Reporter: Dinda Sajidah
Suara USU, Medan. Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2023, Esther Mindo Sagala, meraih dua penghargaan dalam Olimpiade Sains Tingkat Nasional, Ajang Kompetisi Sains Indonesia (AKSI) 2026 yang diselenggarakan pada Minggu, 30 Agustus 2026. Ia memperoleh medali emas pada bidang Bahasa Inggris dan peringkat perak pada bidang Ekonomi.
Keikutsertaan Esther dalam kompetisi tersebut bermula dari informasi yang diperolehnya melalui Instagram. Setelah mengetahui bidang yang diperlombakan, ia tertarik untuk mengikutinya dan memilih dua bidang, yakni Bahasa Inggris dan Ekonomi.
“Saya pilih dua bidang, yaitu Bahasa Inggris dan Ekonomi. Untuk Bahasa Inggris, saya ingin menguji sejauh mana kemampuan Bahasa Inggris saya melalui sebuah kompetisi. Sedangkan untuk Ekonomi, saya memilihnya karena bidang tersebut cukup dekat dengan jurusan yang saya pelajari, yaitu Manajemen. Jadi, saya merasa Ekonomi cukup relevan dengan apa yang selama ini saya pelajari di perkuliahan,” jelasnya.
Dalam mempersiapkan diri, Esther membagi waktu belajar di sela-sela perkuliahan dan aktivitas lainnya.
“Karena mengikuti dua bidang, saya mencoba membagi waktu untuk mempersiapkan keduanya. Untuk Bahasa Inggris, saya membaca kembali catatan saat mengikuti les dan berlatih mengerjakan soal. Sementara untuk Ekonomi, saya mempelajari kembali konsep-konsep dasar yang pernah saya dapatkan selama perkuliahan dan berlatih mengerjakan soal. Bagi saya, yang penting adalah memahami konsep dan membiasakan diri dengan berbagai tipe soal,” tuturnya.
Selain mempersiapkan materi, Esther juga menghadapi berbagai tantangan karena mengikuti dua bidang sekaligus. Perbedaan karakter soal membuatnya perlu menyesuaikan cara mengerjakan dan tetap menjaga fokus selama kompetisi berlangsung.
“Tantangannya cukup berbeda di masing-masing bidang. Di Bahasa Inggris, beberapa soal membutuhkan ketelitian dalam memahami konteks dan memilih jawaban yang paling tepat. Sementara di Ekonomi, saya lebih banyak menghadapi soal yang menguji pemahaman konsep, rumus, dan penerapannya. Karena mengikuti dua bidang sekaligus, saya juga harus menjaga fokus,” ungkapnya.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Esther berusaha mengerjakan soal dengan teliti dan tidak terburu-buru. Ia juga tetap tenang ketika menemukan soal yang sulit.
“Saya mengatasinya dengan membaca soal dengan teliti, tidak terburu-buru, dan tetap tenang ketika menemukan soal yang sulit,” ujarnya.
Bagi Esther, kemauan untuk mencoba dan persiapan yang dilakukan menjadi bagian penting dalam pencapaiannya. Pengalaman tersebut juga membuatnya semakin yakin bahwa seseorang dapat mencoba bidang yang berbeda selama memiliki kemauan untuk belajar dan mempersiapkan diri.
Keberhasilan tersebut juga menjadi pengalaman yang berarti bagi Esther. Baginya, kompetisi menjadi ruang untuk menguji kemampuan sekaligus mengetahui hal-hal yang masih perlu dikembangkan.
Ke depan, Esther ingin terus mengembangkan kemampuan melalui berbagai kompetisi dan kegiatan akademik. Ia juga berharap mahasiswa lain tidak ragu mencoba meskipun belum memiliki banyak pengalaman.
“Kompetisi bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi juga tentang menguji kemampuan, mendapatkan pengalaman baru, dan mengetahui hal-hal yang masih perlu dikembangkan,” tutupnya.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment