SUARA USU
Kabar Kampus

Meningkatkan Kreatifitas Dalam Pengembangan Bank Sampah Dan Pengelolaan Limbah Plastik Di Kalangan Anak Kost Dan Ibu Rumah Tangga Di Sekitaran Padang Bulan Kota Medan

Oleh: Novita Purba

SuaraUSU, MEDAN.

Menjaga keseimbangan lingkungan, sosial dan ekonomi merupakan hal yang penting guna mencapai tujuan universal bersama. Seperti praktikum kerja lapangan II yang dilakukan oleh salah satu mahasiswi universitas sumatera utara Novita Purba Nim: 190902014 dibawah bimbingan Dosen Pengampu Bapak Fajar Utama Ritongan S. Sos,M. Kesos dan supervisor sekolah Mia Aulina Lubis S. Sos., M. Kesos di Kantor Lurah Padang Bulan.

Novita sendiri mengajak masyarakat setempat untuk lebih menjaga lingkungan sekitar termasuk anak anak kost dan ibu ibu rumah tangga di sekitaran padang bulan. Selain itu kegiatan yang dilakukan juga mengajak masyarakat untuk lebih kreatif untuk menghasilkan uang sendiri dengan memanfaatkan barang barang bekas dan memanfaatkan waktu luangnya oleh komunitas sasaran komunitas sasaran yang menjadi sasarannya.

Dalam PKL II Novita mengangkat sebuah metode pelayanan atau partisipasi masyarakat yang sangat berguna bagi diri sendiri,keluarga termasuk kepada lingkungan sekitar dikalangan anak anak kost dan ibu rumah tangga di wilayah Padang Bulan dan di bawah pengawasan staff pegawai Kantor Lurah Padang Bulan Kota Medan. Pelaksanaan ini sudah berjalan kurang lebih selama tiga bulan ,yaitu dari tanggal 5 September hingga 23 Desember 2022.

Kali ini praktek kerja lapangan II sangat berbeda selain dilaksanakan secara mandiri tapi juga  metode yang di jalankan berbeda,pada kali ini metode intervensi yang dilakukan Novita adalah Metode intervensi pada level mezzo,praktik ini lebih ditujukan pada level komunitas karena pada dasarnya terdiri dari beberapa model intervensi antara lain dikemukakan oleh glen yang mengacu pada model intervesi:

  1. Community development (pengembangan masyarakat)
  1. Community action (aksi komunitas)

  2. Community services approach (pendekatan pelayanan masyarakat)

Sebelum masuk pada tahap kegiatan Novita lebih terdahulu ikut membantu dan belajar bersama staff tentang kegiatan kegiatan yang dilakukan oleh staff termasuk dalam pemberian bantuan baik dalam bentuk dana ataupun sembako kepada masyarakat yang membutuhkan,seperti lansia,usaha kecil menengah, disabilitas, dan driver grab. Belajar ramah dan sabar dalam menghadapi masyarakat sekitar dengan segala kekurangan yang dimiliki harus boleh ditutupi dan dengan kesabaran yang maksimal.

Melakukan pendalaman terhadap kebutuhan dan syarat syarat yang sudah tertera serta harus lebih mengenali cara atau sikap yang harus di berikan ketikan melayani masyarakat yang terpenting sikap ataupun etika yang tinggi ketika menghadapi masyarakat dan mampu menempatkan diri dang melakukan pengenalan terlebih dahalu kepada nasyarakat ketika menanyakan sesuatu hal yang belum dikuasai dan menjaga agar nama baik lembaga lebih berkualitas.

Tidak hanya itu Novita juga mampu menangani masalah masalah yang dihadapi oleh warga sehingga staff kelurahan dapat melakukan aktivitas di luar kantor seperti rapat dan penanganan disabilitas bersama staff puskesmas sesuai dengan data data yang tersedia.Kegiatan kegiatan pendekatan yang dilakukan oleh Novita terhadap warga di kelurahan padang bulan juga di dukung oleh Bapak Lurah padang bulan serta staff pegawai lain seperti menyediakan konsumsi atau snack dan cendra mata lainnya. Mulai dari pandemic dan masa masa lockdown banyak diakui masyarakat bahwa itu sangat berpengaruh terhadap perekonomian nya,mulai dari dirumahkan sampai di phk sehingga sangat minimnya pemasukan mereka yang mengakibatkan terjadi krisis ekonomi.

