Reporter: Kristina Nainggolan dan Ruth Jelita Laia
Suara USU, Medan. Pemilihan Raya Mahasiswa (Pemira) resmi digelar pada Rabu (16/4) di Ruang Dewan Pertimbangan Fakultas (DPF) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sumatera Utara (USU). Kegiatan ini merupakan agenda bagi mahasiswa untuk menentukan kepemimpinan organisasi mahasiswa selama satu periode ke depan.
Pelaksanaan Pemira sempat mengalami keterlambatan karena kendala teknis pada perangkat yang digunakan. Akibatnya, pihak Ditmawa harus menyediakan tambahan laptop dan panitia meminjam konektor listrik tambahan untuk menunjang proses pemungutan suara.
Meski sempat terkendala teknis, pelaksanaan kegiatan dinilai tetap berjalan kondusif. “Pelaksanaan Pemira berjalan dengan lancar, tidak ada intervensi dari pihak luar,” ujar Abid, mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Namun, tingkat partisipasi mahasiswa tercatat masih rendah. Hingga pukul 11.30 WIB, jumlah pemilih belum mencapai 100 orang dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang mencapai sekitar 1.000 mahasiswa. “Partisipasi mahasiswa dalam Pemira USU kali ini saya pikir masih jauh dari kata maksimal,” jelas Abid.
Rendahnya partisipasi ini diduga karena pelaksanaan yang terkesan terburu-buru serta sosialisasi dari pihak terkait yang dinilai masih kurang maksimal.
Raja selaku mahasiswa FH menyampaikan bahwa secara umum pemungutan suara berjalan baik, namun sistem pendataan pemilih perlu diperbaiki. “Untuk pemilihan sendiri berjalan lancar dan tanpa hambatan yang berarti, tetapi masih ada beberapa hal yang perlu dikoreksi sebagai bagian dari adaptasi sistem, terutama pada pendataan pemilih. Ke depan, sistem ini bisa lebih didigitalisasi agar mahasiswa tidak kesulitan mencari nama atau dibuat mekanisme sortir yang lebih memadai,” ujarnya.
Raja menambahkan bahwa dalam menentukan pilihan, ia mempertimbangkan rekam jejak serta visi dan misi kandidat. “Yang paling penting adalah latar belakang calon agar saya tahu karakter dan pengalamannya. Selain itu, visi dan misi juga penting untuk melihat sejauh mana inovasi yang mereka tawarkan,” jelasnya.
Mahasiswa berharap BEM USU yang terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik, memperjuangkan aspirasi mahasiswa, serta menjalankan program yang bermanfaat bagi kampus dan masyarakat.
Pengumuman hasil resmi Pemira kemungkinan dapat diketahui pada hari yang sama karena proses pemungutan suara dilakukan secara daring. Namun, mekanisme penetapan pemenang tetap menjadi kewenangan panitia pusat.
Afif Hauzaan Abid selaku BEM FH USU juga mengungkapkan terkait mekanisme penetapan. “Untuk mekanisme penetapan lebih lanjut dapat ditanyakan kepada panitia pusat. Kami di sini hanya panitia tingkat fakultas yang ditunjuk oleh pihak kemahasiswaan. Terlebih saya selaku Ketua BEM FH USU, bertugas membantu kelancaran kegiatan,” tutupnya.
Redaktur: Rifatul Suaidah
Leave a comment