Home Kabar Kampus Layanan Ojek Mahasiswa (OMH), Hadir di Sekitar USU
Kabar Kampus

Layanan Ojek Mahasiswa (OMH), Hadir di Sekitar USU

Share
Sumber: OMH

Reporter: Alya Nayla Sahirah, Naila Ariyati

Suara USU, Medan. Inisiatif transportasi dari mahasiswa untuk mahasiswa kini hadir di sekitaran Universitas Sumatera Utara (USU). Layanan ini bernama Ojek Mahasiswa atau OMH, yang merupakan gagasan oleh Kevin Ro Septi Manalu, seorang mahasiswa Prodi Agribisnis, Fakultas Pertanian Universitas Riau.

OMH resmi beroperasi sejak akhir April 2025 dan saat ini menyediakan tiga layanan utama yaitu antar jemput (bike), antar makanan (food), dan pengiriman barang (delivery). Layanan ini dapat diakses secara mudah oleh para pengguna melalui grup WhatsApp.

Menurut Kevin, ide untuk mendirikan OMH muncul dari kepeduliannya terhadap mahasiswa perantau yang kerap kesulitan dengan akses transportasi di sekitar kampus. Ia melihat bahwa banyak mahasiswa yang berasal dari luar daerah harus mengandalkan layanan transportasi daring seperti Gojek atau Maxim yang biayanya cukup mahal. “Misalnya ada yang di Jawa, kuliah di USU. Ada yang di Medan, kuliah di Jawa. Seperti itu kan,” ungkapnya. Kondisi ini mendorong Kevin untuk mencari solusi alternatif yang lebih terjangkau. “Saya ingin membantu beberapa mahasiswa agar tidak keberatan untuk transportasi mereka ke daerah kampus,” tambahnya.

Berikut adalah rincian biaya layanan OMH yang ditetapkan berdasarkan jarak lokasi yang ingin ditempuh.

Sumber: Kevin

OMH sendiri saat ini sudah memiliki sekitar 42 driver aktif. Uniknya, seluruh driver merupakan mahasiswa aktif USU. Hal ini menjadi nilai lebih karena memberikan rasa aman dan saling percaya antar sesama pengguna. “Kenapa aman? Karena driver-nya merupakan sesama mahasiswa USU juga, Kak,” tambah Kevin.

Kevin juga menambahkan bahwa layanan ini berhasil dijalankan karena kolaborasi dengan temannya yang berkuliah di USU. Ia menyampaikan idenya, menjelaskan cara kerja layanan, lalu temannya di Medan yang mengelola langsung operasional di lapangan.

“Saya sudah punya relasi, sudah punya teman, sama mahasiswa USU. Jadi saya mengajak kerja sama dengan mahasiswa teman saya di USU itu untuk buat usaha seperti ini. Tujuannya biar terbantu kawan-kawan mahasiswa di sana,” ungkap Kevin.

Untuk proses pemesanan, pengguna cukup masuk ke grup WhatsApp yang sudah dibuat, lalu mengisi data pemesanan sesuai format. Dari awal pembentukannya, grup ini berhasil menarik hingga lebih dari 100 anggota. “Untuk awalnya, saya sama teman saya ini buat grup dulu, Kak, grup ojek mahasiswa-mahasiswa USU. Jadi setelah masuk, sekitar 100 atau 120, terus kami bilang bahwasannya ini adalah ojek khusus mahasiswa USU,” katanya.

Soal seleksi driver, Kevin menegaskan ada beberapa syarat yang wajib dipenuhi. Selain harus merupakan mahasiswa aktif USU, driver juga harus memiliki SIM, KTM, dan menyebarkan informasi layanan ke beberapa grup mahasiswa.

“Kami seleksi driver itu tentu, kan, seperti ini persyaratannya: share grup OMH ke 15 grup mahasiswa USU, terus kirim KTM, terus wajib memiliki SIM,” paparnya.

Kevin mengakui bahwa hingga saat ini, OMH belum memiliki sistem perlindungan formal, namun Kevin dan timnya telah berupaya memastikan bahwa driver yang bergabung memiliki pengalaman yang baik dan layak berkendara. Keselamatan juga sudah disepakati bersama driver, dan resiko di tanggung oleh driver tersebut. Mereka hanya bisa membantu serta mendukung driver untuk mendapatkan customer.

Mengenai pengembangan ke depan, Kevin menyampaikan memang belum berencana untuk membuat aplikasi atau website, namun tidak menutup kemungkinan jika peminatnya terus bertambah.

“Kalau untuk sekarang mungkin belum ya, Kak. Cuma kalau memang mahasiswa USU sudah banyak yang mengenal OMH, mungkin ke depannya kami akan buat website seperti itu, Kak. Jadi mahasiswa USU bisa lebih mudah, kan, aksesnya,” ujar Kevin.

Meskipun berdomisili di Riau, Kevin menyebut bahwa OMH saat ini sudah mulai berjalan di dua kampus, termasuk USU. Meski belum mendapat dukungan dari pihak kampus secara langsung, Kevin tetap optimis bahwa keberadaan OMH dapat membantu banyak mahasiswa, baik dari sisi pengguna maupun driver-nya.

Kevin juga berharap agar OMH bisa dikenal lebih luas dan mendapat dukungan positif, bukan hanya dari mahasiswa, tapi juga institusi kampus.

Redaktur: Alicia Reylina

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.