Oleh: Daniel Rezki Purba, Bintang Nuri Islami, Fatimah Azhara Lubis, Puspa Dwita Purba, Akhirani Putri Siregar, dan Suci Ramadani Siregar
Suara USU, Medan. Kelurahan Sitirejo III merupakan salah satu wilayah yang menunjukkan perkembangan ekonomi masyarakat yang cukup dinamis. Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai kegiatan usaha kecil seiring meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat. Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor ekonomi yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian lokal. Di Kelurahan Sitirejo III, UMKM berkembang dalam berbagai bidang, seperti kuliner, laundry, salon dan jasa pangkas rambut, depot air minum, warung makan, hingga perdagangan. Meskipun demikian, pengembangan UMKM di wilayah ini masih memerlukan pemetaan yang jelas guna mengetahui potensi, permasalahan yang dihadapi, serta arah pengembangannya. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi UMKM di Kelurahan Sitirejo III berdasarkan hasil observasi dan pengumpulan data lapangan.
Pemetaan UMKM dilakukan melalui beberapa metode, antara lain observasi lapangan untuk mendata jenis usaha yang beroperasi di wilayah kelurahan, wawancara singkat dengan pelaku UMKM guna mengetahui kendala serta kebutuhan usaha, pengelompokan kategori UMKM berdasarkan bidang usaha, skala usaha, dan lama beroperasi, serta pemanfaatan peta wilayah untuk menandai lokasi UMKM secara geografis. Metode ini digunakan agar data yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi UMKM secara lebih komprehensif.
Berdasarkan hasil pemetaan, UMKM di Kelurahan Sitirejo III didominasi oleh sektor kuliner, perdagangan, dan jasa. Pada sektor kuliner, usaha yang berkembang meliputi pedagang makanan kaki lima, usaha minuman kekinian seperti kopi dan es teh, serta produksi makanan rumahan berupa kue, keripik, dan camilan. Sektor perdagangan mencakup warung kelontong, toko sembako, penjualan pulsa dan aksesori telepon genggam, toko pakaian, serta toko parfum. Sementara itu, sektor jasa meliputi jasa laundry, jasa rias dan salon, bengkel sepeda motor, serta usaha fotokopi dan percetakan kecil. Selain itu, terdapat pula sektor kerajinan, seperti kerajinan kaca. Secara keseluruhan, jumlah UMKM yang teridentifikasi di Kelurahan Sitirejo III mencapai sekitar 100 unit usaha berdasarkan data simulasi.
Hasil pemetaan menunjukkan bahwa UMKM di Kelurahan Sitirejo III memiliki beberapa potensi, di antaranya lokasi wilayah yang strategis karena dekat dengan pusat keramaian dan kawasan permukiman padat, serta ketersediaan sumber daya manusia yang cukup melimpah, khususnya pada usia produktif. Namun, di sisi lain, pelaku UMKM juga menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal untuk pengembangan usaha, rendahnya literasi digital terutama dalam pemasaran secara daring, tingginya tingkat persaingan usaha khususnya pada sektor perdagangan dan kuliner, serta belum optimalnya dukungan fasilitasi dari pemerintah dalam bentuk pelatihan dan pendampingan usaha.
Meskipun terdapat berbagai kendala, peluang pengembangan UMKM di Kelurahan Sitirejo III masih terbuka luas. Peluang tersebut antara lain melalui pelaksanaan pelatihan pemasaran digital yang mencakup pemanfaatan media sosial dan marketplace, peningkatan kualitas produk melalui uji mutu serta inovasi kemasan, penguatan kolaborasi antar pelaku UMKM dalam bentuk komunitas atau koperasi, serta pemanfaatan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai sumber permodalan.
Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa UMKM di Kelurahan Sitirejo III didominasi oleh pelaku usaha dengan tingkat pendapatan menengah hingga tinggi. Kondisi ini mencerminkan bahwa sebagian besar UMKM di wilayah tersebut telah berkembang dan mampu menghasilkan omzet yang relatif stabil serta menjanjikan, sementara hanya sebagian kecil UMKM yang masih berada pada kategori pendapatan rendah.
Artikel ini merupakan publikasi Praktik Kerja Lapangan (PKL) dengan dosen pengampu Bapak Yan Batara Putra Siringoringo, S.Si., M.Si.
Redaktur: Indira Rivany
Leave a comment