Home Life Style Insecure Secukupnya, Percaya Diri Selebihnya
Life Style

Insecure Secukupnya, Percaya Diri Selebihnya

Share

Oleh: Mardina Anindhita Kusumadewi

Suara USU, Medan. Di tengah perkembangan media sosial yang semakin pesat, kehidupan orang lain kini dapat dengan mudah terlihat hanya melalui layar ponsel. Pencapaian, penampilan, kesuksesan, hingga berbagai momen bahagia dapat muncul silih berganti di beranda. Tanpa disadari, kebiasaan melihat kehidupan orang lain terkadang membuat kita mulai membandingkannya dengan kehidupan sendiri. Dari sana, rasa insecure dapat muncul dan membuat kita lebih sibuk melihat kekurangan daripada menghargai diri sendiri.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rasa insecure merupakan hal yang wajar dan dapat dialami oleh siapa saja. Namun, perasaan tersebut dapat menjadi masalah ketika berlangsung secara berlebihan hingga membuat seseorang merasa rendah diri dan menghambat potensi yang dimiliki. Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain juga dapat memperkuat perasaan tersebut. Karena itu, terdapat beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan agar rasa insecure tidak mengambil alih cara kita memandang diri sendiri.

1. Kenali kelebihan dan kekurangan diri

Dikutip dari laman Alodokter, mengenali kelebihan dan kekurangan diri dapat menjadi salah satu cara untuk membangun rasa percaya diri. Mengetahui bahwa setiap orang memiliki kekurangan dapat membantu kita untuk tidak terlalu keras terhadap diri sendiri. Kekurangan bukan sesuatu yang harus disembunyikan, tetapi bagian dari diri yang masih dapat diperbaiki.

2. Berhenti menjadikan orang lain sebagai standar

Melihat pencapaian orang lain tidak selalu berarti bahwa kita sedang tertinggal. Dikutip dari laman Rumah Sakit Pusat Pertamina, salah satu cara meningkatkan rasa percaya diri adalah dengan menghindari kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Setiap orang memiliki perjalanan dan waktunya masing-masing. Apa yang terlihat di media sosial juga belum tentu menggambarkan keseluruhan proses yang telah dilalui seseorang.

3. Hargai setiap perkembangan kecil

Tidak semua perubahan harus berupa pencapaian besar. Menurut laman Alodokter, menghargai perubahan kecil yang telah dilakukan dapat membantu membangun rasa percaya diri. Menyelesaikan sesuatu yang sebelumnya sulit, berani mencoba hal baru, atau menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya juga merupakan perkembangan yang layak dihargai.

4. Berikan batas pada media sosial

Ketika media sosial mulai membuat kita terus merasa kurang, mengambil jarak sejenak dapat menjadi pilihan. Tidak harus menghilang sepenuhnya, tetapi dapat dimulai dengan memilih konten yang ingin dilihat dan membatasi waktu penggunaannya. Dengan begitu, media sosial dapat kembali menjadi tempat untuk mendapatkan informasi dan hiburan, bukan ruang untuk terus membandingkan diri.

Pada akhirnya, percaya diri bukan berarti tidak pernah merasa insecure. Kita tetap dapat merasa kurang, ragu, atau tidak yakin terhadap diri sendiri. Namun, perasaan tersebut tidak harus menentukan seberapa berharga diri kita. Kehidupan orang lain dapat menjadi inspirasi, tetapi tidak seharusnya menjadi ukuran untuk menentukan nilai diri sendiri. Jadi, tidak apa-apa untuk merasa insecure secukupnya, tetapi jangan lupa untuk percaya diri selebihnya.

Redaktur: Romaito Margareta Saruksuk

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.