SUARA USU
Kuliner

Keunikan Kacang Sihobuk, Hasil Sangrai dengan Pasir dan Api Kayu Bakar

Reporter: Deva Junita Graciela Simanjuntak

Suara USU, Medan. Kacang Sihobuk adalah cemilan khas Batak yang berasal dari Desa Sihobuk, Tarutung, Tapanuli Utara. Nama “Sihobuk” diambil dari desa tersebut dan dijadikan merek dagang. Kacang ini memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan desa Sihobuk yang pernah mengalami bencana longsor pada tahun 1982 dan menelan belasan korban jiwa. Untuk mengenang bencana ini, warga setempat mulai memasak kacang yang kemudian dinamai Kacang Sihobuk.

Kacang ini telah menjadi oleh-oleh populer dari Tapanuli Utara dan dapat ditemui dengan mudah sepanjang perjalanan darat menuju Danau Toba, terutama di wilayah Tarutung. Proses pembuatan Kacang Sihobuk cukup unik. Kacang direndam selama 3-5 jam, kemudian dikeringkan dengan cara dijemur. Kacang kemudian digongseng dengan pasir dalam belanga menggunakan api kayu bakar hingga matang. Proses sangrai ini dilakukan dengan kacang yang masih berkulit, dengan pengadukan pasir secara manual untuk menciptakan tekstur dan rasa yang khas.

Kacang Sihobuk dikenal dengan ukuran yang besar dan tekstur empuk, membuatnya sangat cocok sebagai camilan. Salah satu ciri khasnya adalah sedikit pasir yang masih melekat pada kulit kacang setelah proses sangrai. Kemasannya yang seragam, berwarna merah dan putih, menambah daya tariknya sebagai oleh-oleh yang terjangkau, dengan harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 20.000 untuk kemasan plastik, dan Rp 150.000 hingga Rp 250.000 untuk kemasan kaleng

Popularitas Kacang Sihobuk tidak hanya terbatas di Sumatera Utara tetapi juga merambah ke kota-kota besar lainnya di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Bahkan, banyak perantau asal Tarutung yang membawa Kacang Sihobuk sebagai oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman mereka di perantauan.

Rasa garing, lezat, dan sangat gurih dari Kacang Sihobuk menjadikannya camilan yang sempurna untuk bersantai di rumah, acara keluarga, arisan, atau acara lainnya. Dengan banyaknya toko yang menjualnya sepanjang perjalanan dari Sipoholon hingga Tarutung, membeli Kacang Sihobuk sangatlah mudah.

Khususnya di kalangan masyarakat Batak di perantauan, Kacang Sihobuk sering dinikmati sebagai bagian dari pesta-pesta adat, menambah kesan nostalgia dan mengobati rasa rindu akan kampung halaman. Pada acara seperti arisan, ulang tahun, atau perkumpulan keluarga, Kacang Sihobuk menjadi tambahan yang sempurna untuk hidangan lainnya.

Redaktur: Feby Simarmata

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Ice Cream Perpus Favorite Satu Kampus

redaksi

Kuliner Legendaris dari Medan, Wajib Cobain

redaksi

Donat Kentang Syifa, Kuliner Manis yang Ramah bagi Kantong Mahasiswa

redaksi