SUARA USU
Uncategorized

Motivasi Belajar Edukasi Pengetahuan Terhadap Kekerasan Seksual Melalui Gadget Pada Anak Remaja di Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai

Penulis: Ira Revina

Suara USU, Medan. Di era sekarang, segala sesuatu dapat diselesaikan dengan cara-cara yang praktis. Hal ini merupakan dampak yang timbul dari hadirnya teknologi. Teknologi adalah sesuatu yang bermanfaat untuk mempermudah semua aspek kehidupan manusia. Penggunaan teknologi oleh masyarakat menjadikan dunia teknologi semakin lama semakin canggih. Salah satu contoh fasilitas canggih saat ini adalah Gadget. Di awal kemunculannya, gadget hanya dimiliki oleh kalangan tertentu yang benar-benar membutuhkannya demi kelancaran pekerjaan mereka. Kini gadget bukan lagi sekedar alat berkomunikasi, tetapi gadget juga merupakan alat untuk mencipta dan mnghibur dengan suara, tulisan, gambar dan video. Sekarang manusia berlomba-lomba untuk memiliki gadget karena gadget bukan hanya merupakan alat berkomunikasi, namun juga bagi masyarakat pada umumnya gadget sekaligus sebagai lifestyle (gaya hidup), tren, dan prestise.

Penggunaan teknologi gadget pada saat ini tidak mengenal umur mulai dari orang dewasa hingga anak-anak usia pendidikan dasar pun sudah menggunakannya. Belajar menggunakan gadget kepada anak usia perkembangan harus menggunakan cara yang aktif dan kreatif untuk memberi stimulasi terhadap perasaan senang anak sehingga pengetahuan yang diberikan dapat mereka terima, karena jika anak merasa tidak senang.

Terdapat beberapa dampak positif dan negatif, dampak positif penggunaan gadget antara lain, yang pertama adalah gadget akan membantu perkembangan fungsi adaptif seorang anak artinya kemampuan seseorang untuk bisa menyesuaikan diri dengan keadaan lingkungan sekitar dan perkembangan zaman. Jika perkembangan zaman sekarang muncul gadget, maka anak pun harus tahu cara menggunakannya karena salah satu fungsi adaptif manusia zaman sekarang adalah harus mampu mengikuti perkembangan teknologi. Sebaliknya, anak yang tidak bisa mengikuti perkembangan teknologi bisa dikatakan fungsi adaptifnya tidak berkembang secara normal. Nilai positif lain adalah gadget memberi kesempatan anak untuk leluasa mencari informasi, dan dampak negatif penggunaan gadget adalah merugikan pada keterampilan interpersonal anak jika terlalu sering digunakan. Pengaruh handphone terhadap prestasi belajar anak yang lain adalah anak lebih mengandalkan handphone daripada harus belajar. Maka dari itu, dari penggunaan gadget juga dapat memberikan informasi yang bermanfaat yaitu motivasi belajar, salah satu contohnya adalah mengetahui informasi mengenai kekerasan seksual terhadap anak.

Upaya memberikan pemahaman sebagai cara untuk menghindari perbuatan yang tidak baik atau tidak pantas dalam pandangan maupun norma kehidupan (norma agama, budaya dan bangsa). Anak-anak generasi penerus bangsa, sebagai upaya meminimalisir dan mencegah perbuatan menyimpang. Menurut Santelli et al, pendidikan seks sangat penting untuk memberikan informasi perkembangan dan kesejahteraan seksual yang sehat, sehingga kaum remaja memiliki hak atas informasi yang akurat serta lengkap.

Berdasarkan penjelasan di atas, peran pemerintah juga berpengaruh, seperti di Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai memberikan pelayanan yang dibutuhkan masyarakat, termasuk mengenai permasalahan terjadinya kekerasan seksual. Dinas sosial berperan penting dalam memberikan perlindungan, rehabilitasi, dan dukungan kepada korban seksual.

Oleh karena itu, saya Ira Revina (200902025) Mahasiswi Kesejahteraan Sosial, FISIP USU mengikuti Praktik Kerja Lapangan II (PKL 2) yang dilaksanakan di Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai di jl. Negara KM. 41 Desa Pematang Sijonam Kec. Perbaungan Kab. Serdang Bedagai. Untuk melaksanakan program ini didampingi oleh Dosen Supervisor, yaitu Ibu Mia Aulina Lubis, S.Sos., M.Kesos dan Supervisor Lembaga, yaitu Bapak Rinson Tarihoran, S.Sos, serta Dosen Pengampu mata kulia Praktikum II, yaitu Bapak Fajar Utama Ritonga, S.Sos., M.Kesos.

