Oleh: Syafira Sari
Awan hitam turun perlahan,
Sungai meluap tak kenal belas.
Tuan potong hutan demi jabatan,
Kini banjir datang tanpa kompas.
Sumatera berduka tiap hujan deras,
Sawah tenggelam, kampung terbelah.
Tuan berbisik “nasib memang keras”,
Padahal tebang liar yang buat kalah.
Di televisi tuan berseri,
Janji manis manambah ngeri.
“Ini bukan salah kami”, katanya lagi,
Padahal alam menagih janji.
Jika negeri kini penuh derita,
Bencana datang silih berganti.
Ingatlah, hutan bukan sekedar cerita
Ia tumbang oleh serakah yang diam-diam pasti.
Redaktur: Nurur Rahmah
Leave a comment