Reporter: Nur Padilah Ramadani
Suara USU, Medan. Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim “Bismillah Menang Lagi” berhasil meraih Juara I dalam kategori Lomba Poster Digital pada ajang Educuption 4.0 National Competition yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Brawijaya melalui Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Tim tersebut terdiri atas Silkyanida Fachriza Damanik dari Program Studi Ilmu Hukum angkatan 2024 yang bertindak sebagai ketua tim, serta Riki Candra dari Program Studi Ekonomi Pembangunan angkatan 2022. Dalam kompetisi tersebut, mereka mengangkat gagasan tentang pemerataan kualitas pendidikan melalui pemanfaatan teknologi digital sebagai solusi atas berbagai tantangan pendidikan di Indonesia.
Kompetisi Educuption 4.0 mengusung tema “Inovasi Pendidikan untuk Masa Depan yang Berkelanjutan dan Digital.” Menurut Silkyanida Fachriza Damanik, tema tersebut mendorong tim untuk menghadirkan solusi kreatif melalui media poster sekaligus berkontribusi terhadap persoalan pendidikan di Indonesia.
“Kami melihat kompetisi ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan potensi yang kami miliki, sekaligus menghadirkan solusi yang bermanfaat melalui karya poster yang kami buat,” ujar Silkyanida.
Poster yang mereka rancang dilatarbelakangi oleh masih adanya ketimpangan akses pendidikan di berbagai daerah. Selain itu, tim juga menyoroti rendahnya keseriusan sebagian peserta didik dalam mengikuti pembelajaran yang dipengaruhi oleh keterbatasan fasilitas pendidikan serta belum meratanya kualitas tenaga pendidik.
Berangkat dari permasalahan tersebut, tim menghadirkan inovasi berbasis digital yang bertujuan mendukung pemerataan kualitas pendidikan sekaligus meningkatkan transparansi informasi sekolah. Inovasi tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat mengakses informasi pendidikan serta mendukung pemerintah mewujudkan sistem pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
Dalam proses penyusunan poster, tim memulai dengan brainstorming untuk menentukan isu yang paling sesuai dengan tema kompetisi. Setelah melakukan riset, mereka menyusun konsep, membagi tugas sesuai kemampuan masing-masing, kemudian melakukan diskusi dan revisi secara berulang hingga menghasilkan karya yang siap dipresentasikan.
Lebih lanjut, Silkyanida mengungkapkan bahwa tantangan terbesar selama mengikuti kompetisi adalah menyatukan berbagai ide menjadi satu konsep yang utuh. Selain itu, tim juga harus memastikan seluruh data yang digunakan valid, sekaligus menyajikan informasi yang padat dalam desain poster yang tetap menarik dan mudah dipahami.
Melalui capaian tersebut, tim berharap inovasi yang mereka hadirkan tidak berhenti sebagai karya kompetisi, tetapi juga dapat menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan bangsa melalui ide-ide kreatif. Mereka juga mengajak mahasiswa USU agar tidak ragu mengikuti berbagai kompetisi nasional sebagai sarana mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus mengharumkan nama universitas.
Menutup wawancara, Silkyanida berpesan agar mahasiswa tidak takut untuk memulai dan mencoba berbagai kesempatan.
“Jangan takut untuk memulai, mencoba, atau gagal. Mungkin awalnya kita merasa belum cukup mampu. Namun, dari situlah proses kita belajar dan berkembang. Setiap pengalaman pasti memberikan pembelajaran,” tutup Silkyanida.
Redaktur: Erni Yuli Simatupang
Leave a comment