Home Kabar Kampus Macet di Pintu Empat USU Disebabkan Pengendara Lawan Arus
Kabar Kampus

Macet di Pintu Empat USU Disebabkan Pengendara Lawan Arus

Share

Reporter: Zalfaa Tirta dan Diva Yamairy.

Suara USU, Medan. Jalan raya adalah hak bersama pengguna kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat. Aturan dan hak pengguna jalan sudah sangat jelas tanpa perlu diberikan rambu lalu lintas adalah aturan tentang arus pengendara. Sayangnya, masih banyak pengendara yang sengaja melawan arus dengan berbagai alasan, seperti memangkas jarak tempuh, sedang buru buru, menganggap hal tersebut sudah lumrah. Padahal banyak sekali bahaya yang mengintai para pelanggar arus. Selain kecelakaan, hal lain yang ditimbulkan adalah penumpukan kendaraan atau macet.

Seperti yang terjadi di Pintu 4 Universitas Sumatera Utara, setiap peak hours atau jam jam sibuk seperti jam makan siang dan jam pulang kantor penumpukan kendaraan selalu terjadi terlebih lagi di hari kerja (senin-jumat). Diduga macet disebabkan aktivitas lalu lintas yang terjadi di jalan Pembangunan, dikarenakan kondisi jalanannya yang tergolong sempit apalagi untuk jalan 2 arah serta banyaknya kendaraan yang keluar masuk dari dan ke jalan Pembangunan. Selain itu, pengendara khususnya pengendara sepeda motor yang keluar dari jalan pembangunan memilih untuk melawan arus ke arah pintu 4 Universitas Sumatera Utara.

Selain pelaku yang melawan arus, tak jarang mobil juga mengambil jalan potong untuk putar arah tepat di depan simpang jalan pembangunan dengan ukuran mobil cukup untuk menutupi 1 jalan. Kondisi jalan yang sebaliknya (dari Jl. Dr, mansyur kearah USU) yang juga tidak selalu lancar di tambah dengan kondisi mobil yang menyebrang di sembarang tempat, dan para pelawan arus tentu sukes membuat jalanan macet. Dari kemacetan yang terjadi, beberapa kejadian kecelakaan turut tak terhindarkan korbannya mulai dari sesama pengendara sampai pejalan kaki yang menyusuri pintu 4 Universitas Sumatera Utara sampai Jl. Pembangunan. Kejadian tak mengenakan juga di rasakan oleh pejalanan kaki karena penuhnya jalan dan tak adanya space untuk para pejalan kaki mereka sering hampir terserempet.

Berbagai alasan dilontarkan pelaku yang melawan arus, ia mengaku memang pernah melawan arus di pintu 4 “Aku pernah sih ngelawan arus, sekali lah pas jam sibuk sudah lama juga. Sebenarnya aku tau sih itu salah cuma kalau muter juga kejahuan dari pintu 4” ujar salah satu pengendara yang tidak bersedia di cantumkan identitasnya, “Memang kalau udah macet pusinglah, tapi orang juga banyak yang mau cepat.” tutupnya.

Disisi lain pengendara yang sudah taat dengan aturan kesal dengan pelaku yang melawan arus lalu lintas. Salah satunya Indah dari FEB yang merasa kesal dengan orang-orang yang sanggup melawan arus. Ia juga merasa empati dengan para pejalan kaki “Dipinggiran itu aja jalan trotoar juga sanggup mereka bablas mau darimana lagi yang jalan kan? terbang kah? Apa mereka ga punya rasa malu yah?” ujar Indah.

Redaktur : Evita Sipahutar

 

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.