SUARA USU
Uncategorized

Meningkatkan Kemampuan Minat Membaca, Menulis, dan Berhitung (CALISTUNG) Serta Sosialisasi Penerapan Etika dan Moral

Penulis: Ira Revina

Suara USU, Medan. Kampus Mengajar adalah bagian dari program Kampus Merdeka yang bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan.

Dalam Kampus Mengajar tersebut program yang akan saya jalankan mengenai meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta sosialisasi terkait penerapan etika dan moral. Membaca, menulis, dan berhitung merupakan keterampilan yang harus dikuasai siswa-siswi di Sekolah Dasar, dan program “calistung” ini mendapatkan prioritas karena ketiganya merupakan dasar dari penguasaan mata pelajaran yang lain dan mempengaruhi mutu pendidikan. Hal ini diyakini bahwa membaca, menulis, dan berhitung merupakan dasar untuk menumbuhkan kemampuan berpikir logis, sistematis, dan keterampilan merefleksikan pikiran dan ide siswa.

Pada permasalahan mengenai calistung ini adanya kesulitan dalam membaca akan mengakibatkan ketidakmampuan dalam menangkap pesan-pesan tulisan, padahal semua mata pelajaran pesannya disampaikan melalui tulisan (huruf, angka-angka dan simbol-simbol lain), untuk mengatasi hal tersebut yang dapat dilakukan yaitu seperti latihan membaca, menulis dan menghitung pada siswa yang memiliki kesulitan belajar. Penerapan program calistung menjadi salah satu tujuan tercapainya kemampuan siswa-siswi dan menjadikan siswa-siswi lebih gemar membaca, menulis, dan menghitung dalam peningkatan literasi dan numerasi.

Selain itu, dalam kehidupan sehari-hari kemampuan akademik tidak cukup untuk mencapai keberhasilan dalam bidang pendidikan, tetapi etika dan moral juga perlu di terapkan dalam bidang pendidikan, maka dari itu, selain meningkatkan kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung), saya juga memberikan sosialisasi mengenai penerapan etika dan moral. Etika dan moral merupakan salah satu problematika pendidikan, khususnya di Sekolah Dasar yang merupakan salah satu penyumbang dalam masalah di negara ini. Bagaimana tidak, sering dijumpai siswa yang melakukan kebohongan terhadap hal yang telah dilakukan seperti melakukan tawuran, rendahnya rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta tutur kata yang tidak sopan dalam berkomunikasi. Dalam hal ini saya memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada siswa-siswi tentang pentingnya penerapan etika dan moral di kehidupan sehari-hari serta mampu memahami akibat dari dekadensi moral.

Oleh karena itu, saya Ira Revina (200902025) Mahasiswi Kesejahteraan Sosial, FISIP USU mengikuti program Kampus Mengajar Mitra USU Angkatan 2 yang berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Medan sekaligus Praktik Kerja Lapangan (PKL 1) yang dilaksanakan di UPT SD Negeri 060891 Jl. Jamin Ginting No. 303, Padang Bulan, Kec. Medan Baru, Kota Medan. Untuk melaksanakan program ini didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ibu Hairani Siregar, S.Sos., M.SP dan Guru Pamong sekolah, yaitu Ibu Indah Rahmadani. S, A.Md, serta Dosen Pengampu Mata Kuliah PKL 1 , yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.

Program ini berlangsung kurang lebih selama 4 bulan dari bulan Maret hingga Juni 2023. Langkah pertama yang saya lakukan adalah melakukan observasi ke sekolah untuk mengetahui keadaan lingkungan sekolah, dan melakukan proses pendekatan kepada pihak sekolah dengan perkenalan diri dan menyampaikan maksud dan tujuan untuk berada di sekolah tersebut.

Selama saya menjalankan program saya juga menggunakan bantuan modul yang diberikan oleh pihak Mitra USU dengan media pembelajaran laptop dan infocus, serta memaparkan video animasi, poster-poster, dan aksi nyata. Oleh karena itu, untuk merealisasikan program yang saya buat agar berjalan dengan lancar, saya menggunakan beberapa tahapan pelayanan pekerja sosial yaitu tahapan metode Group Work. Tahapan tersebut, yaitu :

1. Tahap Assessment
Pada tahap ini untuk mengidentifikasi klien dalam menemukan masalah, potensi, dan kebutuhan yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah klien. Saya melakukan wawancara terhadap siswa-siswi untuk mengetahui permasalahan yang di alami, yang dimana berdasarkan hasil wawancara, terdapat siswa yang kurang lancar membaca, menulis, dan berhitung. Selain mengenai kemampuan di bidang akademik, ternyata tingkat kedisiplinan dan moral pada siswa-siswi di sekolah ini masih tergolong rendah.

