Reporter: Deswina Listiani Matondang dan Romaito Margareta Saruksuk
Suara USU, Medan. Pemilihan Raya (Pemira) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sumatera Utara (USU) 2026 di Fakultas Keperawatan (FKep) dilaksanakan pada Kamis (16/4) di Pendopo Fakultas Keperawatan. Berbeda dari tahun sebelumnya, Pemira kali ini menggunakan sistem pemungutan suara berbasis online. Perubahan ini menjadi langkah menuju digitalisasi, meski masih menghadapi tantangan adaptasi di lapangan.
Sejak dimulainya kegiatan, panitia memastikan seluruh rangkaian berjalan sesuai jadwal. Persiapan yang dilakukan dinilai cukup matang sehingga pelaksanaan dapat dimulai tepat waktu. “Ini semua berjalan dengan sesuai rencana. Pelaksanaan dimulai tepat waktu, di jam 7 kami sudah mulai untuk persiapannya sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan,” ujar Farras selaku panitia Pemira FKep.
Ia menjelaskan bahwa kelancaran kegiatan tidak terlepas dari koordinasi yang terstruktur antar panitia. Tidak adanya kendala teknis yang signifikan menjadi indikator bahwa sistem dapat dioperasikan dengan baik. “Untuk kendala teknis, syukurnya tidak ada. Jadi semuanya berjalan lancar dan koordinasi kita lumayan teratur dan terstruktur,” tambahnya.
Namun, dari segi partisipasi mahasiswa, hingga pukul 11.00 WIB, jumlah pemilih masih tergolong rendah. Hal ini dipengaruhi oleh aktivitas perkuliahan dalam jaringan (daring) yang berlangsung di Fkep. “Untuk pagi ini kita masih mendapat sekitar 10% mahasiswa, dikarenakan banyak yang masih mengikuti perkuliahan online,” jelas Farras. Hingga saat ini, panitia juga belum dapat memastikan jumlah pasti pemilih karena proses pendataan masih berlangsung.
Dalam upaya penyebaran informasi, panitia mengandalkan WhatsApp sebagai media utama. Informasi disalurkan melalui koordinator tingkat (komting) dan penanggung jawab kelas agar dapat diteruskan secara langsung kepada mahasiswa. “Kita memberikan informasi melalui WA, lalu komting dan penanggung jawab kelas yang menyampaikan ke masing-masing kelas,” ujarnya.
Di tengah kondisi tersebut, panitia menilai antusiasme mahasiswa tetap cukup baik. Mahasiswa mulai berdatangan untuk menggunakan hak pilihnya. “Untuk pagi ini antusiasme mahasiswa di keperawatan sangat-sangat bagus, mereka hadir dan ikut andil dalam pemilihan kali ini,” katanya.
Di sisi lain, pengalaman mahasiswa sebagai pemilih juga menjadi sorotan. Perubahan sistem dari pemilihan dengan surat dan kotak suara telah berubah menjadi sistem e-vote, hal ini memunculkan berbagai tanggapan, terutama terkait efektivitas dan kenyamanan. Fiza, salah satu mahasiswa FKep stambuk 2023, menilai sistem e-vote masih memiliki kekurangan pada aspek jaringan. “Kalau menurut saya sistem ini agak kurang efektif, karena jaringan dari tadi bermasalah. Kalau coblos langsung kan lebih mudah,” ujarnya.
Meski demikian, ia menilai partisipasi mahasiswa tetap cukup baik, walaupun tidak seantusias tahun sebelumnya. “Lumayan antusias, hanya sedikit terganggu jaringan. Lebih antusias tahun kemarin,” tambahnya. Ia juga berharap hasil Pemira dapat membawa perubahan positif bagi organisasi mahasiswa. Khususnya terkait berbagai program BEM nantinya agar lebih transparan dan berdampak bagi mahasiswa.
Pelaksanaan Pemira FKep USU tahun ini menjadi gambaran proses transisi menuju digitalisasi dalam demokrasi kampus. Di satu sisi sistem online menawarkan kemudahan akses, tetapi di sisi lain masih memerlukan evaluasi, terutama pada kesiapan teknis dan adaptasi pengguna di masa mendatang.
Redaktur: Muhassanah Nasution
Leave a comment