Home Kabar SUMUT Tapauli Tapanuli Charity Concert, Konser Amal Musisi Medan bagi Korban Banjir Tapanuli
Kabar SUMUT

Tapauli Tapanuli Charity Concert, Konser Amal Musisi Medan bagi Korban Banjir Tapanuli

Share

Reporter: Yolanda Febriana Sinaga & Syafira Sari

Suara USU, Medan. Rasa kepedulian antar warga kembali terlihat dalam gelaran konser amal bertajuk Tapauli Tapanuli Charity Concert yang dibintangi oleh para musisi dan seniman seperti Osen Hutasoit, Diknal Sitorus, Rap Trio, Gok Malau, dan Rezcky Purba.  Gelaran konser ini dilaksanakan pada Rabu (10/12) di Tiara Convention Hall sebagai wadah solidaritas bagi masyarakat terhadap penduduk di Tapanuli yang saat ini tengah terdampak banjir.

Erik Ferdani Sitorus Pane selaku Ketua Panitia Tapauli Tapanuli Charity Concert menjelaskan, bahwa konser amal tersebut berangkat dari rasa kemanusiaan para musisi. “Latar belakang konser ini adalah kepedulian dan kemanusiaan dari musisi-musisi yang ada di Kota Medan,” ujarnya. Ia menyebutkan bahwa persiapan acara dilakukan dengan waktu yang sangat singkat. “Kita mulai seminggu lalu, tepatnya 3 Desember 2025. Waktunya sempit, tapi kita maksimalkan,” tambahnya.

Minimnya waktu tidak menghalangi panitia untuk menyusun rangkaian acara secara optimal. Seluruh keperluan konser, mulai dari gedung, sound system, hingga kebutuhan teknis lain, diperoleh murni dari para donatur yang dihubungi melalui jaringan pertemanan para panitia dan musisi..

Erik juga menjelaskan bahwa kondisi masyarakat di Tapanuli saat ini masih membutuhkan bantuan yang cepat dan tepat sasaran. “Di media dan TV kita lihat masih banyak yang perlu dibantu. Pemerintah sudah beri, tapi masih kurang dan penyaluran pun harus lebih cepat,” tegasnya. Bentuk bantuan yang akan disalurkan nantinya meliputi kebutuhan pangan, pakaian, obat-obatan, hingga perlengkapan untuk balita. Seluruh dana yang digunakan berasal dari donasi sukarela masyarakat.

Ketua Umum Persatuan Artis Sumatra Utara Siska Erwin Malau Br. Sianturi, turut memberikan pandangan mengenai tujuan dari konser tersebut. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk pola pikir para seniman tentang pentingnya berbagi dalam kehidupan sosial. “Para seniman harus memiliki cara atau pola berpikir di mana mereka berbuat dan di mana mereka membuat. Membuat kalau kata orang batak ‘mangambil’  jadi harus ada take and give,” ujarnya.

Siska menegaskan, bahwa seluruh musisi yang tampil pada malam itu datang tanpa menerima honor. “Mereka bernyanyi dengan zero honor. Tidak ada rupiah yang mereka dapatkan hari ini. Mereka melakukan ini karena cinta, rasa syukur, dan empati,” tuturnya.

Salah satu penampil, Diknal Sitorus dari Siantar Rap Foundation, juga membagikan cerita mengenai keikutsertaannya. Ia mengaku ajakan tampil datang secara mendadak, tetapi ia dengan cepat tergerak untuk ikut serta di dalamnya. “Sebenarnya ajakannya mendadak. Tapi aku pikir semua orang sedang susah. Untuk bantu banyak nggak bisa, jadi setidaknya dengan ikut acara ini aku bisa memberikan andil,” ujarnya.

Menurut Diknal, musik memiliki peran besar dalam mengumpulkan kepedulian masyarakat. “Musik itu tangannya panjang. Bisa menyatukan orang-orang dalam kondisi apapun. Kadang ada orang yang tidak tergerak, tapi ketika melihat musisi favoritnya tampil untuk sebuah aksi, mereka ikut tergerak,” jelasnya.

Panitia mencatat, bahwa jumlah donasi yang terkumpul setelah acara berakhir mencapai Rp163.829.000. Donasi tersebut diperoleh dari kontribusi masyarakat, musisi, dan sejumlah donatur yang memilih untuk tidak disebutkan secara individual. Meski begitu, panitia tetap menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemberi donasi terbesar yang memberikan dukungan signifikan.

Erik selaku ketua panitia juga mengungkapkan bahwa panitia akan segera menggelar rapat untuk menentukan langkah lanjutan. “Kita fokus mengumpulkan donasi agar bisa maksimal menyumbangkan ke daerah yang terkena bencana seperti Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, dan Sibolga. Setelah ini kita akan langsung ke sana,” ujarnya.

Selain aksi sosial, Siska selaku Ketua Umum Persatuan Artis Sumatra Utara juga berharap kegiatan ini membuka pintu bagi masyarakat Tapanuli yang memiliki bakat seni untuk bergabung dengan komunitas seni di Sumatra Utara. Ia percaya bahwa dari solidaritas ini dapat lahir kesempatan baru bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas mereka.

Konser amal Tapauli Tapanuli menegaskan bahwa musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sarana membangun rasa persaudaraan dan kepedulian. Dengan kekuatan solidaritas, acara ini menjadi bukti bahwa masyarakat di Kota Medan dan para senimannya siap bergerak bersama untuk membantu Tapanuli bangkit kembali.

Redaktur: Fatimah Roudatul Jannah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.