Program ini berlangsung kurang lebih selama 3 (tiga) bulan terhitung dari bulan September hingga Desember 2023. Untuk terlaksananya mini project program ini hingga selesai, maka terdapat tahap yang saya lakukan. Tahap pertama yang saya lakukan adalah melakukan observasi untuk melihat kondisi lingkungan Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai. Kemudian melakukan perkenalan terhadap pihak Dinas Sosial dan menjelaskan tujuan saya berada di Dinas Sosial ini. Setelah diterima dengan baik oleh pihak Dinas Sosial setelah itu, saya memantau dan ikut turut berkontribusi terjun ke lapangan seperti ikut pendampingan pekerja sosial dalam menangani kasus anak korban pencabulan dan persetubuhan, kasus anak terjerat narkoba, dan ikut mengikuti diversi terkait permasalahan anak terjerat narkoba. Melihat kondisi kasus tersebut, saya membuat sebuah program untuk anak remaja yang berada di Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai. Lalu saya melakukan pendekatan anak remaja tersebut. Kemudian saya sekaligus menjalankan mini project saya bersama anak remaja tersebut yaitu “ motivasi belajar dalam edukasi pengetahuan kekerasan seksua melalui gadget pada ank remaja di Dinas Sosial Kabupaten Serdang Bedagai. Alasan saya membuat program tersebut karena dapat diketahui bahwa anak zaman sekarang lebih berfokus dengan gadget dan kurang dalam menerima informasi yang ada di gadget, maka dari itu saya ingin memberikan pengetahuan mengenai informasi yang bermanfaat sekaligus menjadi motivasi untuk belajar dan menambah pengetahuan melalui gadget salah satu contohnya adalah pengetahuan tentang kekerasan seksual terhadap anak.

Pada Praktik Kerja Lapangan (PKL 2) mahasiswa melakukan mini project dengan mengaplikasikan metode Group Work dalam menyelesaikan permasalahan klien agar berjalan dengan baik. Dalam hal ini dapat membantu klien menambah wawasan mengenai kekerasan seksual dengan memanfaatkan gadget untuk mengetahui informasi yang berguna. Pada metode ini terdapat beberapa tahapan yaitu:

Engagement, Intake, Contract

Pada tahapan ini diawali dengan pendekatan terhadap klien, menjelasan maksud dan tujuan kemudian melakukan kesepakatan kontrak antara klien dan pekerja sosial.

Tahap Assessment

Pada tahap ini guna untuk mengidentifikasi klien dalam menemukan masalah, kebutuhan, dan potensi yang akan dilakukan untuk menyelesaikan masalah klien. dalam tahap ini, saya melakukan wawancara untuk mengetahui permasalahan yang dialami klien yang mana hasil dari wawancara tersebut, ialah diketahui terdapat anak remaja yang belum mengetahui mengenai informasi atau berita mengenai kekerasan seksual.

Tahap Planning

Pada tahap ini adalah merencanakan perencanaan apa yang harus dilakukan untuk permasalahan klien, yang mana perencanaan tersebut juga disepakati oleh klien tersebut. Dalam rencana ini saya sebagai fasilitator memberikan edukasi terkait dampak dari kecanduan gadget, cara meningkatan motivasi belajar melalui gadget, serta memberikan pengetahuan mengenai kekerasan seksual melalui gadget.

Tahap Intervensi

Pada tahap ini adalah memulai membantu klien dengan perencanaan yang sudah disepakati sebelumnya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa klien kecanduan terhadap gadget sehingga motivasi belajar menurun, maka dari itu saya, memberikan edukasi terkait cara memanfaatkan gadget untuk menerima informasi yang bermanfaat seperti informasi mengenai kekerasan seksual. Pemberian edukasi melalui berbagai metode seperti pengenalan terhadap anggota-anggota tubuh serta dan anggota tubuh mana yang boleh dan tidak boleh disentuh dan kegiatan tanya jawab serta sharing session yang menghasilkan permasalahan serta solusi pencegahannya.

Evaluasi

Pada tahap ini adalah kegiatan monitoring dan kontrol terhadap klien. Melihat rencana yang telah direncanakan sebelumnya dan mencapai tujuan yang diinginkan. Saya lakukan pada tahap ini adalah mengevaluasi program yang telah saya dan klien jalankan, melihat ada atau tidaknya perubahan, dan ternyata program yang saya rancang membawa perubahan dan kemajuan pada kemampuan maupun perkembangan klien dimana klien sudah memahami mengenai pencegahan kekerasan seksual dengan alat bantu media gadget.

Tahap Terminasi

Pada tahap ini adalah tahap berakhirnya sebuah kontra antara pekerja sosial dengan klien. Kontrak ini diberhentikan dikarenakan sudah tercapai perencanaan program tersebut terhadap klien sehingga memberikan dampak perubahan yang diinginkan. Oleh sebab itu saya memutuskan kontrak kerja dengan klien.

Harapan saya dengan terlaksananya program ini dapat meningkatkan Harapan saya dengan terlaksananya program ini dapat membuat anak remaja lebih bijak dalam penggunaan gadget, yang dimana gadget dapat memberikan manfaat seperti terdapat informasi yang dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan motivasi belajar contohnya berita mengenai kekerasan seksual yang terjadi pada perempuan dan anak.

Redaktur: Tamara Ceria

 

 

 


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Pentingnya Mengimplementasikan Nilai-nilai Pancasila dalam Penyalahgunaan Narkoba di Kalangan Mahasiswa

redaksi

Membangun Ketahanan Emosi dan Kepedulian Sosial Anak Panti Asuhan Naungan Kasih Kemuliaan dalam Menghadapi Bullying Melalui Kegiatan Kelompok dan Interaksi Sosial

redaksi

Pengaruh Kompensasi, Fasilitas Kerja Terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (Studi Pada PT Jasa Raharja Kota Medan)

redaksi