Home Puisi Cakrawala Monoton
PuisiSastra

Cakrawala Monoton

Share

Oleh: Syafira Sari

Di balik jendela yang tak pernah benar-benar kubuka,

langit selalu tampak sama dengan pucat, diam, seolah menahan napasnya sendiri

Orang-orang berlalu dengan langkah tergesa, sibuk mengejar suara

yang bahkan tak lagi mereka dengarkan

Di layar yang menyala dari pagi hingga dini hari,

kita menimbang nasib lewat notifikasi yang tak kunjung padam

Seakan hidup cuma sebatas guliran jempol dan hitungan tayangan,

sementara kenyataan menunggu di sudut ruang yang makin berdebu

Di jalan raya, klakson bersahutan seperti doa yang kehilangan tuannya

Kita saling salip, tapi tak pernah benar-benar tiba

Gedung-gedung tumbuh seperti ambisi yang tak pernah kenyang,

mengikis sisa langit yang ingin tetap menjadi biru

Orang-orang berdebat seperti api kecil di padang kering,

cepat membesar, cepat padam, meninggalkan asap kebingungan

Yang benar disamarkan, yang salah dipoles rapi,

dan kebenaran dibiarkan berjalan sendirian tanpa alas kaki

Namun, di antara hiruk-pikuk yang menua setiap hari,

ada suara kecil yang memanggil dari cakrawala monoton itu

Sebuah bisikan bahwa hidup bukan sekadar berputar dalam lingkaran

yang kita buat sendiri karena takut berhenti

Dan mungkin, jika kita berani menengadah barang sebentar,

kita akan menemukan celah tipis di antara awan

tempat harapan masih mengintip, malu-malu, bertahan untuk tetap ada

Menunggu kita menyadari bahwa kebebasan, tak pernah benar-benar hilang…

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Related Articles