SUARA USU
Uncategorized

Komunikasi Terpadu di OMI (Outlet Mitra Indogrosir) KPN Pemko Medan, Menjelajahi Ragam Komunikasi dalam Organisasi

Sumber foto: omifranchise.co.id

Penulis: Nataly Princess br. Tarigan, Dormaulina Sitanggang, Stevani Novelina Sinaga, Syakirah Amilia Andini Dalimunthe, Kemala Rahma Azzahra

Suara USU, Medan. Dalam mengelola suatu organisasi, OMI (Outlet Mitra Indogrosir) KPN Pemko Medan menonjolkan peran pentingnya komunikasi sebagai fondasi utama. Komunikasi, baik verbal maupun non-verbal, menjadi kunci dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di internal maupun saat berinteraksi dengan publik atau pelanggan.

Komunikasi Verbal dan Non-Verbal Strategi Sukses OMI

Komunikasi verbal di OMI tidak hanya bersifat transaksional, tetapi juga memperhatikan aspek relasional. Sapaan hangat seperti “Selamat pagi, selamat datang di OMI, selamat berbelanja” menciptakan hubungan yang baik dengan pelanggan. Disertai dengan penawaran produk, OMI berhasil mengintegrasikan komunikasi verbal untuk memberikan informasi dan membujuk pelanggan.

Sementara itu, komunikasi non-verbal, seperti senyuman dan sikap ramah tamah, menjadi elemen penting dalam menyampaikan pesan positif kepada pelanggan. Gestur tubuh yang ramah dan senyuman dari karyawan OMI menciptakan suasana yang menyenangkan, memperkuat hubungan, dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

Fungsi Komunikasi Verbal dalam OMI

  1. Memberi Informasi: Komunikasi verbal digunakan untuk menyampaikan informasi produk, promosi, dan hal-hal terkait OMI kepada pelanggan.
  2. Membujuk: Dalam konteks penjualan, komunikasi verbal digunakan untuk membujuk pelanggan memilih produk OMI.
  3. Memerintah: Rapat antara pengurus menggunakan komunikasi verbal untuk memberikan arahan, instruksi, dan tugas kepada anggota tim.
  4. Mengintegrasikan: Komunikasi verbal menciptakan kesatuan pemikiran di antara karyawan OMI, memastikan visi dan tujuan yang sama.

Bentuk Komunikasi Verbal dalam OMI

  1. Komunikasi Lisan: Instruksi pekerjaan, laporan lisan, pesan penjualan, dan percakapan tatap muka atau melalui media seperti telepon dan WhatsApp.
  2. Komunikasi Tulisan: Surat dan laporan tertulis digunakan untuk pemberitahuan resmi, analisis, perkembangan, dan rekomendasi.

Komunikasi Non-Verbal di OMI

  1. Fungsi Komunikasi Non-Verbal: Melengkapi dan memperkuat pesan verbal, menekankan kualitas pelayanan terhadap konsumen.
  2. Bentuk Komunikasi Non-Verbal: Gestur tubuh, senyuman, dan ekspresi wajah ramah digunakan untuk menciptakan hubungan yang baik dengan konsumen.

Komunikasi Publik dalam OMI

Strategi komunikasi publik OMI mengedepankan interaksi langsung dengan konsumen dan khalayak. Pemanfaatan komunikasi verbal dari mulut ke mulut dan kunjungan langsung menjadi pilihan untuk memberikan informasi produk dan layanan. Hal ini sejalan dengan tujuan OMI untuk menarik perhatian dan minat konsumen.

Distorsi dalam Komunikasi: Tantangan dalam Alur Informasi

Dalam perjalanannya, OMI menghadapi distorsi komunikasi terutama dalam situasi ketidakseimbangan waktu penyampaian informasi. Keterlambatan dalam menyampaikan instruksi mengenai tutup buku anggaran menciptakan hambatan dalam persiapan tugas, merugikan produktivitas, dan kelancaran proses kerja. Penyebabnya melibatkan kurangnya perencanaan waktu dan kejelasan penjadwalan.

Gaya Kepemimpinan yang Menciptakan Sinergi

Gaya kepemimpinan demokratis di OMI memberikan keleluasaan kepada pegawai untuk ikut serta dalam pengambilan keputusan. Pemimpin OMI memiliki kemampuan dasar kepemimpinan yang mencakup keterampilan manajerial, teknis, manusia, konseptual, dan kualitas. Pemimpin OMI tidak hanya mampu mengelola sumber daya secara efisien tetapi juga membangun hubungan yang positif dengan anggota timnya. 

Melangkah Bersama Melalui Komunikasi yang Efektif

Dalam merangkai keberhasilan OMI, komunikasi menjadi pilar utama yang menyatukan berbagai elemen. Dengan kombinasi komunikasi verbal dan non-verbal yang terintegrasi, OMI tidak hanya berhasil mempertahankan hubungan yang baik dengan pelanggan tetapi juga menciptakan lingkungan internal yang harmonis. Distorsi komunikasi menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui perencanaan yang matang, sementara gaya kepemimpinan demokratis memberikan dasar yang kuat untuk sinergi dalam mencapai tujuan bersama.

Atrikel ini adalah publikasi mata kuliah Komunikasi Organisasi dengan Dosen Pengampu: Dra. Fatma Wardy Lubis, MA & Endah Rundika Pratiwi S.Sos., M.I.Kom


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pengaruh Kompensasi, Fasilitas Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Pada PT Jasa Raharja Kota Medan)

redaksi

Penerapan Gaya Hidup Sehat oleh Mahasiswa: Perwujudan Nilai-Nilai Pancasila

redaksi

Strategi Efektif Pengelolaan Keragaman Human Capital

redaksi