Home Kabar Kampus Pramuka USU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang
Kabar Kampus

Pramuka USU Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir di Aceh Tamiang

Share

Reporter: Syafira Sari, Rizqi Putra Permono

Suara USU, Medan. Bencana banjir besar yang melanda Aceh Tamiang pada awal Desember 2025 mendorong Pramuka Universitas Sumatera Utara (USU) untuk bergerak memberi bantuan. Melalui Tim Siaga Bencana, Pramuka USU mengirimkan relawan dan menyalurkan berbagai bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak parah. Aksi kemanusiaan ini dilakukan secara mandiri setelah mereka menerima informasi awal melalui media sosial dan jaringan alumni yang berada di Aceh Tamiang.

Ketua Dewan Racana Soeltan Kemala Pontas sekaligus Koordinator Lapangan Tim Siaga Bencana, Helmi Sinambela, menjelaskan bahwa proses mobilisasi relawan dilakukan dalam waktu singkat setelah adanya kabar mengenai situasi darurat. “Kami mendapatkan informasi dari media sosial dan juga dari purna Pramuka USU di Aceh Tamiang. Lalu HIPGABI mempercayakan kepada kami untuk menyalurkan bantuan, sehingga kami segera mengatur keberangkatan,” katanya saat ditemui di Sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pramuka USU, Selasa (9/12).

Sebelum berangkat, para relawan mengumpulkan berbagai bantuan, termasuk pakaian layak pakai yang dijemput pada Kamis malam (4/12) di kawasan Helvetia. Keesokan paginya, pada Jumat (5/12), tim langsung bergerak menuju Aceh Tamiang. Keberangkatan ke Aceh Tamiang dilakukan dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama terdiri dari lima orang relawan bersama pembina Pramuka USU, Martoni Calvein. Serta gelombang kedua diberangkatkan pada Minggu (7/12) dengan penambahan personel sehingga total relawan mencapai delapan orang.

Namun, misi kemanusiaan ini tidak dilakukan dengan sistem penugasan bermalam. Helmi menjelaskan bahwa Pramuka USU menerapkan sistem “tektok”, di mana relawan berangkat pagi dan kembali ke Medan pada dini hari.
“Kemarin kami berangkat sekitar jam 10 pagi dan tiba kembali di USU jam 2 malam. Sistem ini kami lakukan agar proses distribusi cepat, sekaligus meminimalkan risiko cuaca dan medan di lokasi banjir,” ujarnya.

Setibanya di Aceh Tamiang, para relawan langsung mendistribusikan bantuan yang dibawa. Bantuan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat, yaitu beras, minyak, mi instan, bahan siap saji, serta pakaian.

Menurut Helmi, masyarakat menerima bantuan ini dengan antusias. Ia menyebut warga lebih memilih menerima bahan pokok dibandingkan bantuan uang tunai. “Warga tidak ingin diberi uang karena bingung bagaimana membelanjakannya di tengah situasi darurat. Mereka lebih membutuhkan barang yang langsung bisa digunakan,” ungkapnya.

Relawan Pramuka USU juga melaporkan bahwa kondisi di sekitar lokasi banjir masih sangat memprihatinkan. Bau tak sedap tercium di sepanjang jalan yang mereka lalui. “Ada bau mayat yang belum dikenali keluarganya. Situasinya masih sangat berat bagi warga di sana,” kata Helmi.

Dukungan terhadap aksi kemanusiaan Pramuka USU tidak hanya datang dari HIPGABI. Pada Senin malam (8/12), mereka juga menerima donasi sebesar Rp5 juta dari berbagai komunitas Pramuka dan pecinta alam di Gorontalo, yaitu Ambalan SMA Negeri 3 Gorontalo, KPA Lembah Lestari Gorontalo Utara, dan Gaspala Mohobatu.

“Mereka melakukan penggalangan dana untuk Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara. Dananya dititipkan kepada kami untuk disalurkan ke tempat yang membutuhkan,” jelas Helmi.

Meski misi di Aceh Tamiang telah selesai untuk sementara waktu, Pramuka USU masih akan melanjutkan aksi kemanusiaan ke wilayah lain yang juga dilanda bencana. Pada Desember ini, mereka berencana mengirimkan relawan ke Sibolga dan Tapanuli Tengah.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.