2. Tahap Planning
Pada tahap ini adalah merencanakan perencanaan apa yang harus dilakukan untuk permasalahan klien, yang mana perencanaan tersebut juga disepakati oleh siswa-siswi tersebut. Saya membuat perencanaan program yaitu dengan mengajak siswa-siswi ke perpustakaan sekolah, bermain sambil belajar, mengenalkan huruf, angka, dan pengoperasian bilangan, melatih fokus dan konsentrasi, serta melatih siswa-siswi untuk menulis dan merangkai kata dengan baik, serta memberikan edukasi video mengenai etika dan moral.

3. Tahap Intervensi
Pada tahap ini saya mulai membantu klien dengan perencanaan yang sudah disepakati sebelumnya. Saya mengajak siswa-siswi ke perpustakaan dan memilih salah satu buku yang mereka sukai, setelah itu mereka dapat mengulas kembali atau menyampaikan kesimpulan isi dari buku tersebut dan di presentasikan di depan kelas, permainan yang di kolaborasikan dengan pembelajaran yaitu bermain teka-teki silang yang dimana dapat mengasah pengetahuan untuk mengenal huruf dan ejaan kata maupun kalimat, memperlihatkan poster-poster motivasi untuk semangat belajar dan membaca. Selain itu, juga ada pemaparan video yang berisi pengenalan angka dan hitungan lainnya. Siswa-siswi diberi dukungan dan bimbingan agar minat baca itu muncul dari diri siswa-siswi, mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik, serta mengulang kembali bahan yang diajarkan, dan memberikan buku sumber untuk dipelajari siswa. Tidak hanya mengenai edukasi bidang akademik, saya juga mulai menjalankan rencana yang sudah saya rancang sebelumnya. Tahap awal yang saya lakukan adalah memberikan edukasi kepada siswa-siswi melalui video tentang etika dan moral. Setelah itu, saya melakukan tanya jawab kepada siswa-siswi seputar etika dan moral. Setelah saya memberikan edukasi video dan tanya jawab, siswa-siswi telah memahami penerapan etika dan moral, kemudian saya mengarahkan siswa-siswi untuk melakukan aksi nyata mengenai etika dan moral seperti contoh penerapan budaya ‘5 S’ (salam, sapa, senyum, sopan, dan santun) dan mengucapkan kata maaf, tolong, dan terima kasih.

4. Tahap Evaluasi
Pada tahap ini adalah kegiatan monitoring dan kontrol terhadap klien. Nah, yang saya lakukan pada tahap ini adalah mengevaluasi program yang telah saya dan siswa-siswi jalankan, melihat ada atau tidaknya perubahan. Dan ternyata program yang saya rancang dan membawa perubahan dan kemajuan pada kemampuan maupun perkembangan siswa-siswi tersebut, dapat di lihat dari keaktifan siswa-siswi dalam minat baca, menulis, dan berhitung, serta menerapkan budaya ‘5 S’ dan kata ajaib seperti kata maaf, tolong, dan terima kasih saat bertemu dengan guru maupun orang lain.

5. Tahap Terminasi
Pada tahap ini adalah tahapan pemutusan hubungan kontrak antara pekerja sosial dengan klien. Kontrak ini berakhir dikarenakan sudah tercapainya perencanaan program yang di rancang ini terhadap siswa-siswi sehingga memberikan perubahan yang signifikan. Maka dari itu, saya memutuskan kontrak dengan siswa-siswi kelas 4 di UPT SD Negeri 060891.

Harapan saya dengan terlaksananya program ini dapat mengembangkan kemampuan berbahasa siswa-siswi khususnya mengembangkan keterampilan membaca, menulis, dan menghitung serta memberikan nilai yang positif dan membentuk kepribadian juga pola perilaku agar sesuai dengan nilai dan norma yang ada dalam masyarakat dan dapat di terapkan pada kehidupan sehari-hari.

Artikel ini adalah publikasi tugas mata kuliah Praktik Kerja Lapangan I dengan Dosen Pengampu: Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kessos.

Redaktur: Tania A. Putri


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Tahapan Intervensi Sosial dalam Penanganan Anak Terlantar di Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Medan

redaksi

Pengaruh Status Sosial Berdasarkan Gaya Hidup Melalui Pakaian Sehari-hari di Kalangan Mahasiswa/I UMSU Sesuai Sila ke-5 Pancasila

redaksi

Peran Manajemen Administrasi dan Sarana Prasarana Dalam Mewujudkan Perpustakaan yang Efisien dan Responsif di SD Negeri 01 Jatikuwung

redaksi