SUARA USU
Uncategorized

Membangkitkan Semangat Interaksi Sosial Dengan Anak Berkebutuhan Khusus

Oleh: Putri Juniman Zega

Suara USU, Medan. Interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu maupun kelompok untuk menjalin hubungan pertemanan, diskusi, kerjasama yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Begitu juga dengan anak yang berkebutuhan khusus yang membutuhkan interaksi sosial dengan sesamanya. Keterbatasan fisik yang mengurangi semangat untuk berinteraksi, minimnya komunikasi yang dilakukan, adanya rasa ketidaknyaman dalam berinteraksi. Sehingga terjadinya  interaksi yang minim dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini merupakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan di Panti Asuhan Terang Sukacita Abadi di Helvetia, kampung Lalang, Kota Medan, Sumatera Utara.

Pada praktikum ini mahasiswa diharapkan dapat melakukan Project Based Learning (PBL) adalah sebuah mini projek yang dilakukan mahasiswa Program Studi Kesejahteraan sosial yang bertujuan untuk mengubah atau mengembalikan fungsi sosial klien melalui metode-metode pekerjaan sosial.

Kegiatan Pratikum ini dilakukan kurang lebih tiga bulan yang dimonitor oleh Dosen Pengampuh Mata Kuliah Pratikum I&II Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kessos dengan supervisi Bapak Agus Suriadi S. Sos, M.Si.

Interaksi sosial ini diperlukan agar anak semangat untuk melakukan komunikasi dengan temanya dan bertujuan untuk menggali daya tarik interaksi anak dengan melalui kelompok kecil, belajar bersama, bermain dengan anak panti, selalu mengajak interaksi.hal ini dapat menarik semangat anak untuk melakukan interaksi dengan sesamanya tanpa merasa canggung atau kesulitan dalam berinteraksi.

Kegiatan yang sering dilakukan dapat membangkitkan semangat anak panti, tidak ada yang membeda-bedakan dalam melakukan kegiatan, semua ikut partisipasi dalam melakukan. Adanya dukungan dari teman, kepala panti, serta saya selaku yang selalu memberikan support, semangat dan mendidik anak untuk meningkatkan sosialisasi dengan lingkungan yang lebih baik. Dalam interaksi yang dilakukan, membutuhkan motivasi dan daya tarik tersediri  yang harus dilakukan, agar setiap anak dapat merasakan kenyamanan dalam setiap kegiatan yang dilakukan.

Intervensi sosial dalam ranah mikro (individu) merupakan kegiatan yang dilalukan oleh pekerja sosial dalam bentuk layanan pendampingan untuk mengatasi klien secara langsung. Dalam kegiatan PKL ini juga dilakukan mini project yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan. Putri mengambil salah satu klien berinisial D merupakan salah satu anak panti asuhan yang berusia 7 tahun. Setelah melalukan pendekatan dan berbincang-bincang, ditemukannya permasalahan mengenai minimnya interaksi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam membantu klien menyelesaikan permasalahan tersebut, Putri menggunakan Metode Casework yang terdiri dari beberapa tahapan berikut ini (Skidmore, Thackeray dan Farley:dalam Adi (204-208) :

1.     Tahap penelitian (Study Phase), mulai terjalin relasi antara pekerja sosial dan klien. Pada tahap ini relasi antara Putri dan D berkembang, dengan mengumpulkan dan memilah data klien yang dapat menjadi pegangan proses tahapan terhadap klien.

2.     Tahap Pengkajian (Assessment Phase), pada tahapan ini diawali dengan masalah yang dialami klien, sebagai langkah pertama untuk memahami permasalahan yang dihadapi oleh klien dengan menganalisis menggunakan SWOT.

3.     Tahap Intervensi, pada tahapan ini sebenarnya sudah dapat dikatakan sebagai treatment ketika sudah membantu klien untuk menbantu kondisi klien. Putri dan D melakukan proses pemecahan masalah  dengan berbagai program perencanaan. Dimana dimulai dengan memberikan pemahaman sikap yang perlu diajarkan kepada D, baik bersikap kepada orang yang lebih tua,muda dan teman-teman yang ada dilingkungan, kemudian penerapan mengenai kelompok kecil, belajar bersama, bermain dengan anak panti. Kegiatan ini selalu diperhatikan agar dapat membentuk sikap yang baik hingga proses penyelesaian masalah dapat berjalan dengan lancar.

4.     Tahap Terminasi, tahap ini merupakan tahapan dimana relasi antara Putri dan D dihentikan, dimana sudah adanya perubahan terhadap D unutk mengatasi permasalahannya.

Diakhir Pratikum, Putri mengajak anak-anak panti untuk menbuat kesan dan pesan selama proses pratikum, dan memberikan pesan kepada anak-anak untuk tetap semangat, menjalin interaksi yang baik dalam panti, dan selalu beretika sopan santun yang baik kepada yang lebih tua maupun yang muda, serta menerapkan interaksi dan komunikasi yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Serta saya mengucapkan Terima kasih  kepada DPL  Bapak Fajar Utama Ritonga S.Sos, M.Kessos, Kepala Panti Asuhan, seta anak-anak panti yang ikut berpatisipasi selama saya pratikum sudah banyak membantu saya.

Artikel ini adalah publikasi tugas Praktek Kerja Lapangan dengan Dosen Pengampu Fajar Utama Ritonga S.Sos., M.Kesos.

Redaktur: Khalda Mahirah Panggabean 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Membangun Kebhinnekaan Indonesia: Tantangan dan Solusi dari Sudut Pandang Mahasiswa

redaksi

Membangun Kepercayaan Diri Seorang WBP Untuk Mempersiapkan Reintegrasi Ke Masyarakat

redaksi

Penerapan Perilaku Mahasiswa Sesuai Pancasila dalam Pencegahan Senioritas sebagai Tradisi di Kampus

redaksi