SUARA USU
Featured Musik

Mengenal Overthinking , Ruminasi, dan Khawatir

Oleh: Atika Larasati

Suara USU, Medan. Pernahkah kamu memikirkan sesuatu secara berlebihan? Merasa cemas dengan apa yang akan terjadi di masa akan datang? Atau bahkan, terjebak dengan pikiran yang ada di masa lalu? Pada dasarnya, manusia memang diberi akal untuk berpikir, tetapi jika dilakukan secara berlebihan hingga menyebabkan stres, juga bukanlah hal yang baik. Mari mengenal apa itu overthinking, ruminasi, dan khawatir.

Apa sih overthinking, ruminasi, dan khawatir itu?

Mari mulai dengan overthinking dahulu. Overthinking adalah menggunakan terlalu banyak waktu untuk memikirkan sesuatu dengan cara yang merugikan. Overthinking ini dapat berupa ruminasi dan rasa khawatir. Ruminasi merupakan kecenderungan untuk terus memikirkan hal yang telah berlalu, sedangkan khawatir lebih berfokus dengan masa depan dan mempertanyakan hal yang belum pasti terjadi.

Ruminasi dan khawatir jika dibiarkan dan terus berlanjut, makan akan berubah menjadi catastrophizing, yaitu salah satu bentuk dari distorsi kognitif. Ketika seseorang sudah mengalami hal ini, maka ia akan melebih-lebihkan dan memiliki pikiran yang tidak rasional dan merasa tidak memiliki jalan keluar.

Apa tanda-tanda overthinking?

Ada beberapa gejala general yang dialami overthinker, tetapi ada baiknya konsultasikan kepada ahli untuk menghindari self-diagnosed.

  • Selalu merasa lelah

Hal ini dapat terjadi karena memiliki perasaan gelisah yang akan menyita waktu dan tenaga. Berpikir secara berlebihan dapat menimbulkan stres. Saat stres, tubuh menghasilkan hormon penghasil stres secara konstan yang akan membuat tubuh menjadi lelah.

  • Tidak percaya dengan penilaian diri sendiri

Merasa penilaian orang akan sesuatu yang ada pada diri itu hal yang sangat penting. Sangat tidak percaya atas penilaian diri sendiri sehingga selalu meminta penilaian orang lain.

Merasa takut akan masa depan

Bukannya mengapresiasi akan apa yang sudah dicapai, justru khawatir akan masa yang akan datang. Hal yang justru belum terjadi.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

Jika memiliki kemauan untuk berubah dan menghilangkan overthinking, kita dapat mengatasinya. Dimulai dengan memunculkan emosi positif ke dalam diri. Perasaan yang dimaksud adalah perasaan bahagia, bersyukur, dan rasa cinta.

Kita juga harus istirahat untuk mengurangi kecemasan dalam diri dengan memikirkan hak yang menenangkan.

Terakhir, kita dapat melakukan aktivitas fisik untuk distraksi. Hal ini bertujuan agar tidak terlalu fokus pada pemicu hal yang membuat overthinking.

Sesungguhnya pikiran negatif bukan berarti itu salah, tetapi yang terpenting adalah kita menyadari bahwa kita memiliki kendali penuh atas pikiran kita. Semua rasa emosi positif akan muncul ketika kita berpikiran positif. Berpikiran positif, maka akan muncul perilaku yang positif pula.

Redaktur : Fitri Dian Jannah

Related posts

Suara Dunia, Sebuah Lagu Untuk Alam Semesta

redaksi

Storytelling: Kisah Tentang Seseorang yang Terjebak Friendzone

redaksi

Makna di Balik Lagu Baru Isyana Sarasvati “LEXICON”

redaksi