Home Entertaiment Menemukan Self-Healing dalam Lagu “Tenang” karya Yura Yunita
EntertaimentMusik

Menemukan Self-Healing dalam Lagu “Tenang” karya Yura Yunita

Share

Oleh: Fatimah Az-Zahra

Suara USU, Medan. Di tengah kehidupan yang berjalan cepat dan penuh tekanan, istilah self-healing semakin sering dibicarakan. Self-healing merujuk pada proses pemulihan diri dari emosi negatif, stres, luka batin, maupun trauma yang dapat memengaruhi kesehatan mental dan fisik seseorang. Proses ini dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari refleksi diri, aktivitas kreatif, hingga mendengarkan musik. Salah satu lagu yang sering dianggap mampu menghadirkan ruang refleksi sekaligus ketenangan adalah lagu “Tenang” karya Yura Yunita.

“Tenang” merupakan single Yura Yunita yang dirilis pada tahun 2021 dan menjadi bagian dari album Tutur Batin yang diluncurkan pada 22 Oktober 2021. Lagu ini dikenal luas karena liriknya yang reflektif dan emosional, serta aransemen musik yang sederhana namun kuat dalam menyampaikan suasana batin. Melalui lagu ini, Yura tidak hanya menghadirkan musik yang enak didengar, tetapi juga ruang untuk merenung.

Dalam lagu ini, Yura Yunita menghadirkan nuansa musik yang lembut dan minimalis. Aransemen yang sederhana membuat pesan dalam liriknya terasa lebih kuat dan menyentuh, sehingga lagu ini dapat menjadi salah satu bentuk self-healing bagi pendengarnya. Liriknya menggambarkan kegelisahan yang muncul pada waktu paling sunyi, yaitu dini hari, ketika pikiran sering kali dipenuhi berbagai kekhawatiran. Lagu ini merepresentasikan seseorang yang sedang mengalami konflik batin dan berusaha mencari jawaban atas kegelisahan yang dirasakannya. Karena kegelisahan merupakan pengalaman yang hampir pernah dirasakan setiap orang, lagu ini menjadi terasa dekat dan relevan bagi banyak pendengar. “Tenang” juga menggambarkan kondisi manusia yang diam-diam menyimpan rasa lelah di tengah kehidupan yang penuh dengan berbagai tantangan.

Dialog dini hari
Kepada diriku sendiri
Tak bisa ku tertidur lagi
Melayang pikirku tak pasti

Dialog dini hari
Resah gelisah mengiringi
Berharap ada yang mengerti
Berharap kau ada di sini

Penggalan lirik tersebut menggambarkan betapa sulitnya ketika seseorang dilanda rasa khawatir atau gelisah di tengah malam. Kegelisahan itu membuat seseorang sulit tidur, sementara pikirannya terus dipenuhi berbagai kekhawatiran. Di tengah kondisi tersebut, muncul harapan sederhana agar ada yang menemani dan memahami perasaan yang sedang dirasakan. Namun, di balik kegelisahan itu juga tersimpan harapan yang lebih dalam, yaitu keinginan untuk menemukan ketenangan serta memperoleh petunjuk dari Sang Pencipta.

Tenang, tenang yang tak kunjung datang
Menanti-nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Tenang, tenang, oh, datanglah tenang hari ini

Tenang, tenang yang tak kunjung datang
Menanti-nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu
Kadang-kadang kelam ini datang menghampiri, oh-oh

Dari penggalan lirik tersebut, Yura Yunita menunjukkan bahwa rasa kelam atau kegelisahan dapat datang kapan saja. Pengulangan kata “tenang” dalam lagu ini tidak hanya berfungsi sebagai bagian dari lirik, tetapi juga menghadirkan nuansa spiritual yang menyerupai sebuah doa. Hal ini terlihat dari penggunaan frasa “cahaya-Mu” dan “petunjuk-Mu” yang menunjukkan bahwa lirik tersebut ditujukan kepada Tuhan sebagai tempat meminta jawaban ketika kegelisahan datang.

Penggambaran ini juga berkaitan dengan waktu malam yang sering dianggap sebagai momen yang tenang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Melalui liriknya, Yura menghadirkan harapan agar ketenangan dapat segera hadir di tengah perasaan yang gelisah. Pada akhirnya, lagu ini menegaskan bahwa cahaya dan petunjuk dari Sang Pencipta menjadi hal yang penting bagi manusia untuk menemukan rasa tenang dalam dirinya.

Jauhkanku dari sedih itu
Aku merindu padamu
Jauhkanku dari gelap itu
Aku kembali pada-Mu

Pada akhirnya, penggalan lirik tersebut menggambarkan realitas yang sering dialami manusia. Ketika kesedihan datang, setiap orang tentu berharap agar perasaan itu segera berlalu. Lirik tersebut juga menegaskan bahwa di balik ketakutan dan kegelisahan, terdapat kerinduan yang mendalam kepada Sang Pencipta. Melalui liriknya, Yura Yunita menunjukkan bahwa ketenangan sejati dapat ditemukan ketika manusia kembali mengingat dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Mengingat Tuhan menjadi cara untuk meredakan kecemasan dan menghadirkan kedamaian dalam diri.

Pesan utama yang ingin disampaikan lagu ini adalah tentang harapan. Di balik setiap ketakutan dan kegelisahan, selalu ada harapan untuk menemukan ketenangan. Ketika seseorang menghadapi masalah yang berat, berdoa dan kembali kepada Tuhan dapat menjadi sumber kekuatan sekaligus ketenangan. Lagu “Tenang” mengingatkan bahwa harapan untuk memperoleh kedamaian akan selalu ada bagi mereka yang tidak menyerah, terus berdoa, dan percaya bahwa selalu ada cahaya serta petunjuk dari Sang Pencipta.

Redaktur: Debora Gracia Nauli

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.