
Reporter: Rosi Adelia
Suara USU, Medan. Seorang mahasiswi (NN) Universitas Sumatera Utara (USU) mengalami pelecehan verbal oleh pria tak dikenal di area Perpustakaan Pusat USU pada Kamis (10/4), sekitar pukul 10.00 WIB. Insiden terjadi sesaat setelah korban menyelesaikan ujian.
NN mengaku awalnya didekati pelaku yang memulai percakapan ringan dengan menanyakan asal fakultas. Namun, pembicaraan berubah menjadi tidak pantas ketika pelaku mulai melontarkan komentar vulgar yang berfokus pada tubuh korban.
“Tiba-tiba ada seorang bapak-bapak menghampiri saya. Awalnya menanyakan saya berasal dari fakultas mana, lalu kami sempat berbicara soal ekonomi karena saya menyebutkan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Saya menanggapinya biasa saja, sampai ucapannya mulai terasa janggal,” ujar NN.
Pelaku kemudian menyampaikan kalimat melecehkan, bahkan menunjuk langsung ke bagian tubuh korban. Salah satu kalimat yang diingat korban adalah, “Kamu perempuan, kan? Kamu punya bagian itu,” dan mengaitkannya dengan minuman yang dikonsumsi korban, “Kamu punya bagian itu, tetapi tidak memiliki susu.”
NN mengaku langsung merasa takut dan panik. “Saya punya gangguan kecemasan, jadi saat itu benar-benar tidak bisa bergerak. Rasanya linglung,” katanya.
NN berusaha menghindar dengan menaiki tangga masuk perpustakaan, tetapi pelaku justru semakin agresif dan berteriak dengan ucapan tidak senonoh. Karena kondisi mental yang terguncang, korban tidak sempat melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan kampus.
“Saya berpikir orang itu tidak segan untuk menyentuh jika saya tidak segera menjauh,” tambahnya.
Menurut keterangan NN, pelaku adalah pria berusia sekitar 45 tahun ke atas, berkulit gelap, bertubuh berisi, tinggi sekitar 170 cm, dan mengenakan baju berwarna oranye.
Kejadian ini berdampak psikologis cukup berat bagi korban. Ia kini merasa cemas dan tidak nyaman beraktivitas sendirian. “Sejak kejadian itu, saya takut beraktivitas sendiri, padahal sebelumnya saya biasa saja,” ujarnya.
NN kemudian membagikan kisahnya secara anonim melalui akun X @usumfs (USU Menfess). Unggahan tersebut mendapat respons luas dari warganet, terutama kalangan mahasiswa USU. Banyak yang menyampaikan simpati, keprihatinan, dan kemarahan terhadap kejadian yang dinilai mencoreng rasa aman di lingkungan kampus.
Tidak sedikit pula yang mengungkapkan pernah mengalami kejadian serupa, terutama para mahasiswi yang mengaku pernah menjadi korban pelecehan verbal maupun perilaku mencurigakan dari orang tak dikenal di area kampus. “Bapak-bapak di situ memang sering bersikap tidak senonoh. Teman saya juga kemarin kena catcalling,” tulis salah satu pengguna.
Setelah unggahan viral, muncul pula pengakuan dari mahasiswi lain (NY) yang merasa pernah hampir dilecehkan oleh pria dengan ciri serupa. Ia menceritakan pernah dipanggil-panggil oleh seorang pria tua yang mengendarai motor secara perlahan sambil meletakkan tangan di bagian bawah tubuhnya dengan gerak-gerik mencurigakan. Saat tidak direspons, pria itu justru menunjukkan sikap marah.
Kejadian ini menegaskan bahwa kasus pelecehan verbal oleh orang tak dikenal di lingkungan kampus USU bukanlah hal baru. Banyak korban memilih untuk diam karena merasa takut atau tidak mengetahui ke mana harus melapor.
Hal ini patut mendapat perhatian serius dari pihak universitas untuk melakukan penanganan dan sosialisasi mengenai keberadaan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) sebagai wadah resmi bagi mahasiswa yang ingin melapor.
Selain itu, dibutuhkan juga sistem perlindungan yang nyata dan responsif. Sebab, kampus memegang tanggung jawab moral untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika.
Redaktur: Jesika Yusnita Laoly
Leave a comment