Home Kabar Kampus Mahasiswa Sambut Positif Inovasi Digital pada Pemira FEB USU 2026
Kabar Kampus

Mahasiswa Sambut Positif Inovasi Digital pada Pemira FEB USU 2026

Share

Reporter: Ghefira Mannawa Salwa, Adelia Jasmine

Suara USU, Medan. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) menyelenggarakan Pemilihan Raya Mahasiswa (PEMIRA) pada Kamis (16/04/2026). Bertempat di Ruang Multimedia FEB, kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dilaksanakan sepenuhnya menggunakan sistem pemungutan suara secara daring (online).

Pelaksanaan Pemira tahun ini menghadirkan suasana yang tertib dan terorganisir. Kegiatan ini turut dihadiri oleh dua personil Resimen mahasiswa (Menwa) untuk menjaga ketertiban, serta satu saksi guna memastikan proses pemilihan berjalan sesuai prosedur.

Sistem pemilihan dilakukan melalui beberapa tahapan, yakni registrasi di Tempat Pemungutan Suara Online (TPSO), login ke sistem, proses pemilihan, konfirmasi suara, penyimpanan data, hingga penghitungan suara secara otomatis. Setelah melakukan pemilihan, mahasiswa juga diarahkan untuk mencelupkan tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih.

Salah satu panitia pelaksana, Johann Manahara Silalahi, menyampaikan bahwa sistem ini diterapkan guna menciptakan Pemira yang demokratis dan transparan sesuai dengan prinsip yang dijunjung oleh panitia. Ia menegaskan bahwa selama pelaksanaan, panitia berpegang pada prinsip netralitas, transparansi, akuntabilitas, dan responsif dalam menjalankan tugas dan wewenang. 

Johann juga mengungkapkan bahwa partisipasi mahasiswa menunjukkan tren yang positif. “Untuk sejauh ini partisipasi mahasiswa sangat baik. Namun, untuk jumlah pasti mahasiswa yang sudah memilih masih belum bisa terdata atau belum terhitung,” ujarnya.

Meskipun sempat terjadi kendala teknis pada perangkat, panitia dengan sigap segera melakukan penanganan. “Dari sisi teknis terdapat kesulitan dalam menjalankan operasinya. Upaya yang kami lakukan adalah mencari solusi secara langsung terkait cara mengatasinya, dan hal tersebut berhasil diatasi,” tambahnya.

Dari sisi pemilih, mahasiswa memberikan tanggapan positif terhadap sistem online yang diterapkan. Reva, salah satu mahasiswa FEB mengungkapkan, “Ini pertama kali saya ikut Pemira. Menurut saya, sistem online ini tidak terlalu sulit untuk dijalankan, tapi memang masih butuh sedikit bimbingan saat memilih.” ujarnya.

Sementara itu, Tata Antartika, mahasiswa FEB yang juga pernah mengikuti Pemira pada tahun sebelumnya, menilai sistem online yang diterapkan tahun ini memberikan kemudahan dalam proses pemilihan.

“Saya sudah pernah ikut Pemira sebelumnya. Untuk tahun ini, menurut saya sistem online lebih praktis, lebih bersih, dan juga lebih teratur,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dari sisi teknis, sistem yang digunakan cukup membantu pemilih. “Dari sisi teknis, prosesnya lebih mudah dan terstruktur. Selain itu, ada panitia yang memantau dan membantu pemilih saat menggunakan sistem online,” jelasnya.

Menurut Tata, Pemira memiliki peran penting sebagai wadah penyaluran aspirasi mahasiswa. “Pemira ini penting, karena melalui inilah aspirasi mahasiswa bisa disampaikan. Mereka yang terpilih nantinya akan mewakili suara mahasiswa,” ungkapnya.

Ia pun berharap hasil Pemira dapat menghasilkan pemimpin yang bertanggung jawab. “Harapannya, kandidat yang terpilih bisa menjalankan visi dan misi yang sudah disampaikan serta mengeksekusinya dengan baik dan penuh tanggung jawab,” pungkasnya.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.