantara. Empat di antaranya ditujukan khusus bagi mahasiswa Universitas Negeri Padang, yakni: Workshop Musik Gamelan Jawa bersama Josua Kristopel Samosir, S.Sn.; Musik & Tari Nias oleh Hubari Gulo, S.Sn., M.Sn.; Musik & Vokal Simalungun bersama Sapna Sitepu, S.Pd., M.Sn. dan Hiskia Anry Purba, S.Sn.; serta Musik Mandailing yang dipandu oleh Drs. M. Bakhsan Parinduri. Sementara itu, satu workshop lainnya, Musik & Tari Minang, ditujukan untuk mahasiswa Universitas Sumatera Utara dan Universitas Negeri Medan, dibimbing oleh Robby Ferdian, S.Sn., M.Sn. dan Venny Rosalia, S.Sn., M.Sn.

Puncak rangkaian acara diisi dengan pagelaran yang menampilkan berbagai macam penampilan dari tiga kampus yakni Prodi Etnomusikologi USU, Prodi Pendidikan Sendratasik UNIMED dan Prodi Pendidikan Sendratasik UNP. Beberapa penampilan seperi Puisi, penampilan dari mahasiswa Sendratasik UNIMED, Penampilan Tari dan Musik Tradisional Sumatera Utara yang dilakukan secara Medley, dan penampilan dari Sendratasik UNP yang menampilkan grup musik tradisional. Acara pagelaran ini ditutup dengan tari bersama sebagai wujud bentuk silaturahmi dan keterikatan satu sama lain.

Saat ditemui, Johan Sitanggang, Ketua Ikatan Mahasiswa Etnomusikologi (IME FIB USU), menjelaskan bahwa sebagai tuan rumah, panitia kegiatan ini adalah hasil kolaborasi antara IME sebagai HMJ dengan Prodi Etnomusikologi. “Pagelaran musik ini memang baru digelar tahun ini dan kebetulan Etnomusikologi diberi kesempatan menjadi tuan rumah, kedepannya kegiatan ini akan dilakukan dan mungkin UNP akan menjadi tuan rumahnya”.

Salah satu pengajar UNP, Rio Mak Adang menyambut hangat rencana untuk melanjutkan kegiatan ini. “Saya tadi sudah berbicara dengan Kak Rithaony, tahun depan akan diadakan di Padang, semoga dapat terealisasi”. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekedar pertunjukan semata. “Kegiatan ini adalah upaya untuk menyatukan visi diantara prodi seni sehingga dapat mengungguli kampus kampus di Jawa dalam bidang kebudayaan, kami juga berharap mahasiswa kami di UNP memiliki kesempatan untuk berkenalan dengan sesama mahasiswa seni lainnya dikampus lain”.

 

Redaktur: Indira Rivany

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.