Home Kabar Kampus Mahasiswa USU Raih Best Hacker dan Best Team di IndonesiaNEXT Telkomsel 
Kabar Kampus

Mahasiswa USU Raih Best Hacker dan Best Team di IndonesiaNEXT Telkomsel 

Share

Oleh: Suci Rahmawati Siregar

Medan, Suara USU. Putera Nami Shiddieqy, mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi (Fasilkom-TI) Universitas Sumatera Utara (USU), meraih dua penghargaan dalam ajang 10th IndonesiaNEXT Telkomsel, yakni Best Hacker dan Best Team bersama tim Scenaria. Kompetisi bertema “AI Driven Digital Talents” ini diikuti 8.916 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan ditutup melalui IndonesiaNEXT Summit pada 4 September 2026 di M Bloc Space, Jakarta.

Putera tergabung dalam tim Scenaria bersama Atha Azzahra Khairun Nisa dari Universitas Brawijaya sebagai Hipster dan Wahyu Oktiansyah dari Telkom University sebagai Hustler. Sebagai Hacker, Putera bertanggung jawab pada pengembangan teknologi. Tim tersebut juga mendapat pendampingan dari Arif Fajar Saputra, CEO Nuxcle dan Ibunda.id, selaku mentor.

Ketertarikan Putera mengikuti IndonesiaNEXT bukan sekadar untuk berkompetisi. Ia melihat ajang tersebut sebagai kesempatan untuk menguji kemampuan yang selama ini dipelajari dengan menerapkannya pada solusi yang memiliki pengguna dan nilai penerapan.

“Saya melihat kompetisi ini sebagai kesempatan untuk menguji apakah kemampuan yang selama ini dipelajari dapat diterjemahkan menjadi solusi yang benar-benar memiliki pengguna dan nilai penerapan,” ujarnya dalam wawancara dengan Suara USU pada 9 September 2026.

Menurutnya, format kompetisi yang mempertemukan peserta dengan kompetensi berbeda dalam satu tim juga mencerminkan proses pengembangan produk di dunia kerja.

Solusi yang dikembangkan tim tersebut bernama Scenaria, yaitu platform pelatihan tenaga penjualan berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dengan konsep AI roleplay. Platform ini memungkinkan tenaga penjualan berlatih menghadapi pelanggan virtual melalui skenario yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Selain memberikan simulasi, Scenaria juga mengevaluasi performa pengguna dari aspek komunikasi dan visual, seperti ekspresi serta bahasa tubuh. Saat ini, Scenaria telah mulai digunakan di Telkomsel Branch Malang sebagai bagian dari proses penerapan dan evaluasi produk.

Perjalanan menuju babak final berlangsung melalui beberapa tahap seleksi. Dari 8.916 peserta awal, sebanyak 1.000 peserta lolos ke tahap onboarding. Jumlah tersebut kemudian mengerucut menjadi 300 peserta pada tahap sertifikasi internasional, 99 peserta dalam Digital Hackathon, hingga akhirnya 24 peserta yang terbagi ke dalam delapan tim melaju ke babak final.

Dalam proses tersebut, Putera menghadapi dua tantangan utama, yakni koordinasi jarak jauh antara tiga kota dan keterbatasan waktu pengembangan teknologi di tengah kebutuhan produk yang terus berkembang.

“Sebagai Hacker, saya harus menentukan fitur mana yang memang penting untuk membuktikan fungsi utama Scenaria dan mana yang dapat dikembangkan setelah kompetisi,” tuturnya.

Bagi Putera, penghargaan Best Team memiliki makna lebih dari sekadar kemenangan. Menurutnya, Scenaria yang dipresentasikan pada Summit merupakan hasil kerja sama ketiga anggota tim dengan kemampuan yang berbeda.

“Scenaria yang akhirnya dipresentasikan pada Summit merupakan hasil pengembangan dan kerja sama kami bertiga. Bagi saya penghargaan ini merupakan hasil dari bagaimana kemampuan yang berbeda dapat saling melengkapi,” ungkapnya.

Kepada mahasiswa yang ingin mengikuti kompetisi serupa, Putera berpesan agar tidak terburu-buru menentukan solusi sebelum memahami permasalahan yang dihadapi.

“Mulailah dengan mencari masalah yang nyata, berbicara langsung dengan calon pengguna, kemudian gunakan temuan tersebut sebagai dasar dalam menentukan solusi,” pungkasnya.

Redaktur: Siti FArhatun Nafis Azhari

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.