SUARA USU
Film

Reply 1988: Drama Keluarga Terbaik Sepanjang Masa

Oleh: Rika Arkana/Benaya Putri

Suara USU, Medan. Drama Korea Reply 1988 merupakan salah satu drama yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Drama ini sudah populer di tahun perilisannya, yakni 2015 – 2016 dan semakin booming ketika di rilis di layanan streaming Netflix pada awal 2020. Drama yang mengajarkan banyak hal dari berbagai aspek bahkan selalu berhasil menghangatkan hati meskipun sudah ditonton berulang kali.

Reply 1988, mengisahkan 5 keluarga di  Ssangmundong, Seoul, Korea Selatan. Meski dirilis tahun 2015, namun drama ini berlatarkan tahun 1988. Jadi, kita seperti terbawa ke masa lalu para pemainnya.

Lalu ketika drama tersebut usai, kita seperti kehilangan sesuatu. Mungkin hal tersebut dikarenakan alur cerita yang melibatkan kehidupan. Dapat dikatakan setiap alurnya sangat berhubungan dengan kehidupan manusia. Kemungkinan lainnya adalah karena drama ini bergenre kekeluargaan dan komedi, sangat mencolok sehingga membuat penonton seakan turut hidup bahkan menjadi bagian dari kehidupan para tokoh.

Persahabatan mereka sendiri sudah terjalin sejak kecil. Semuanya tumbuh bersama karena lingkungan rumah yang berdekatan. Keluarga mereka pun ikut akrab.

Dengan menyajikan cerita yang tidak rumit dan berlebihan, membuat Reply 1988 ini mendapat nilai 9/10 di IMBD dengan konflik- konflik didalam serial yang sangat relate dengan kehidupan berkeluarga di Asia Timur.

Selain menyajikan kisah kehidupan bertetangga, berkeluarga, di serial “Reply 1988” ini juga menunjukkan budaya Korea Selatan dari makanan yang disebutkan secara langsung seperti Kimchi Jigae, Soju, Tteobokki dan lainnya.

Bagi budaya Korea Selatan sendiri, meminum Soju tidak hanya untuk menghangatkan badan, namun makna tersembunyi dari meminum Soju bersama keluarga adalah untuk menghangatkan suasana.

Tak hanya konflik yang dialami setiap keluarga dan setiap karakternya, deretan soundtrack juga ikut mendukung dalam memperkuat suasana yang digambarkan kedalam serial ini.

Ada beberapa pelajaran hidup yang dapat dikutip dari drama korea ini yang mungkin tidak terlalu disorot oleh reviewer lain. Diantaranya adalah hubungan persahabatan, kasih sayang orang tua yang tidak terbatas, dan saling menyayangi sesama saudara. Pelajaran hidup yang membekas dan terkesan dari drama tersebut yakni mengajarkan kita bahwa seorang Ayah memang lebih cenderung pendiam dan seolah tidak peduli.

Percayalah bahwa sesungguhnya seorang Ayah memiliki kasih sayang yang sangat luar biasa pada setiap anaknya bahkan dalam diamnya sesorang Ayah, ia akan sangat bahagia jika saling terbuka.

Selanjutnya, kehidupan kakak Kim Jung Hwan yakni Kim Jung Bong mendefinisikan bahwa suksesnya seseorang tidak melulu ditentukan oleh pendidikan yang tinggi. Kuliah bukanlah satu-satunya jalan untuk mencapai keberhasilan. Tidak berpendidikan bukan berarti seseorang tidak bisa sukses.

Namun  hal tersebut tidak boleh dijadikan sebagai validasi bahwa pendidikan tinggi bukanlah suatu keharusan. Karena makna sukses sesungguhnya menurut salah seorang tokoh dunia, yakni Zig Ziglar adalah melakukan yang terbaik apa yang bisa kita lakukan dengan apa yang kita miliki. Sukses adalah melakukan, tidak mendapatkan; sukses adalah usaha, bukan kemenangan. Sukses adalah standar pribadi, meraih yang tertinggi yang ada di dalam diri kita, menjadi semua yang kita bisa.

Yuk! Tonton di platform kesayangan kamu, sekarang!

Redaktur: Monika Krisna Br Manalu


Discover more from SUARA USU

Subscribe to get the latest posts to your email.

Related posts

Penyalin Cahaya, Isu Kekerasan Seksual yang Diangkat Menjadi Sebuah Film

redaksi

The Creator: Perang Manusia dan Robot di Masa Depan

redaksi

Go Ahead, Drama Cina Tentang Keluarga Tanpa Ikatan Darah

redaksi