Home Kabar Kampus Pengurus IKA Etnomusikologi FIB USU Resmi Dilantik, Dorong Kolaborasi Lintas Generasi 
Kabar Kampus

Pengurus IKA Etnomusikologi FIB USU Resmi Dilantik, Dorong Kolaborasi Lintas Generasi 

Share

Reporter: Deswina Listiani, Dhita Luna, dan Dinda Sajidah

Suara USU, Medan. Ikatan Alumni (IKA) Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2026–2030 di Gedung Serbaguna FIB USU dan via Zoom, Sabtu (12/9/2026). Pelantikan bertema “Harmoni Lintas Generasi: Mengakar pada Tradisi, Bersinergi di Era Digital” ini digelar secara hybrid guna mempererat ikatan antargenerasi lulusan sekaligus mendorong kolaborasi antara alumni, mahasiswa, dan almamater di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Prosesi pelantikan dibuka pada pukul 10.35 WIB dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan doa bersama. Sejumlah sivitas akademika turut hadir pada kegiatan ini, di antaranya Wakil Dekan I FIB USU Dr. Zulfan, S.S., M.Hum., Ketua Program Studi Etnomusikologi Hubari Gulo, S.Sn., M.Sn., Sekretaris Program Studi Rahmatika Luthfiana Sholikhah, S.Sn., M.A., serta perwakilan alumni lintas angkatan dan mahasiswa.

Dalam kepengurusan periode 2026–2030 tersebut, Edward Fransisco Bangun, S.Sn. resmi dilantik sebagai Ketua IKA Etnomusikologi FIB USU. Kepengurusan baru ini turut diperkuat oleh Tommi Wardani Manurung, S.Sn. (Wakil Ketua), Karto Situmorang, S.Sn., M.Sn. (Sekretaris), Herbert F. Simanjuntak, S.Sn. (Wakil Sekretaris I), Agit Febrianto, S.Sn. (Wakil Sekretaris II), Rahmatika El Salihah, S.Sn., M.A. (Bendahara), dan Sindi Panjaitan, S.Sn. (Wakil Bendahara).

Ketua IKA terpilih, Edward Fransisco Bangun, mengungkapkan bahwa kepengurusan ke depan akan berfokus memfasilitasi hubungan timbal balik yang sinergis antara lulusan dan almamater. Salah satu wujud nyatanya adalah pendampingan karier melalui peran alumni senior sebagai mentor bagi lulusan muda. “Kami alumni kan lebih ke memfasilitasi bagaimana alumni ini bisa bersinergi dengan almamater. Tadi seperti yang saya sampaikan, bagaimana kami alumni ini memfasilitasi, misalnya menjadi mentor atau pembimbing bagi alumni-alumni muda,” jelas Edward. 

Edward juga menegaskan pentingnya pemutakhiran database alumni agar jejaring kerja sama dapat terkoordinasi secara terarah. “Bagaimana kita bisa memperkuat silaturahmi dan pendataan alumni, sehingga kita bisa saling berkomunikasi. Kemudian, kita mengetahui siapa saja yang menjadi alumni, di mana mereka berada, dan apa pekerjaan mereka saat ini,” ujarnya. 

Terkait tantangan zaman, Edward menyoroti perkembangan inovasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam industri musik yang perlu disikapi secara adaptif tanpa mengikis esensi tradisi. “Perkembangan musik di era digital ini sebenarnya tantangan atau kesempatan. Jadi satu sisi memang yang pernah kami bahas adalah kesempatan. Namun ada juga tantangannya karena produk AI sekarang bisa menciptakan musik,” tuturnya.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, IKA Etnomusikologi memproyeksikan keterlibatan alumni di ruang-ruang akademik kampus, mulai dari mengajar sebagai dosen tamu, memberikan kuliah umum, riset kolaboratif, hingga seni pertunjukan bersama. Edward pun membuka pintu konsolidasi seluas-luasnya dengan alumni lintas program studi di tingkat fakultas dan universitas.

Pihak dekanat turut menyambut positif langkah tersebut. Wakil Dekan I FIB USU, Dr. Zulfan, S.S., M.Hum., menilai keberadaan IKA di level program studi merupakan jembatan untuk menyelaraskan kurikulum kampus dengan realitas dunia kerja. “IKA prodi inilah tempat para alumni menyampaikan saran, menyampaikan masukan tentang, misalkan, inovasi pembelajaran yang dibutuhkan oleh lapangan pekerjaan sekarang ini,” pungkasnya.

Pihak fakultas juga berencana memetakan minat mahasiswa agar selaras dengan portofolio para alumni, baik lewat skema magang maupun program Kampus Mengajar di lembaga mitra lulusan.

Ketua Panitia Pelantikan, Karto Situmorang, menjelaskan bahwa semangat kegiatan ini berakar pada keberagaman angkatan lulusan Etnomusikologi yang membentang dari dekade 1980-an hingga 2026. “Harmoni lintas generasi ini kan sudah banyak ya, sejak tamat tahun 80-an sampai yang 2026. Jadi, harmonis berarti kan sepadan, sepadu. Mengakar pada tradisi, bersinergi di era digital artinya kami tidak lupa akar kami, itu berakar pada tradisi, tapi di era digital ini kami harus bisa bersinergi dengan teknologi,” tutur Karto.

Karto menambahkan, sebaran wilayah alumni yang luas hingga ke mancanegara sempat menjadi tantangan utama kepanitiaan, sehingga kegiatan juga digelar melalui platform daring. “Tantangan paling besarnya itu adalah mengumpulkan semua alumni. Mereka tersebar di seluruh Indonesia, bahkan ada yang di luar negeri. Itu susah mengumpulkannya. Jadi, solusinya itu hybrid, tatap muka sama Zoom,” ungkapnya.

Momentum pelantikan kepengurusan periode 2026–2030 ini menjadi tonggak baru bagi IKA Etnomusikologi FIB USU untuk terus merawat tradisi budaya lokal, sekaligus aktif membuka ruang kerja sama lintas generasi di ranah digital.

Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.