SUARA USU
Film

Nyalakan Semangat Hidup Melalui Film Kembang Api

Oleh: Tiara Angelia dan Alicia Reylina

Suara USU, Medan. Rumah produksi Film Falcon Pictures pada Maret 2023 lalu merilis sebuah film berjudul Kembang Api yang disutradarai oleh Herwin Novianto, sutradara peraih Piala Citra 2012. Tidak perlu khawatir, meskipun telah turun tayang dari bioskop, Kembang Api masih dapat ditonton di layanan streaming berbasis seperti Netflix . Film Kembang Api merupakan adaptasi dari film Jepang karya Yoshio Kato berjudul 3ft Ball & Souls yang dirilis pada tahun 2017. Keduanya sama-sama mengangkat isu kesehatan mental yang saat ini sedang menjadi perhatian sebagai tema utama. Sebagian orang beranggapan bahwa bunuh diri adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan masalah. Hal tersebut yang menjadi fokus dalam film ini.

Cerita Kembang Api dimulai ketika empat orang dengan latar belakang yang berbeda berkumpul di sebuah gudang untuk melakukan percobaan bunuh diri bersama dengan cara mengumpulkan sebuah bola berisi kembang api. Ide ini berawal dari Fahmi (Donny Damara) yang bekerja sebagai teknisi kembang api. Bersama dengan Anton (Vino G. Bastian), Sukma (Marsha Timothy), dan Anggun (Hanggini), mereka berkumpul dalam sebuah grup chat dengan nama samaran. Rasa sakit yang dialami orang keempat ini melatarbelakangi keinginan untuk mengakhiri hidup semakin bulat. Melalui kesepakatan bersama, mereka membahas bola kembang api secara bersamaan dengan harapan untuk pergi dari dunia.

Anehnya, ledakan itu tidak membawa mereka mencapai tujuan. Setelah bola kembang api diledakkan, mereka justru kembali ke awal mereka masuk ke dalam gudang itu, dan hal tersebut terjadi secara berulang-ulang setiap kali bola diledakkan. Kejadian bumbu-bumbu antar pemeran yang saling menyalahkan tentang siapa yang menyebabkan kegagalan ini menambah rasa emosional penonton. Seiring dengan kegagalan yang selalu menghampiri pada setiap percobaan, mereka menyadari bahwa tidak apa-apa merasa sedih, bahwa mereka tidak sendiri menghadapinya, bahwa ada yang merasakan sakit yang sama dapat saling menguatkan satu sama lain.

Peristiwa itu membuat mereka memikirkan kembali apa arti kehidupan. “Urip Iku Urup” adalah sebuah pesan yang terukir di bola kembang api, yang berarti “hidup itu menyala”. Mereka berempat yang memutuskan untuk mati dengan ‘menyala’, kembali memikirkan arti sebenarnya dari kalimat “Urip Iku Urup”. Bagaimana mereka menyala jika tidak hidup? 

Redaktur: Yohana Situmorang


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Film Hunger, Kisah Ambisi dan Konflik di Dunia Kuliner Thailand

redaksi

Weak Hero Class 1, Pahlawan Lemah Anti Perundungan

redaksi

Film Sobat Ambyar, Patah Hati Ya Dijogeti

redaksi