Oleh: Anggraeni Sianturi, Apriana Greis Saragih, Diva Gracea Sembiring, Elsaday Simanjuntak
Suara USU, Medan. Sungai Deli merupakan salah satu sungai utama di Kota Medan yang memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Namun, hingga saat ini permasalahan penumpukan sampah di Sungai Deli masih sering terjadi dan menjadi isu lingkungan yang berdampak pada kesehatan masyarakat. Kondisi lingkungan yang tercemar akibat sampah berpotensi menurunkan kualitas air dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan, salah satunya adalah diare.
Penumpukan sampah rumah tangga di aliran sungai dapat menyebabkan air menjadi tercemar dan menjadi media berkembangnya mikroorganisme patogen. Air yang tercemar berisiko mengandung bakteri, virus, maupun parasit penyebab diare. Risiko ini semakin meningkat apabila masyarakat yang tinggal di sekitar sungai masih melakukan aktivitas yang berkaitan dengan air sungai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sanitasi lingkungan yang buruk merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap tingginya kejadian diare di masyarakat.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Medan, diare masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Pada tahun 2024, tercatat sebanyak 31.356 kasus diare pada balita dan 67.130 kasus pada semua kelompok usia yang terdata di fasilitas pelayanan kesehatan. Tingginya jumlah kasus tersebut menunjukkan bahwa diare masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Kota Medan dan memerlukan perhatian khusus, terutama dalam kaitannya dengan kondisi lingkungan dan sanitasi.
Permasalahan ini dapat ditinjau melalui teori keperawatan lingkungan Florence Nightingale, yang menekankan bahwa lingkungan yang bersih dan sehat, termasuk kualitas air dan pengelolaan sampah, sangat berpengaruh terhadap kesehatan individu dan masyarakat. Lingkungan yang tidak terjaga kebersihannya dapat menjadi sumber penyakit. Penumpukan sampah di sungai mencerminkan kondisi lingkungan yang tidak sehat dan berpotensi meningkatkan risiko penularan penyakit diare.
Dalam konteks keperawatan komunitas, perawat memiliki peran penting dalam upaya promotif dan preventif untuk mencegah terjadinya diare. Perawat dapat memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah yang benar, penggunaan air bersih, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain itu, perawat juga berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan yang tidak sehat terhadap kesehatan keluarga.
Peran Pemerintah dalam Penanggulangan
Pemerintah memiliki peran strategis dalam mengatasi permasalahan penumpukan sampah di Sungai Deli melalui kebijakan dan program yang berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu memperkuat sistem pengelolaan sampah terpadu, meningkatkan frekuensi pembersihan sungai, serta menyediakan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang memadai bagi masyarakat. Penegakan peraturan terkait larangan membuang sampah ke sungai juga perlu dilakukan secara konsisten disertai sanksi yang tegas.
Selain itu, pemerintah melalui sektor kesehatan dan lingkungan hidup perlu meningkatkan program promotif dan preventif, seperti kampanye sanitasi lingkungan, penyediaan akses air bersih, serta penguatan program sanitasi berbasis masyarakat. Kolaborasi lintas sektor antara dinas kesehatan, dinas lingkungan hidup, bidang kesehatan di sekitar lingkungan, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan menurunkan angka kejadian diare secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Penumpukan sampah di Sungai Deli merupakan permasalahan lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya penyakit diare pada masyarakat. Data Dinas Kesehatan Kota Medan menunjukkan bahwa diare masih menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di Kota Medan. Kondisi ini sejalan dengan teori keperawatan lingkungan Florence Nightingale yang menegaskan bahwa lingkungan yang tidak bersih dapat menjadi sumber penyakit. Oleh karena itu, upaya pencegahan berbasis lingkungan menjadi sangat penting dalam menurunkan angka kejadian diare.
Saran
Diperlukan kerja sama antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan penumpukan sampah di Sungai Deli. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pengelolaan sampah dan kebersihan sungai, sementara tenaga kesehatan, khususnya perawat, diharapkan aktif melakukan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah terjadinya penyakit diare dan meningkatkan derajat kesehatan secara keseluruhan.
Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Pekerja Sosial Internasional dengan dosen pengampu Bapak Fajar Utama Ritonga, S. Sos., M. Kesos
Artikel: Indira Rivany
Leave a comment