Home Sosok Zhafira Aqyla, Sosok di Balik Ruang Edukasi Seksualitas Islami ‘TauLebih’
Sosok

Zhafira Aqyla, Sosok di Balik Ruang Edukasi Seksualitas Islami ‘TauLebih’

Share
Sumber: Instagram @zhafiraiha

Oleh: Rosi Adelia

Seksualitas merupakan topik yang masih tabu dalam pembahasan di ruang-ruang sosial di Indonesia. Topik ini kerap dianggap sensitif, sehingga seringkali dihindari baik dalam lingkup keluarga, sekolah, maupun komunitas. Akibatnya, banyak anak muda tumbuh tanpa akses informasi yang mumpuni dan cukup mengedukasi seputar tubuh mereka, mecakup relasi sehat, serta hak-hak reproduksi yang seharusnya mereka pahami sejak dini. Di sekolah pun, topik ini biasanya hanya dibahas sebatas pada aspek kesehatan reproduksi atau fungsi biologis tubuh, tanpa menyentuh dimensi emosional, psikologis, atau sosial yang juga penting. Sementara itu, di banyak forum kajian atau ruang diskusi berbasis agama, fokus pembahasannya lebih sering mengarah pada ajakan untuk menjaga jarak dari lawan jenis, daripada membuka dialog yang lebih menyeluruh dan mendidik tentang seksualitas sebagai bagian dari kehidupan manusia.

Melihat urgensi itu, Zhafira Aqyla, seorang peneliti pendidikan seksualitas berbasis nilai agama, mengambil langkah konkret dengan mendirikan TauLebih, sebuah platform edukasi seksual Islami yang diresmikan pada akhir 2021. Berbekal latar belakang akademiknya di Human Science Program Osaka University, Jepang, serta studi lanjut di Harvard Graduate School of Education, Zhafira menghadirkan ruang yang mendidik sekaligus nyaman bagi masyarakat untuk belajar soal seksualitas dari perspektif Islam yang ramah dan tidak menghakimi.

Keputusan Zhafira untuk menempuh pendidikan di luar negeri tidak lepas dari latar belakang keluarganya. Kedua orangtuanya yang juga menempuh jenjang pendidikan tinggi di luar negeri, menginspirasi Zhafira untuk mengikuti jejak mereka. Sembari menempuh pendidikan jenjang SMA di Labschool Cibubur, Zhafira menyiapkan pendaftaran dan mengikuti ujian masuk di beberapa universitas, seperti National University of Singapore, Tokyo University, Osaka University, Nagoya University, dan Tsukuba University. Menariknya, sebelum memutuskan untuk berkuliah di Jepang, Zhafira sempat diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB), meskipun pada akhirnya tidak melanjutkan studi di sana.

Zhafira mengawali pendidikan tingginya dengan meraih gelar sarjana dari Osaka University, Jepang, melalui beasiswa MEXT. Selama di Osaka, ia mendalami bidang Human Sciences dan menunjukkan minat khusus pada isu-isu sosial, terutama yang berkaitan dengan pendidikan seksualitas berbasis agama. Penelitiannya dalam bidang tersebut menjadi dasar bagi pendirian TauLebih. Setelah menyelesaikan studi sarjananya, Zhafira melanjutkan pendidikan magister di Harvard Graduate School of Education dengan mengambil jurusan Learning Design, Innovation, and Technology. Keputusannya untuk melanjutkan studi di Harvard didorong oleh keinginannya untuk mengembangkan TauLebih menjadi platform yang lebih komprehensif dalam menyediakan jasa edukasi dan konsultasi pendidikan seksualitas di Indonesia.

Melalui TauLebih, Zhafira berupaya menjembatani kebutuhan akan edukasi seksual dengan nilai-nilai ke-Islaman yang dianut oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Platform ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan informasi seputar seksualitas, kesehatan reproduksi, dan relasi gender yang dirangkai dengan perspektif Islam yang ramah, inklusif, dan tidak menghakimi. la ingin membuktikan bahwa berbicara soal seksualitas tidak harus selalu berlawanan dengan agama, melainkan justru bisa saling menguatkan jika disampaikan dengan cara yang benar dan penuh empati. Menurutnya, diam dalam ketabuan hanya akan memperpanjang siklus ketidaktahuan dan risiko kekerasan seksual yang makin tinggi. Selain menyediakan artikel dan video edukatif, TauLebih juga membuka layanan konsultasi privat dan kelas daring seperti “TauLebih Goes to You” untuk pelajar SD hingga SMA serta “Period at Peace” yang fokus pada edukasi menstruasi untuk anak perempuan.

Komitmen dan kontribusi Zhafira dalam bidang edukasi seksualitas yang menjangkau anak-anak hingga remaja telah diakui secara internasional. Pada awal 2022, ia diundang sebagai panelis dalam Istanbul Youth Summit di Turki. Di sana ia berbagi pengalaman dan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan seksualitas berbasis nilai agama.  Melalui TauLebih, Zhafira berharap dapat menormalisasi diskusi terkait hak dan kesehatan seksualitas dan reproduksi di Indonesia, serta memberikan edukasi yang sesuai dengan nilai-nilai agama. Dedikasinya dalam bidang tersebut mencerminkan komitmennya untuk menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya pendidikan seksualitas yang sehat dan bertanggung jawab.

Selain fokus pada pengembangan TauLebih, Zhafira juga aktif berbagi pengalaman dan pengetahuannya melalui berbagai platform media sosial. Ia memiliki kanal YouTube dan akun Instagram yang menjadi wadah untuk membagikan konten seputar pendidikan, pengalaman hidupnya di luar negeri, serta tips dan motivasi bagi generasi muda.

Banyak orang menjadikan Zhafira Aqyla sebagai panutan bukan hanya karena prestasi akademisnya yang membanggakan, tetapi juga karena keberaniannya untuk menyuarakan hal-hal penting yang kerap diabaikan. Konsistensinya dalam membangun ruang aman untuk edukasi, serta komitmennya untuk menjangkau masyarakat dari berbagai latar belakang menjadikan Zhafira simbol dari generasi muda yang berpikir terbuka, dan tak takut membuat perubahan.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.