SUARA USU
Kabar Kampus

Kuliah Umum Departemen Sosiologi Seri 6 Bahas Network Sociality

Ilustrasi: https://blog.dnetprovider.id/

Oleh: Siti Sembiring

Department Sosiologi Universitas Sumatera Utara kembali mengadakan kuliah umum seri ke-6nya dengan tema “Konektivitas dan Network Sociality” pada Selasa (31/08/2021) lalu. Kuliah Umum ini dihadiri oleh Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Dr. Harmona Daulay, M.Si para dosen, mahasiswa/I, para alumni dan staff kantor USU serta dari berbagai kampus dan wilayah lainnya. Kuliah umum kali ini diisi oleh ketua Prodi Magister Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada, Dr. Ratna Noviani.

Kuliah umum kali ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada para mahasiswa/I dan juga dosen bahwa di era teknologi digital saat ini begitu banyak pengaruh yang diberikan terutama dalam hidup bermasyarakat, ini juga dapat dilihat dari fenomena-fenomena yang terjadi saat ini terutama dimasa pandemi yang mengharuskan untuk lebih aktif di dalam dunia digital.

Pembahasan yang dibawakan lebih fokus kepada persoalan-persoalan konektif yang ada di dalam konteks digital teknologi. Beliau mengatakan bahwa biasanya ini tertuju pada akun-akun media sosial yang saat ini benar-benar marak di kalangan masyarakat.

Ratna juga mengatakan bahwa konektivitas hadir karena adanya teknologi, tetapi dengan adanya teknologi konektivitas bisa terjaga dengan baik. Seperti tetap menjaga komunikasi walaupun sudah tidak berinteraksi secara langsung, tetapi terkadang dalam konektivitas ini juga masih terlihat memanipulasi setiap individu yang menggunakan media sosial ini dapat dilihat dari contoh pertemanan media sosial yang ada di Instagram dan akun media sosial lainnya yang hanya menjadi sebatas followers/pengikut tanpa di ketahuinya identitas orang tersebut, dan inilah juga yang memunculkan adanya sociality.

Aktivitas manusia dan relasi antar manusia saat ini telah dikodekan dalam konsep algoritma dan mengalami datafikasi dan ini disebut dengan network socialityNetwork sociality terbangun karena masyarakat yang semakin mengalami individualisasi, ini terjadi karena ikatan dan komitmen sosial serta guiding norms dalam masyarakat semakin longgar.

“Salah satu penyebab yang akan ditimbulkan dari network sociality ini ialah relasi antara masyarakat cepat berubah, mudah hilang tetapi berulang dan semakin intens inilah yang nantinya menyebabkan erosi ikatan pertemanan, tanggung jawab, dan masalah. Salah satu contoh yang sering terjadi dikalangan masyarakat ialah ketika ada teman yang sedang berduka biasanya saat ini hanya memberikan ucapan “turut berduka cita”. Lalu saat membangun relasi terlihat bukan,” tutur Ratna.

Tak hanya itu, kaburnya batas antara kerja dan bermain yang sekarang dapat dilihat dari fenomena batas antara kehidupan privat dan kerja menjadi kabur. Serta timbulnya relasi dan popularitas yang ditentukan oleh kuantitas yang dikodekan contohnya semakin banyak jumlah followers/pengikut akan semakin dipandang populer, tetapi adanya network sociality juga dapat menghasilkan sumber akumulasi kapital sosial bagi users salah satu contohnya hadirnya para influencer.

 

Redaktur: Yulia Putri Hadi

Related posts

Bank Indonesia Adakan Event Dorong Perekonomian Sumut

redaksi

Pilkada, Pandemi, dan Bahaya yang Menanti

redaksi

DPK GMNI Fakultas Kehutanan Gelar Webinar dalam Rangka Mensejahterahkan Perekonomian Masyarakat di sekitar Hutan

redaksi