Reporter: Dinda Sri Aulia
Suara USU, Medan. Pemerintah Indonesia melalui Wakil Menteri (Wamen) Komunikasi dan Digital (Komdigi), Nezar Patria, menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi open source (sumber terbuka) dan kolaborasi komunitas untuk mempercepat transformasi digital yang inklusif dalam acara Red Hat Tech Day Indonesia 2026 di Jakarta Pusat, Kamis (30/04/2026). Langkah ini diambil untuk memperkuat kedaulatan digital nasional di tengah persaingan teknologi global dan pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang diproyeksikan mencapai 360 miliar dolar AS pada tahun 2030.
Nezar menjelaskan bahwa dengan konektivitas yang telah menjangkau 97 persen wilayah berpenghuni serta tingkat penetrasi internet mencapai 80,26 persen, atau sekitar 230 juta pengguna, Indonesia memiliki fondasi yang sangat kuat. Momentum ini diharapkan tidak hanya memberikan akses digital, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam melahirkan berbagai inovasi teknologi baru. “Pemerintah melihat pentingnya peran komunitas. Open source merupakan aset besar yang dapat mendorong lompatan inovasi,” ujar Nezar Patria sebagaimana dikutip dari laman komdigi.go.id. Ia menambahkan bahwa pendekatan berbasis open source dianggap mampu mengakselerasi inovasi sekaligus memperluas keterlibatan para pelaku ekosistem digital dalam lanskap persaingan global, termasuk dalam pengembangan artificial intelligence (AI).
Lebih lanjut, Nezar menyoroti bahwa percepatan perkembangan AI saat ini sangat dipengaruhi oleh dinamika geopolitik dunia. Oleh karena itu, penguasaan teknologi menjadi sangat krusial bagi kedaulatan sebuah negara. “Pertumbuhan AI yang sangat pesat mendorong terjadinya perlombaan teknologi yang dipengaruhi dinamika geopolitik. Penguasaan teknologi AI berkaitan erat dengan dominasi ekonomi dan politik di tingkat global,” tegasnya.
Untuk mendukung visi tersebut, dibutuhkan penguatan talenta digital. Harapannya, inklusivitas ini tidak hanya melahirkan pengguna saja, melainkan juga para inovator yang mampu mengembangkan solusi teknologi secara mandiri. Menurut Nezar, pengalaman global membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur fisik sebenarnya dapat diatasi dengan penguatan kapasitas talenta, terutama dalam pengembangan algoritma dan inovasi teknologi.
Pemanfaatan sistem open source ini diharapkan dapat mempercepat alih pengetahuan (transfer of knowledge) serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Hal ini bertujuan agar inovasi digital dapat berkembang lebih merata, efisien, dan siap diimplementasikan oleh pihak industri. “Kunci utama adalah membangun ekosistem digital. Dalam hal ini, open source menjadi sangat penting karena memungkinkan pengembangan yang lebih dinamis, terbuka, dan berbasis komunitas,” pungkas Nezar, dilansir dari antaranews.com.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment