Home Sastra Ketika Hutan Hilang, Negeri Menagih Janji
Sastra

Ketika Hutan Hilang, Negeri Menagih Janji

Share

Oleh: Syafira Sari

Awan hitam turun perlahan,

Sungai meluap tak kenal belas.

Tuan potong hutan demi jabatan,

Kini banjir datang tanpa kompas.

Sumatera berduka tiap hujan deras,

Sawah tenggelam, kampung terbelah.

Tuan berbisik “nasib memang keras”,

Padahal tebang liar yang buat kalah.

Di televisi tuan berseri,

Janji manis manambah ngeri.

“Ini bukan salah kami”, katanya lagi,

Padahal alam menagih janji.

Jika negeri kini penuh derita,

Bencana datang silih berganti.

Ingatlah, hutan bukan sekedar cerita

Ia tumbang oleh serakah yang diam-diam pasti.

Redaktur: Nurur Rahmah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.