Home Kabar SUMUT Gelar Melayu Serumpun ke-8 Resmi Dibuka, Wali Kota Medan Ajak Dunia Lestarikan Budaya Melayu
Kabar SUMUT

Gelar Melayu Serumpun ke-8 Resmi Dibuka, Wali Kota Medan Ajak Dunia Lestarikan Budaya Melayu

Share
Dokumentasi: Suara USU

Reporter: Rizqi Putra Permono, Muhammad Shalihul Amri
Suara USU, Medan . Gelar Melayu Serumpun (GEMES) 2025 resmi dibuka di Istana Maimun, Kota Medan, Rabu (21/5). Acara budaya tahunan ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Medan, Rico Waas, dan akan berlangsung selama empat hari hingga 24 Mei 2025.

Mengusung tema pelestarian budaya Melayu serumpun, GEMES 2025 menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya sebagai upaya mempererat hubungan antarbangsa yang memiliki akar kebudayaan Melayu. Acara ini juga menjadi ajang promosi budaya serta penguatan jaringan diplomasi kultural.

“Mudah-mudahan GEMES 2025 ini membawa Melayu ke pentas dunia dan, insyaallah, tidak akan pernah hilang dari peradaban. Kita hadir karena meyakini satu hal yang sama: kita adalah bagian dari satu keluarga besar dengan akar budaya yang sama, yakni Melayu,” ujar Wali Kota Medan dalam sambutannya.

Turut hadir dalam pembukaan, Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Lamanjiji Perkasa Alam, Direktur Politeknik Pariwisata Medan (mewakili Kemenparekraf RI), Sekretaris Daerah Kota Medan, Kapolrestabes Medan, serta tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri. Delegasi dari Malaysia, Singapura, Thailand, India, hingga Amerika Serikat turut meramaikan acara yang digelar di halaman istana bersejarah tersebut.

Dalam pidatonya, Sultan Deli menegaskan bahwa GEMES tidak sekadar pergelaran seni, tetapi juga penegasan bahwa budaya Melayu terus hidup dan berkembang sebagai identitas bersama masyarakat serumpun.

“Perhelatan ini bukan hanya pertunjukan seni, tetapi pengukuhan bahwa budaya Melayu kini tumbuh dan berkembang sebagai identitas yang kita geluti bersama,” ungkap Tuanku Mahmud.

Selama empat hari penyelenggaraan, berbagai agenda budaya akan digelar, antara lain: tari kolosal, peragaan busana Melayu, dendang Melayu, tonil bangsawan, pagelaran musik dan tari, harmonisasi alat musik tradisional, pertunjukan stand up comedy, serta bazar UMKM dan ekonomi kreatif.

Selain menampilkan kekayaan budaya, GEMES juga menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro dan seniman lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Kota Medan serta memperkuat posisi Medan sebagai pusat budaya Melayu di Asia Tenggara.

Delegasi dari berbagai daerah seperti Deli Serdang, Binjai, Serdang Bedagai, Asahan, Sibolga, Langsa, Aceh Tamiang, Aceh Barat, Aceh Utara, Sabang, Dumai, Batam, DKI Jakarta, hingga Pontianak turut ambil bagian. Dari mancanegara, perwakilan dari Pahang, Sarawak, Ipoh, dan Kuala Lumpur (Malaysia), serta Thailand, India, dan Singapura hadir menyemarakkan acara.

Kendati sempat diguyur hujan deras, antusiasme masyarakat Kota Medan tetap tinggi. Ribuan pengunjung memadati kawasan Istana Maimun untuk menyaksikan pembukaan GEMES 2025. Dinas Pariwisata Kota Medan mengimbau masyarakat untuk terus hadir dan mendukung agenda ini sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya bangsa.

Gelar Melayu Serumpun edisi kedelapan ini menjadi bukti bahwa semangat kebersamaan dalam bingkai budaya mampu menyatukan keberagaman dalam harmoni yang kokoh.

Redaktur: Jesika Yusnita Laoly

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.