Home Opini Kembalinya Earphone Kabel di Era Perangkat Nirkabel
Opini

Kembalinya Earphone Kabel di Era Perangkat Nirkabel

Share

Oleh: Ghefira Mannawa Salwa

Suara USU, Medan. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi audio, tren penggunaan earphone kabel kembali mencuri perhatian pada 2026. Setelah beberapa tahun perangkat audio nirkabel seperti True Wireless Stereo (TWS) mendominasi pasar, sebagian generasi muda justru kembali menggunakan earphone kabel. Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat perangkat lama kehilangan relevansinya. Pilihan terhadap suatu teknologi kini semakin dipengaruhi oleh kebutuhan, kenyamanan, estetika, hingga kesadaran terhadap keberlanjutan lingkungan.

Kembalinya earphone kabel juga memperlihatkan perubahan cara generasi muda memandang teknologi. Selama ini, kemajuan teknologi sering diidentikkan dengan penggunaan perangkat yang lebih baru dan lebih canggih. Namun, tren ini menunjukkan bahwa sebagian pengguna mulai memilih teknologi berdasarkan fungsinya dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, bukan semata-mata karena kebaruannya.

Salah satu alasan yang membuat earphone kabel kembali diminati ialah kemudahan penggunaannya. Perangkat ini dapat langsung digunakan tanpa perlu diisi daya maupun dihubungkan melalui Bluetooth. Sebaliknya, TWS menawarkan mobilitas yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki keterbatasan, seperti daya baterai yang terbatas, risiko mudah tertinggal atau hilang karena ukurannya yang kecil, serta harga yang relatif lebih tinggi. Kondisi tersebut membuat sebagian pengguna mulai mempertimbangkan kembali perangkat yang lebih sederhana.

Selain kepraktisan, kualitas audio juga menjadi pertimbangan. Sebagian pengguna menilai earphone kabel mampu menghasilkan suara yang lebih stabil dengan latensi rendah sehingga lebih nyaman digunakan saat mendengarkan musik, menonton video, maupun bermain gim. Penilaian tersebut memang bersifat subjektif, tetapi menunjukkan bahwa pengalaman menggunakan teknologi sering kali lebih menentukan daripada sekadar mengikuti tren.

Di sisi lain, pembahasan mengenai keamanan penggunaan TWS dan earphone kabel juga masih sering muncul. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa risiko gangguan pendengaran lebih dipengaruhi oleh tingkat volume suara dan lamanya penggunaan dibandingkan jenis perangkat audio yang digunakan. Dengan demikian, baik TWS maupun earphone kabel tetap berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran apabila digunakan dengan volume tinggi dalam waktu yang lama. Hal ini menunjukkan bahwa kebiasaan penggunaan menjadi faktor yang lebih penting daripada jenis perangkat yang dipilih.

Selain itu, risiko iritasi pada telinga juga menjadi pertimbangan. Beberapa model earphone kabel tidak selalu menutup rapat saluran telinga sehingga kelembapan di dalam telinga cenderung lebih terjaga. Sebaliknya, penggunaan TWS dalam waktu lama tanpa dibersihkan dapat meningkatkan kelembapan yang berpotensi memicu iritasi atau pertumbuhan mikroorganisme.

Aspek lain yang tidak kalah penting adalah keberlanjutan lingkungan. Earphone kabel tidak menggunakan baterai lithium-ion sehingga tidak menghasilkan limbah baterai ketika masa pakainya berakhir. Selain itu, desainnya yang lebih sederhana membuat perangkat ini cenderung memiliki masa pakai lebih panjang dibandingkan perangkat nirkabel yang memiliki komponen lebih kompleks. Meskipun bukan satu-satunya solusi dalam mengurangi limbah elektronik, memilih perangkat yang lebih awet dapat menjadi salah satu bentuk konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

Fenomena ini menunjukkan bahwa preferensi terhadap teknologi tidak lagi ditentukan semata-mata oleh banyaknya fitur yang ditawarkan. Di tengah beragam pilihan perangkat audio, sebagian pengguna mulai mempertimbangkan aspek yang lebih dekat dengan kebutuhan sehari-hari, seperti kemudahan penggunaan, kenyamanan, biaya, dan daya tahan perangkat. Hal tersebut menunjukkan bahwa setiap teknologi memiliki keunggulan yang dapat menjawab kebutuhan pengguna yang berbeda-beda.

Bagi sebagian generasi muda, earphone kabel juga menjadi bagian dari preferensi gaya hidup. Estetika yang terinspirasi era 2000-an membuat perangkat ini kembali menarik perhatian, sementara TWS tetap menjadi pilihan bagi mereka yang mengutamakan mobilitas dan kemudahan tanpa kabel. Pada akhirnya, kembalinya tren earphone kabel bukan menunjukkan bahwa perangkat tersebut lebih unggul dibandingkan TWS, melainkan memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk menentukan perangkat yang paling sesuai dengan kebutuhan, kenyamanan, dan preferensi masing-masing.

Redaktur: Debora Gracia Nauli

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.