SUARA USU
Kabar Kampus

Menumbuhkan Hobi dan Bakat Anak- Anak Panti Asuhan untuk Keterampilan Hidup Bersama Mahasiswi Kesejahteraan Sosial FISIP USU

Oleh: Ade Rafiah

Suara USU, MEDAN. Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan wujud relevansi antara teori yang didapat selama di perkuliahan dengan memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk berpartisipasi langsung secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang kompeten.

Kegiatan praktikum merupakan salah satu mata kuliah wajib yang harus dilakukan para mahasiswa Calon Pekerja Sosial di Program Studi Kesejahteraan Sosial FISIP USU.  Pada saat ini kegiatan praktikum II telah dilaksanakan oleh Mahasiswi semester 7 Prodi Kesejahteraan Sosial, FISIP USU di Panti Asuhan Pembangun Didikan Islam yang dibimbing Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos, M.Kesos selaku Supervisor sekolah sekaligus Dosen Pengampu Mata Kuliah Praktikum II.

Tujuan akhir dari praktikum II ini yaitu membuat mini project dengan menggunakan metode intervensi pada level mezzo. Metode ini bertujuan untuk membantu kelompok yang mengalami masalah dengan upaya meningkatkan keberfungsian sosial kelompok tersebut.

Adapun tahapan-tahapan intervensi yang digunakan praktikan untuk menumbuhkan bakat dan hobi anak-anak di Panti Asuhan Pembangun Didikan Islam menurut Zastrow (dalam Soeharto, 2007) yaitu sebagai berikut:

Tahap Intake Case

Pada tahap Intake Case, praktikan mendatangi panti asuhan untuk meminta izin melakukan kegiatan praktikum II dan melaksanakan mini project di Panti Asuhan Pembangun Didikan Islam, Kota Medan. Penulis mendapatkan sambutan yang hangat oleh pengurus panti yaitu Ibu NA dan di perbolehkan melakukan kegiatan praktikum II di panti tersebut.

Pada pertemuan berikutnya praktikan melakukan perkenalan untuk menjalin kedekatan dengan anak-anak panti dengan tujuan memperoleh kesepakatan untuk melaksanakan mini project kepada mereka. Kemudian praktikan menerima kesepakatan dari anak-anak panti.

Tahap Assesment dan Perencanaan Intervensi

Pada tahap ini praktikan melakukan perkenalan kepada anak-anak panti untuk menjalain kedekatan selama praktkum II dijalankan kedepannya. Pada saat perkenalan praktikan menanyakan tentang hobi dan bakat yang mereka gemari. Namun pada saat menanyakan tentang hobi dan bakat, masih terdapat beberapa diantara mereka yang belum mengatahui atau belum menemukan hobi dan bakat pada diri mereka masing-masing.

Padahal hobi  dan bakat bermanfaat untuk menggali potensi diri.  Hobi juga dapat membantu menjaga kesehatan mental dan fisik serta membantu menghilangkan stress. Bakat juga bermanfaat untuk mengetahui potensi diri termasuk kelebihan dan kekurangan baik dari segi akademis maupun kepribadian. Dengan ini praktikan memilih masalah ini untuk dillakukan pendekatan dengan tujuan menumbuhkan keterampilan hidup (life skills) dengan menemukan hobi dan bakat anak-anak di panti asuhan.

Tahap Penyeleksian Anggota

Pada tahap ini, praktikan memilih 14 anak remaja putri dengan rentang usia 13-15 tahun yang memiliki persoalan dimana mereka belum menemukan hobi dan bakat yang harus mereka ketahui. Pemilihan dilakakukan berdasarkan usia tersebut karena pada usia remaja seorang anak harus bisa menemukan potensi dalam dirinya untuk memiliki jurusan yang dirinya perlukan untuk masa depan.

Tahap Pengembangan Kelompok

Pada tahap ini praktikan menjalankan Mini Project “Menumbuhkan Hobi dan Bakat Anak-anak di Panti Asuhan Pembangun Didikan Islam untuk Meningkatkan Keterampilan Hidup (life skill)” sebagai pelaksanaan intervensi kelompok. Praktikan memperkenalkan beberapa kegiatan seperti melukis dan membuat kerajinan-kerajinan tangan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan dengan beberapa tahap. Kegiatan juga diselingi dengan games dan ice breaking supaya tidak membosankan. Praktikan berharap supaya kegiatan ini dapat menumbuhkan bakat klien.

Tahap Evaluasi dan Terminasi

Pada tahap evaluasi, praktikan melihat sejauh mana keberhasilan dari program yang telah dilakukan. Dan pada pengembangan kelompok tujuan dari Menumbuhkan Hobi dan Bakat Anak-anak di Panti Asuhan Pembangun Didikan Islam untuk Meningkatkan Keterampilan Hidup (life skill) telah tercapai.

Hal ini di nilai berdasarkan aktivitas mereka yang memanfaatkan waktu luang di Panti Asuhan dengan melakukan beberapa hobi mereka seperti membaca, melukis dan membuat kerajinan tangan. Hal ini diharapkan terus memunculkan ide kreatifitas yang akan berguna di masa depan. Kemudian praktikan melakukan terminasi dan pengakhiran intervensi terhadap klien.

Pada pertemuan terakhir praktikan melakukan perpisahan bersama anak-anak dan Pengurus Panti Asuhan Pembangun Didikan Islam. Praktikan mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada pihak panti yang telah memperbolehkan melakukan praktikum II dan kepada anak-anak panti yang telah berpartisipasi sehingga semua dapat berjalan dengan baik. akhir pertemuan praktikan meberikan kenang-kenagan kepada anak-anak dan diakhiri foto bersama.

Related posts

Tim CoCandy-19 dari USU Lulus Nasional Program Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia!

redaksi

Memperingati Bulan Pahlawan, GMNI FISIP USU Sukses Selenggarakan Lomba Baca Puisi Sekawasan USU

redaksi

Usai Pelantikan, Ini Harapan Ketua UKM Studi Pedesaan!

redaksi