Reporter: Ruth Jelita Laia, Romaito Margareta Saruksuk
Suara USU, Medan. Mahasiswi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatera Utara (USU), Khairani Claudia Pratiwi, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara II pada cabang lomba konten kreator dalam ajang Spektakel Gen Z yang diselenggarakan pada 10–11 April 2026 di Rumah Mata, Medan. Kompetisi tingkat nasional ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Kompetisi tersebut mengangkat tema besar mengenai keistimewaan rempah Nusantara, mulai dari manfaat hingga perannya dalam gaya hidup dan pergaulan generasi masa kini. Melalui karya yang dihasilkan, mahasiswi FIB USU ini mampu menghadirkan konten yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat pesan edukatif dan relevansi budaya.
Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam ajang ini didorong oleh keinginan untuk mengembangkan potensi diri, khususnya di bidang kreativitas digital. “Saya terdorong mengikuti perlombaan ini karena ingin mengembangkan potensi yang saya miliki. Saya merasa bakat dalam bidang kreativitas perlu diasah, salah satunya melalui ajang Video Kreator pada Spektakel Gen Z,” ujarnya.
Menariknya, seluruh proses pembuatan konten dilakukan secara mandiri. Mulai dari pencarian ide, penulisan naskah, pengambilan video, hingga tahap penyuntingan, semuanya dikerjakan tanpa bantuan tim. Ia menekankan bahwa kunci utama dalam memenangkan kompetisi ini adalah menghadirkan ide yang kreatif dan berbeda.
Meski demikian, perjalanan menuju kemenangan tidak lepas dari berbagai tantangan. Ia mengaku sempat merasa gugup saat melihat karya peserta lain yang juga menarik dan berkualitas. Namun, hal tersebut justru menjadi motivasi untuk tetap percaya diri dan memberikan hasil terbaik. “Tantangan terbesar adalah ketika melihat video peserta lain yang tidak kalah bagus, hal itu sempat membuat saya gugup,” jelasnya.
Keberhasilan yang diraih tidak terlepas dari kreativitas dalam mengembangkan ide konten yang unik. Dalam prosesnya, ia menghadirkan konsep yang tidak biasa dengan menghidupkan karakter rempah-rempah seolah dapat berbicara menggunakan berbagai variasi suara. Pendekatan ini tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menunjukkan kemampuan eksplorasi ide yang matang serta keberanian dalam menghadirkan inovasi di tengah persaingan.
Lebih dari sekadar kemenangan, pengalaman tersebut memberikan pelajaran berharga tentang pentingnya kepercayaan diri. Ia menyadari bahwa potensi diri akan berkembang optimal ketika seseorang berani menggali dan mengasah kemampuannya. “Saya belajar bahwa potensi diri akan menjadi yang terbaik ketika berani diasah,” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya sikap mental bagi pelajar yang ingin berkembang. Keberanian untuk keluar dari zona nyaman perlu diiringi dengan persiapan yang matang, pemahaman atas potensi diri, serta sikap rendah hati dalam menjalani proses. Selain itu, konsistensi, keterbukaan terhadap evaluasi, dan ketahanan dalam menjaga semangat menjadi kunci untuk menghadapi berbagai tantangan. “Jangan takut mencoba dan keluar dari zona nyaman, tetapi tetap siapkan diri dengan baik, kenali potensi yang dimiliki, dan jaga kerendahan hati,” pesannya.
Redaktur: Lucy Kezia Simarmata
Leave a comment