Sehingga Novita mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan bank sampah sebagai bentuk partisipasi dalam pengelolaan sampah sampah plastic. Novita menggunakan metode intervensi social pada level mezzo,adapun strategi intervensi yang dilakukan sebagai berikut:

1.Pendekatan Direktif

Novita sendiri melakukan pendekatan berlandaskan azumsi bahwa community worker tau apa yang dibutuhkan dan apa yang baik untuk meningkatkan ekonomi,kemandirian,serta kreatifitas masyarakat. Hal ini antara lain disebabkan perlunya perubahan pengetahuan(knowledge),keyakinan(belief),sikap(attitude),dan niat(intention) individu sebelum terjadi perubahan perilaku yang nyata. Memfasilitasi masyarakat dalam hal ini hanya dengan pengetahuan(knowledge) agar mampu membentuk sampah plastic lebih menarik dengan beragam variasi agar dapat dijual menjadi pemasukan dan menjelaskan seberapa penting sampah plastic itu dimanfaatkan dan dapat memberikan harga yang lebih tinggi dimata masyarakat. Selanjutnya Novita sendiri menjelaskan bahwa disini juga masyarakat harus memiliki keyakinan(belief) untuk lebih maju dan memanfaatkan sampah yang disebut limbah menjadi harga tinggi jika kita memiliki skill dan memiliki keinginan belajar. Disisi lain Novita juga menjelaskan bahwa komunitas sasaran atau masyarakat harus menyadari bahwa kebutuhan tersebut hanya akan terpenuhi bila mereka mau berusaha untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri,mempunyai sumber daya terkait dengan pengetahuan,keterampilan,dan peralatan untuk melakukan tindakan maka dengan ini masyarakat dapat mengembangkan diri mereka.

 

Berikut tahapan tahapan yang dilakukan oleh Novita dalam metode intervensi social dalam level mezzo:

1.Tahap Persiapan

  • Disini Novita sendiri mengajak anak anak kost sekitaran kantor kelurahan padang bulan. Pada awalnya dilakukan melalui studi kelayakan dikarenakan apabila komunitas sasaran yang menjadi sasaran di dapat adalah PNS atau Pekerja Swasta maka sangat sulit untuk mengajak mereka untuk kumpul dan membutuhkan waktu yang sangat sedikit,sehingga yang menjadi sasaran adalah anak anak kost yang masih menjalani studi sehingga lebih mudah mengatur jadwal mereka dan lebih gampah di arahkan,agar mereka juga memiliki pemasukan dan tidak selalu bergantung pada orangtua. Novita sendiri mendatangi mereka dan memperkenalkan diri serta menjalin hubungan yang lebih dekat namun dalam menjalin hubungan dengan komunitas sasaran disini Novita tidak membentuk hubunga formal namun melayakkan diri untuk pengembangan dan pengelolaan untuk mensejahterakan hidupnya. Hal hal yang dibutuhkan adalah suatu karya yang sudah jadi dan sampah plastic yang belum jadi sehingga akan sangat bernilai harganya di kalangan mereka,selanjutnya daya Tarik mereka terhadap barang jadi sangat tinggi dikarenakan Novita melakukan penjualan yang sangat menarik sehingga dianggap menguntungkan.Selanjutnya Novita juga membentuk kelompok dan membuat jadwal dan membuat kontrak tertulis sampai mereka dapat mandiri dan dapat mengembangkan pengetahuannya sendiri.
  1. Tahap Assesment

Pada tahap ini Novita melakukan felt needs yaitu mengidentifikasi masalah kebutuhan yang dirasakan oleh anak anak kost,jika dipandang setiap harinya selalu ada sampah yang dibuang sembarangan sehingga merusak pemandangan termasuk sampah sampah plastic yang sangat sulit membusuk dan apabila dibakar maka akan terjadi pencemaran lingkungan. Kota medan menjadi pusat perhatian dikarenakan ada 2000 ton sampah setiap harinya yang bertambah dan jika bukan kita yang menjaga bias saja Kota Medan menjadi rusak hanya karena tangan tangan manusia yang tidak bertanggung jawab terlebih terhadap sampah plastic. Dalam proses Assesment kali ini anak kost harus memiliki kesadaran sendiri untuk melibatkan dirinya secara aktif agar secara tidak langsung mereka ikut membantu penanganan dalam pengembangan bank sampah dalam pengelolaan bank sampah. Terkait fasilitas hanya membutuhkan Gunting,sampah plastic baik bungkus makanan sekecil apapun serta kemauan untuk lebih maju demi kebaikan diri sendiri namun berdampak  secara umum kepada masyarakat lainnya. Beberapa dari antara mereka ada yangn tidak menyadari bahwa banyak di sekeliling mereka yang nilainya sangat tinggi apabila di tempah dengan kemauannya dan secara tidak langsung mereka sendiri yang mendatangkan hal hal yang merusak lingkungan mereka. Novita melihat ada anak anak kost yang membuang sampah nya di selokan air yang membuat saluran air tidak berjalan dengan lancer sehingga sasaran lebih tepat untuk mereka,dan ketika sudah ikut bergabung banyak sekali hal hal yang menguntungkan.

