Oleh: Jesika Yusnita Laoly
Suara USU, Medan. Pada hari Rabu (20/3), Program Studi S-1 Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kompetensi Pustakawan Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-1) secara daring bagi para mahasiswa S-1 Perpustakaan dan Sains Informasi. Acara ini berlangsung mulai dari pukul 12.00 – 13:00 WIB. Dimoderatori langsung oleh Ibu Himma Dewiyana ST., M.Hum. pembukaan acara diawali dengan pemutaran lagu Indonesia Raya untuk para peserta.
Dalam kata sambutan, Drs. Dirmansyah, M.A., selaku Ketua Program Studi S-1 Perpustakaan dan Sains Informasi menjelaskan bahwa acara ini khusus disiapkan untuk mahasiswa dengan tujuan memberikan pemahaman tentang sertifikasi profesi dalam bidang perpustakaan yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi pihak pertama (LSP-1). Dra. Heristina Dewi, M.Pd., Wakil Dekan 2 Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Sumatera Utara, dalam sambutannya juga turut menyatakan dukungan penuh dari pihak fakultas terhadap kegiatan ini, dan menganggapnya sebagai pilihan yang tepat dan bermanfaat. Beliau juga menekankan pentingnya pembimbingan dan dukungan terus menerus bagi mahasiswa yang mengikuti BIMTEK.
Materi pertama disampaikan oleh Donni Yudha Prawira, S.Sos., M.I.Kom., dari Universitas Negeri Medan dan Asesor Sertifikasi Pustakawan, membahas mengenai “Sertifikasi Kompetensi Pustakawan”. Adapun materinya meliputi latar belakang, dasar hukum, dan dimensi kompetensi yang diuji dalam sertifikasi perpustakaan. Sesi kedua dibawakan oleh Catur Dedek Khadijah, S.Sos, M.I.Kom, yang juga berasal dari Universitas Negeri Medan dan Asesor Sertifikasi Pustakawan. Dalam pemaparannya, Ia menjelaskan prosedur pelaksanaan kompetensi pustakawan (LPS), tujuan, manfaat, serta proses dalam LPS-1.
Pada sesi tanya jawab dengan para peserta, Donni kembali menjelaskan tentang skema sertifikasi dan pentingnya mengikuti aturan yang ada. Dia juga membahas tentang penggunaan sertifikat dalam peningkatan kompetensi di masa mendatang. Senada dengan Catur Dedek, yang juga menyampaikan dan mendukung konsep siklus sertifikasi tiga tahunan sebagai upaya meningkatkan keterampilan pustakawan. Selain itu, Donni juga memperkenalkan modul yang dapat digunakan peserta untuk mempersiapkan sertifikasi kompetensi yaitu SKKNI 236 tahun 2019 atau buku-buku lain yang berkaitan dengan kompetensi yang dipilih.
Di akhir sesi tanya jawab, Catur menekankan urgensi LPS bagi para mahasiswa dan alumni di era global, di mana memiliki sertifikat kompetensi memberikan nilai tambah yang signifikan dalam dunia kerja. Donni juga menambahkan bahwa banyak persyaratan rekrutmen di bidang perpustakaan kini mengutamakan kandidat yang memiliki sertifikasi kompetensi.
Dengan adanya BIMTEK, diharapkan para mahasiswa S-1 Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas Sumatera Utara dapat lebih siap dan kompeten dalam menghadapi tantangan di dunia profesional, serta memperoleh kesempatan yang lebih baik dalam mendapatkan pekerjaan di bidang perpustakaan dan sains informasi.
Redaktur: Duwi Cahya
Leave a comment