Home Kabar Kampus Lewat Ide Limbah Sawit, Dua Mahasiswa Matematika USU Raih Penghargaan Internasional
Kabar Kampus

Lewat Ide Limbah Sawit, Dua Mahasiswa Matematika USU Raih Penghargaan Internasional

Share

Reporter: Anastasya Dwi T. Sitinjak

Suara USU, Medan — Dua mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sumatera Utara (USU), Theodora Sibuea dan Edric Roland Li, stambuk 2023, berhasil meraih Juara Harapan 2 dan Favorite Infographic dalam Dokter Data International Statistic Competition 2026. Kompetisi yang diselenggarakan Universitas Diponegoro, Semarang, tersebut berlangsung pada 23 Mei 2026.

Dalam kompetisi tersebut, keduanya mengangkat isu lingkungan dan energi melalui infografis berjudul “Power Up Bio-Waste: Utilizing Statistics to Showcase Palm Oil Mill Effluent (POME)’s Potential.” Infografis itu membahas potensi Palm Oil Mill Effluent (POME), yaitu limbah cair yang dihasilkan dari proses pengolahan kelapa sawit.

Theodora mengatakan, pemilihan topik tersebut berawal dari keinginannya untuk mengangkat persoalan limbah sawit yang dinilai masih kurang mendapat perhatian masyarakat. Melalui pendekatan statistika, mereka ingin menunjukkan bahwa limbah sawit tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk dimanfaatkan.

Ketertarikan terhadap tema kompetisi yang sesuai dengan bidang studi menjadi salah satu alasan mereka untuk mengikuti perlombaan tersebut. Selain itu, keduanya juga ingin mendapatkan pengalaman baru dengan mengikuti kompetisi di luar kota.

“Pertama karena temanya jurusan aku banget, dan aku pengen coba new experience, yaitu lomba di luar kota,” ujar Theodora saat diwawancarai pada 4 September 2026.

Sebelum mengikuti tahap final di Semarang, Theodora dan Edric harus melewati beberapa tahapan kompetisi, mulai dari pendaftaran, pengumuman lima besar, hingga voting untuk kategori infografis favorit.

Persiapan kompetisi dilakukan di tengah kegiatan perkuliahan. Keduanya harus membagi waktu antara kuliah dan persiapan lomba, mulai dari mencari ide, melakukan brainstorming, hingga menyiapkan bahan presentasi.

“Lumayan hectic ya, karena harus berbarengan kuliah juga, dan brainstorming dulu cari ide yang tepat dan sesuai tema,” jelasnya.

Tantangan lain muncul ketika keduanya mulai mendalami topik mengenai limbah sawit. Latar belakang mereka yang bukan berasal dari bidang teknik membuat mereka perlu mempelajari berbagai istilah yang berkaitan dengan kelapa sawit dan POME.

“Dari kami sendiri tidak ada jurusan teknik, cuma itu nggak menghentikan kami karena kami langsung belajar mengenai istilah-istilah yang cukup asing tapi berkaitan dengan sawit,” jelasnya.

Selain mendalami topik, mereka juga mempersiapkan materi PowerPoint untuk presentasi sebelum berangkat ke Semarang. Proses tersebut menjadi pengalaman bagi Theodora untuk belajar menyampaikan ide secara lebih efektif.

“Saya belajar banyak tentang cara pitching yang baik dan istilah-istilah yang baru juga,” ungkap Theodora.

Bagi Theodora, pengalaman mengikuti kompetisi tersebut tidak hanya memberikan penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar menghadapi proses baru bersama tim.

Menutup sesi wawancara, Theodora berharap pengalaman yang diperoleh melalui kompetisi tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi mereka untuk ke depannya.

“Harapannya pengalaman ini bisa jadi pembelajaran bagi kami untuk ke depannya,” tutup Theodora.

Redaktur: Lucy Kezia Simarmata

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.