Home Kabar Kampus Sempat Terkendala Website Error, Antusiasme Mahasiswa Kehutanan Tetap Tinggi dalam Pemilihan Raya
Kabar Kampus

Sempat Terkendala Website Error, Antusiasme Mahasiswa Kehutanan Tetap Tinggi dalam Pemilihan Raya

Share

Reporter: Dhita Luna & Dinda Sajidah

Suara USU, Medan. Pemilihan Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Sumatera Utara (USU) periode 2026/2027 resmi digelar secara serentak pada Kamis (16/4/2026). Pelaksanaan pencoblosan berbasis dalam jaringan (daring) di Fakultas Kehutanan USU terpantau tetap ramai oleh mahasiswa yang antusias memberikan hak suaranya, meskipun proses pemilihan sempat diwarnai oleh kendala teknis dan website  yang berulang kali error.

Stevan Pedro Sinaga, selaku Pelaksana Tugas Pemira di Fakultas Kehutanan, mengkonfirmasi tingginya antusiasme pemilih pada pelaksanaan pemira tahun ini. Menurutnya, sejak bilik suara online dibuka pada pukul 08.00 WIB, para Daftar Pemilih Tetap (DPT) terus berdatangan.

“Kegiatan Pemira di Fakultas Kehutanan berjalan lancar dan antusiasme dari DPT sangat baik. Sejak dimulai jam delapan pagi, pemilih sudah berdatangan dan tenggat waktu kekosongan dari pemilih itu hampir tidak ada,” ujar Stevan.

Meskipun mendapat antusiasme tinggi, transisi sistem dari pemungutan suara berbasis kertas ke online  memunculkan sejumlah tantangan di lapangan. Stevan memaparkan tiga kendala utama panitia: keterbatasan perangkat keras (device), akses internet yang tidak stabil, serta website pemilihan yang kerap bermasalah.

Dari lima perangkat tetap dan cadangan yang disiapkan panitia, hanya tiga yang dapat dioperasikan secara maksimal akibat kendala jaringan. Masalah website bahkan mengakibatkan dua orang mahasiswa gagal memberikan suara mereka walau sudah mencoba  login melalui tiga komputer yang berbeda. “Terkadang akses internet kita memburuk sehingga sering keluar masuk web. Web kita itu kadang error, sampai ada dua DPT yang tidak bisa melakukan pemilihan walau sudah memasukkan akun di tiga perangkat,” keluhnya.

Di sisi lain, kendala sistem ini rupanya tidak menyurutkan niat mahasiswa untuk berpartisipasi. Raja, mahasiswa Fakultas Kehutanan, menilai bahwa terlepas dari tantangan teknis yang ada, sistem pemilihan daring ini jauh lebih praktis dan transparan dibandingkan sistem pencoblosan kertas. “Tahun ini online, jadi terkesan lebih mudah dan juga lebih transparan. Tentu ini mempermudah panitia. Kita sebagai mahasiswa harus peduli, dan cara membuktikannya adalah dengan berpartisipasi langsung,” katanya.

Senada dengan mahasiswa sebelumnya, salah seorang mahasiswi menanggapi bahwa partisipasi tetap krusial agar hak suara tidak hilang begitu saja. Ia berharap pemimpin yang terpilih kelak benar-benar turun ke bawah untuk mendengarkan aspirasi mahasiswa. “Harapannya, pemimpin yang terpilih bisa lebih mementingkan mahasiswa USU. Jangan hanya fokus ke pihak atas seperti dosen atau rektorat, tetapi mau menyuarakan suara hati mahasiswa,” tegasnya.

Ke depannya, pihak panitia berharap agar infrastruktur Pemira  online  dapat dievaluasi dan dipersiapkan lebih matang, terutama perbaikan jaminan stabilitas jaringan, kualitas perangkat pemungutan suara, serta komunikasi yang lebih baik antara pihak pelaksana dengan Pusat Sistem Informasi (PSI) USU.

Redaktur: Siti Farhatun Nafis Azhari

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.