Home Kabar Kampus Minim Sekat Bilik Suara, Pemira FT USU Sempat Tertunda Akibat Kendala Teknis
Kabar Kampus

Minim Sekat Bilik Suara, Pemira FT USU Sempat Tertunda Akibat Kendala Teknis

Share

Reporter: Emia Timentha Tarigan dan Naisya Husna Hafizahtul Salwa Anshari

Suara USU, Medan. Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Sumatera Utara (USU) turut berpartisipasi dalam kegiatan demokrasi kampus melalui Pemilihan Raya (Pemira) USU yang digelar pada Kamis (16/04/2026) di Laboratorium Komputer Lantai 1, Departemen Teknik Elektro. Agenda tahunan ini bertujuan untuk menentukan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) periode 2026/2027. Meskipun pemungutan suara yang dijadwalkan mulai pukul 08.00 WIB sempat tertunda selama 15 menit akibat kendala teknis pada sistem, pelaksanaan tetap berlangsung di bawah pengawasan ketat oleh panitia pelaksana dan pengamanan Resimen Mahasiswa (Menwa).

​Raja Alfandi Pulungan selaku Panitia Pelaksana Pemira di tingkat Fakultas Teknik, mengonfirmasi adanya keterlambatan pembukaan bilik suara. Menurutnya, kendala teknis pada sistem menjadi penyebab utama operasional tidak dapat dimulai tepat waktu. “Tidak tepat jam 8 juga tadi karena memang beberapa sistem juga agak telat dari yang dikonfirmasinya,” ujarnya dalam wawancara dengan Suara USU (16/04/2026). Ia juga menambahkan bahwa kendala yang dialami oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) ini tidak hanya terjadi di Fakultas Teknik, melainkan juga dialami di beberapa titik lokasi lainnya, meskipun durasi keterlambatan relatif singkat yakni sekitar 15 menit.

​Guna menjaga kondusivitas di area pemungutan suara, sejumlah anggota Menwa disiagakan untuk membantu pengamanan. Untuk mengoptimalkan koordinasi, personel Menwa dilengkapi dengan alat komunikasi pendukung yang memungkinkan penyampaian informasi antaranggota dilakukan secara real-time, baik di lingkup Fakultas Teknik maupun dengan personel yang tersebar di fakultas lainnya di lingkungan USU.

​Meskipun proses pemungutan suara berjalan relatif lancar, pihak panitia memberikan catatan kritis terhadap penerapan sistem Pemira tahun ini. Panitia menilai masih ada celah kekurangan, terutama terkait aspek transparansi dan jaminan kerahasiaan pemilih. Salah satu poin yang disoroti adalah minimnya fasilitas fisik di lokasi, seperti ketiadaan pembatas atau sekat antarbilik suara yang idealnya berfungsi menjaga privasi pilihan mahasiswa.

​Selain itu, panitia mengungkapkan bahwa implementasi sistem baru ini terkesan terburu-buru, sehingga dikhawatirkan dapat menimbulkan celah kecurangan. Namun, di sisi lain, metode baru ini diakui memiliki keunggulan dari segi efisiensi waktu pelaksanaan. Panitia menilai metode ini cukup direkomendasikan untuk digunakan kembali di masa depan, dengan catatan harus ada antisipasi yang lebih matang guna meminimalisir potensi kecurangan yang mungkin terjadi.

​Partisipasi mahasiswa dalam Pemira ini membawa harapan besar bagi perubahan arah organisasi kemahasiswaan di universitas. Mariana Nainggolan, salah satu mahasiswa Fakultas Teknik yang menyalurkan hak suaranya, menyampaikan harapannya agar siapa pun pasangan calon yang terpilih nantinya dapat memiliki integritas yang tinggi. Ia berharap pemimpin baru BEM USU dapat menjalankan visi dan misi yang telah dijanjikan selama masa kampanye secara nyata kepada seluruh mahasiswa.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.