SUARA USU
Film

Melihat Kisah Cinta Terakhir Dilan Lewat Film, Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995

Sumber: Kompas.com

Penulis: Grace Angelia S

Suara USU, Medan. Kisah cinta pasangan anak SMA asal Bandung Dilan dan Milea tentu saja sudah tidak asing terdengar di kalangan para remaja saat ini. Cerita Dilan dan Milea yang diangkat ke layar lebar merupakan sebuah karya adaptasi dari buku karya Pidi Baiq seorang noveler ternama. Namun, tidak sedikit kalangan penonton kisah Dilan dan Milea kecewa, karena akhir dari kisah mereka tidak sesuai dengan yang dibayangkan karena pada akhirnya hubungan yang mereka jalin dengan begitu menggemaskan tidak berakhir baik.

Tentu saja, kehidupan harus terus berjalan. Setelah tidak bersama Milea, Dilan tetap melanjutkan kehidupan sehar-harinya, dan bertemu dengan orang-orang baru. Adanya lanjutan kehidupan kisah Dilan selanjutnya dalam film Ancika: Dia yang Bersamaku 1995. Berbeda dengan film Dilan sebelumnya, kali ini pemeran Dilan dibawakan oleh Arbani Yasiz, hal itu jelas terlihat lewat trailer yang berdurasi 2 menit 18 detik.

Mengambil latar tahun 1995, film Ancika menceritakan tentang seorang mantan ketua geng motor bernama Dilan yang jatuh cinta pada Ancika. Namun Ancika adalah wanita yang menghindari hubungan asmara, dan sangat membenci geng motor. Ancika juga selalu menolak setiap lelaki yang mendekatinya. Oleh karena itu, Dilan harus berusaha sangat keras mencari celah untuk mampu mendapatkan hati gadis tersebut karena mempunyai karakter yang sangat berbeda dengan Milea, sang mantan pacarnya.  Usia Dilan dan Ancika juga terbilang terpaut berbeda, belum lagi lingkungan yang ada disekitar mereka sempat menjadi penghambat diantara keduanya.

Apakah Dilan bisa mendapatkan hati Ancika? dan Apakah kisah mereka berakhir dengan indah?

Semuanya akan terjawab dalam film Ancika: Dia Yang Bersamaku 1995 yang masih tayang di bioskop sampai saat ini. Film Ancika ini sangat direkomendasikan untuk para mahasiswa yang saat ini sedang menikmati liburan semester. Film ini juga mengajarkan bahwa setiap orang pasti memiliki masa lalu, namun tidak semua akan selalu terperangkap didalamnya.

Redaktur: Khaira Nazira


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Tanah Surga Katanya: Menggugah Patriotisme di Perbatasan Indonesia

redaksi

Melihat Gambaran Dunia Virtual Metaverse Lewat Film Ready Player One

redaksi

Seaspiracy : Ancaman Kehidupan dari Laut

redaksi