Home Tulisan Kelompok Kesetaraan Gender 8 USU Dorong Pemahaman Gender yang Lebih Setara di Sekolah
Tulisan

Kelompok Kesetaraan Gender 8 USU Dorong Pemahaman Gender yang Lebih Setara di Sekolah

Share

Oleh: Kelompok 8 Kesetaraan Gender

Suara USU, Medan. Kelompok Mata Kuliah Wajib Kurikulum (MKWK) Kesetaraan Gender 8 Universitas Sumatera Utara berhasil mengedukasi siswa-siswi SMAS Methodist-2 Medan mengenai pentingnya konsep dan hak kesetaraan gender pada Senin (27/10).

Kelompok yang terdiri dari 19 mahasiswa berbagai fakultas dan program studi ini melaksanakan sosialisasi sebagai respon terhadap masih kuatnya stereotip dan ketimpangan peran gender di lingkungan sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya memberikan pemahaman yang tepat dan relevan tentang kesetaraan peran antara laki-laki dan perempuan.

Sosialisasi diisi dengan pemaparan materi oleh Divisi Acara mengenai konsep dasar kesetaraan gender, dampak ketidaksetaraan, serta contoh-contoh kasus yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini mendapat dukungan dari LIDA USU dan dibimbing oleh Dra. Nurhayati Harahap, M.Hum., serta Febiola Wei Elekta Tinambunan selaku mentor.

Pada sesi inti, pemateri memaparkan berbagai situasi yang mencerminkan ketidakadilan gender dan bagaimana hal tersebut memengaruhi perilaku serta kesempatan dalam masyarakat. “Baik perempuan maupun laki-laki memiliki kesempatan yang sama,” ujar Teresia, yang menjadi poin utama untuk ditanamkan kepada para peserta.

Siswa-siswi SMAS Methodist-2 turut terlibat aktif melalui sesi tanya jawab. Antusiasme mereka menunjukkan bahwa peserta mampu mengenali bentuk-bentuk ketidaksetaraan gender di sekitar mereka. Salah satu siswa bahkan menyampaikan refleksi mengenai perbedaan perlakuan terhadap perilaku merokok di mana laki-laki cenderung dinilai wajar jika merokok, sedangkan perempuan mendapatkan stigma negatif.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menegaskan bahwa perubahan sosial terkait kesetaraan gender merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak. Edukasi yang konsisten diperlukan untuk mengurangi stereotip serta menumbuhkan empati di masyarakat. Pesan utama yang ingin ditegaskan adalah bahwa kesetaraan bukan hanya isu perempuan, tetapi tanggung jawab bersama dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif dan adil bagi semua.

Paralel dengan itu, kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa institusi pendidikan memiliki peran strategis dalam membentuk pola pikir generasi muda. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar secara akademis, tetapi juga ruang pembentukan karakter dan nilai-nilai sosial. Dengan adanya dukungan pihak sekolah, sosialisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi lahirnya budaya sekolah yang lebih sensitif gender dan bebas dari diskriminasi

Selain itu, program ini memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa sebagai agen perubahan. Melalui interaksi langsung dengan siswa, mahasiswa belajar menerapkan teori-teori kesetaraan gender yang didapat di bangku kuliah ke dalam konteks nyata di masyarakat. Hal ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kritis sekaligus membangun kapasitas mahasiswa untuk terus terlibat dalam isu-isu sosial, khususnya terkait keadilan gender, pada kegiatan-kegiatan selanjutnya.

Artikel ini merupakan publikasi tugas proyek Mata Kuliah Kurikulum (MKWK) Kelompok 8 Kesetaraan Gender dengan dosen fasilitator Dra. Nurhayati Harahap, M.Hum.,

Redaktur: indira Rivany

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.