Home Kabar Kampus September Hitam di USU, Mahasiswa Desak Pengusutan HAM dan Tolak Represivitas
Kabar Kampus

September Hitam di USU, Mahasiswa Desak Pengusutan HAM dan Tolak Represivitas

Share

Reporter: Abdullah Umar Al Faruk

Suara USU, Medan. Puluhan mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar aksi refleksi Peringatan September Hitam pada Selasa (22/9). Aksi yang diprakarsai Poros Revolusi tersebut menuntut negara segera menuntaskan berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia (HAM) serta menghentikan kultur kekerasan aparat.

Massa aksi berkumpul di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU sebelum bergerak menuju Pintu 1 USU. Massa mengenakan pakaian hitam serta membawa lilin dan selebaran (flyer) sebagai simbol harapan. Dalam pernyataan sikapnya, mahasiswa menegaskan tuntutan terhadap pengusutan secara tuntas para pelaku pelanggaran HAM berat di masa lalu.

Pimpinan aksi, Tri Yuda, menyatakan aksi tersebut bertujuan menjaga ingatan kolektif agar sejarah kelam tidak dilupakan.

“Adanya keresahan dari kami karena banyaknya kekerasan HAM yang dilakukan negara kita. Berawal dari diskusi kecil-kecilan, kami kemudian menggelar aksi September ini untuk mengingat dan mengenang kawan-kawan kita yang telah tewas dibunuh,” ujarnya.

Yuda berharap penyalaan lilin dalam aksi tersebut dapat menjadi simbol kecil refleksi untuk mengingat kekejaman negara.

“Negara yang kejam ini membunuh kawan-kawan kita. Contohnya Munir, Munir dibunuh oleh negara. Kemudian Tragedi Semanggi I, Semanggi II, dan banyak sekali kejadian di negara ini yang melibatkan pelanggaran HAM,” tuturnya.

Salah satu peserta aksi, Fadilla, berharap Aksi September Hitam dapat terus digelar setiap tahun. Ia juga berharap aksi refleksi maupun aksi lanjutan dapat terus dilakukan hingga tuntutan mahasiswa mendapatkan perhatian.

“Untuk refleksi September atau aksi-aksi selanjutnya ke depan, semoga bisa terus dilakukan sampai kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Tolonglah, ini kan untuk keberlangsungan hidup kita bersama. Artinya, jangan berpikir kalau kita ini mengganggu. Dukunglah terus,” ujarnya.

Melalui pernyataan sikap, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah, yaitu:

  1. Menuntut pengusutan secara tuntas terhadap pelaku pelanggaran HAM berat di masa lalu.
  2. Mendesak pemerintah pusat agar segera merespons permasalahan bencana alam.
  3. Menolak segala bentuk komersialisasi di lingkungan kampus.
  4. Menolak segala bentuk pembungkaman terhadap ruang gerak dan kebebasan mahasiswa.
  5. Menolak segala bentuk represivitas aparat kampus terhadap mahasiswa.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.