Home Musik Sindiran untuk Pemangku Jabatan, Makna di Balik Lagu ‘Kami Belum Tentu’
Musik

Sindiran untuk Pemangku Jabatan, Makna di Balik Lagu ‘Kami Belum Tentu’

Share

Sumber: @neptunnespace di Pinterest

Oleh: Jesika Yusnita Laoly

Suara USU, Medan. Pernah nggak sih kamu ngerasa jengah sama janji-janji kosong dari para pemangku jabatan yang nggak pernah ditepati? Atau mungkin kamu udah muak lihat drama politik yang penuh tipu muslihat? Kalau iya, lagu “Kami Belum Tentu” dari Feast cocok banget untuk kamu dengerin. Dengan lirik-lirik yang tajam dan penuh sindiran, lagu ini sangat mencerminkan rasa kecewa dan frustrasi yang dirasakan banyak orang terhadap kondisi sosial dan politik yang tidak kunjung membaik.

Feast sendiri adalah band rock asal Indonesia yang beranggotakan Daniel Baskara Putra, Adnan Satyanugraha Putra, Dicky Renanda Putra, dan Fadli Fikriawan. Lewat lagu “Kami Belum Tentu,” mereka menyentil situasi politik di Indonesia dengan penuh skeptisisme. Lirik-lirik dalam lagu ini sarat akan sindiran pedas, tapi tetap dibungkus dengan bahasa yang puitis.

Masih dipeluk setan
Alergi peradaban
Alergi kemajuan
Mendorong kemunduran

Penggalan lagu di atas jika kita interpretasikan memiliki makna yang bertujuan untuk mengkritik tajam mereka yang masih “memeluk setan” alias kebiasaan buruk yang bikin negara nggak maju-maju. Mereka yang dalam artian adalah para pemangku jabatan dan pemegang kekuasaan sepertinya alergi dengan peradaban dan kemajuan, lebih memilih untuk melakukan hal-hal yang bikin mundur ke belakang daripada maju ke depan.

Pemimpin di esok hari
(Adakah yang cukup mampu?)
Mewakilkan suara kami
(Jelas tak ada yang tahu!)

Ada yang cukup peduli
Umat yang dikelabui
Melupakan masa lalu
(Namun kami belum tentu!)

Pada bagian reff dari “Kami Belum Tentu” ini juga menjadi bagian paling menarik untuk dibahas. Kalau di interpretasikan bagian dari penggalan lagu ini menunjukkan ketidakpastian dan rasa kecewa terhadap pemimpin dan sistem politik. Feast atau masyarakat itu sendiri tampaknya skeptis tentang kemampuan pemimpin masa depan dan merasa bahwa suara rakyat sering diabaikan. Selain itu, lirik ini juga mengkritik bagaimana banyak orang mungkin sudah melupakan masalah-masalah lama, padahal dampaknya masih terasa bagi sebagian orang.

Feast melalui lagu ini dengan sangat apik menggambarkan rasa frustrasi rakyat ketika penguasa gagal memenuhi harapan dan tidak mendengarkan kepentingan rakyat, ujung-ujungnya membuat masyarakat merasa dibohongi oleh sistem yang seharusnya melayani kepentingan umum. Tidak hanya itu, lagu ini juga menyorot bagaimana suara rakyat sering dimanipulasi oleh elit penguasa. Kritik soal sistem yang lebih berpihak ke kelompok berkuasa daripada rakyat biasa benar-benar mencerminkan rasa ketidakadilan yang makin bikin banyak orang kecewa.

Secara keseluruhan, lirik dalam lagu “Kami Belum Tentu” menyuarakan kekecewaan terhadap kondisi politik dan sosial yang tidak berubah, meskipun ada harapan. Namun di sisi lain Feast juga menyampaikan pesan bahwa kita harus tetap waspada, tidak bisa cuma diam saja atau berharap tanpa tindakan nyata. Pada kenyataanya lagu ini adalah ajakan untuk tetap kritis dan tidak mudah terbuai oleh janji-janji kosong. Jadi buat Sobat Suara USU yang lagi pengen ngeluarin uneg-uneg tentang kondisi politik dan sosial yang bikin gerah, “Kami Belum Tentu” bisa jadi soundtrack yang pas buat kamu!

Redaktur: Balqis Aurora

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.