  1. Tahap Perencanaan Alternatif Program

Pada tahap ini Novita melibatkan Ibu Ibu rumah tangga yang untuk tidak asal menimbun sampah di dalam rumah atau diteras rumahnya, dan lebih mengajak ibu ibu rumah tangga ikut berpartisipasi dalam pengembangan bank sampah, karena apabila sampah ditimbun di dalam rumah akan mendatangkan banyak nyamuk yang mengancam kesehatan dan apabila di timbun diteras rumah maka akan terjadi pencemaran lingkungan oleh karena itu Novita mengajak Ibu ibu rumah tangga ikut mengumpulkan sampah sampah plastic seperti plastic rinsp,sabun,bungkusan jajanan,atau pun bungkusan hasil belanjaan mereka,Novita juga menjelaskan bahwa ikut dalam pengembangan bank sampah akan berdampak positif besar bagi mereka.

4.Tahap Pemformulasian Rencana Aksi

Pada tahap ini tidak membutuhkan waktu lama,selain mengatur jadwal Novita juga membagi sepuluh(10) kelompok yang terdiri dari limapuluh(50) orang,diantaranya  duapuluhlima (25) anak kost dan dua puluh lima (25) ibu ibu rumah tangga,daalam satu kelompok terdiri dari lima(5) orang,dan tiga(3) diantaranya anak kost  dan dua(2) diantaranya ibu ibu rumah tangga,Novita membentuk dalam satu kelompok lebih banyak anak muda dikarenakan daya tangkap mereka  akan lebih tinggi sehingga mereka dapat menyalurkan kepada ibu ibu dalam kelompok mereka.

Dalam tahap ini juga Novita memberikan sepuluh(10) jenis karya yang akan di hasilkan dari sampah plastic,antara lain:

-tas kecil

-tas besar

-tikar sedang

-bunga mawar polos

-bunga mawar warna

-kotak sabun

-tempat sampah

-keranjang belanja

-tas tempat sepatu

-tas make up

5.Tahap Pelaksanaan Implemetasi Program

Dalam tahap ini Novita memberikan arahan,cara,dan tutorial dalam setiap produk yang akan dihasilkan.Tentu disini sangat membutuhkan kerja sama yang tinggi agar tidak melenceng produk yang telah ditentukan pada tiap kelompok. Sesuai dengan kontrak maka tidak diizinkan satu pun dari mereka melenceng dari syarat dan kontrak yang telah ditentukan karena akan memberatkan Novita selaku community worker untuk turun kembali ke lapangan.

  1. Tahap Evaluasi Proses dan Hasil Perubahan

Pada tahap ini pembentukan kemandirian pada komunitas sasaran masing masing diharuskan dikarenakan Novita tidak dapat memantau kesepuluh kelompok sehingga setiap kelompok ditunjuk untuk mengawasi anggota kelompoknya sendiri dalam membuat kerajinan dan meminta pertanggungjawaban akan hasil dari pemanfaatan sampah,sehingga Novita dapat mengajak mereka untuk memasarkan hasilnya. Dibagian pemasaran hasil di perlukan penilaian dari setiap pembeli mengenai kepuasan dari barang yang telah jadi dan telah terjual agar menjadi monitoring atau koreksi bagi setiap komunitas sasaran. Ruang lingkup pembeli yang utama adalah staff pegawai di kantor kelurahan,selain memberi penilaian juga dapat membantu dalam memasarkan ke staff di kantor lain sehingga muncul perubahan yang positif untuk meningkatkan kualitas dari produk,dan hasil dari penjualan akan digunakan untuk membeli peralatan yang kurang dan untuk akan dibagi rata pada komunitas sasaran dan akan timbul manfaat dari pengembangan bank sampah tersebut. Kebanggaan tersendiri muncul dari individu setiap komunitas sasaran sehingga mereka lebih memanfaatkan sampah sampah plastic dan tidak menbuang sampah ke selkan termasuk lebih menjaga kesehatan mereka.

7.Tahap Trminasi

Pada Tahap ini dimana sudah berakhirnya hubungan antara community worker dengan komunitas sasaran,akan tetapi berakhirnya hubungan bukan bermaksud memutuskan hubungan dengan mereka secrara tidak formal melainkan kontrak yang telah ditentukan telah berakhir,bukan berarti tidak ada pertemuan diluar jadwal sebelumnya,Novita sendiri tetap melakukan kontak diluar daripada tugas untuk bertemu dengan komunitas sasaran lama dan membentuk komunitas sasaran baru agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan serta lebih menyadarkan ke diri masing masing bahwa masih banyak hal hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah yang dapat meningkatkan sumber daya manusia dan tetap di jalur pengembangan bank sampah dalam pengelolaan limbah plastic di Padang Bulan sekitrnya.

Related posts

Bermodalkan Patah Hati, Mahasiswi Teknik USU Ini Lulus Beasiswa XL Future Leaders dari 17.000 Kandidat!

redaksi

Pemko Medan Terapkan Cluster Isolation, Ini Respon Pengamat Kebijakan Publik

redaksi

Teman Tapi Menikah 2 : Tantangan Menjadi Orang Tua Muda

redaksi