Pembaruan Langsung Kasus COVID-19
SUARA USU
Kabar SUMUT

Satu Sumpah Dedikasi, Memajukan Anak-Anak Pinggir Sungai Deli

Oleh: Niara Simarmata dan Wirayudha Azhari Lubis

Banjir bandang yang menerjang Medan beberapa waktu lalu tentu masih meninggalkan kenangan untuk warga kota Medan. Terkhususnya masyarakat yang berada di pinggiran Sungai Deli, kawasan hunian mereka salah satu wilayah yang paling merasakan bagaimana banjir meluluh lantahkan segala kehidupan dan aktifitas untuk beberapa waktu.

Namun ternyata dibalik kotor dan buteknya sungai Deli, masih ada sejumlah pemuda yang tergerak hatinya membantu anak-anak lewat pendidikan, dan masayarakat lewat perekonomian. Para pemuda tadi menginisiasi dan berkontribusi lewat Sanggar Sungai Deli atau yang biasa dipanggil SASUDE.

SASUDE merupakan sanggar yang didirikan oleh pemuda-pemuda SALAM SUMUT (Sahabat Alam Sumatera Utara), yaitu Syam Siagian dan tiga orang temannya. Berawal dari  keresahan pemuda-pemuda sunta alam atas kondisi pendidikan anak Indonesia maka Syam Siagian dan teman-tamannya bergerak untuk mengambil aksi nyata membentu anak-anak Indonesia khususnya dibidang pendidikan.

Ramadhan Camp menjadi kegiatan pertama yang dilakukan Syam dan kawan-kawan di daerah pinggiran Sungai Deli tepatnya di Sei Mati, kegiatan ini awalanya mendapat keraguan dari masyarakat setempat namun Syam dan teman-temannya tidak menyerah, mereka melakukan pendekatan dengan para pemuda dan ibu-ibu ditempat tersebut.

Kegigihan mereka membuahkan hasil dengan terwujudnya Ramadhan Camp, banyak anak-anak yang hadir dan menikmati acara tersebut. Berawal dari kegiatan inilah lima orang anak datang untuk belajar, seiring berjalannya waktu jumlah anak yang berkunjung semakin banyak, sehingga Syam dan teman-teman mendirikan Sanggar Anak Sungai Deli (SASUDE) tepat pada 1 Agustus 2018.

Syam menuturkan bahwa komunitas memiliki peran penting dalam berdirinya SASUDE, dana awal untuk mendirikan SASUDE didapat dari dompet pribadi dan donasi berbagai komunitas.

“Untuk bantuan dana sendiri kita dapat dari kawan-kawan komunitas, untuk dari pemerintah saat ini belum ada. Namun demikian Bapak dan Ibu Walikota juga pernah berkunjung ke sanggar ini begitupun beberapa lembaga seperti Tjong A Fie. Saat itu ibu walikota juga memberikan bantuan berbentuk benda yaitu loudspeaker,” terang pria asal Toba ini.

SASUDE ternyata tidak hanya memberikan dampak positif bagi anak-anak pinggir Sungai Deli saja namun juga bagi ekonomi rakyat setempat.

“SASUDE juga memberikan dampak bagi ekonomi masyarakat disini karena para relawan yang datang akan berbelanja di warung-warung yang berada disekitar sanggar. Banyak relawan yang datang untuk melihat SASUDE dan membantu mengajar anak-anak, kami menerima kawan-kawan yang ingin bergabung untuk membantu mengajar anak-anak, biasanya para relawan langsung menghubungi kami,” jelas Syam.

SASUDE sempat vakum enam bulan selama awal pandemi, SASUDE kambali aktif dibulan Agustus dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini dilakukan Karena kekhawatiran Syam dan teman-teman bahwa anak-anak akan lupa tentang pelajaran disekolah terlebih Syam memandang pembelajaran jauh sangat tidak efktif bagi anak-anak tepi Sungai Deli mengingat fasilitas yang mereka miliki sangat minim. Saat ini terdapat 47 orang pengurus dan relawan serta 78 orang anak yang belajar di SASUDE.

Kondisi sungai Deli kian hari makin memperihatinkan, kehadiran Mall Deli  Park tidak menjadi solusi bagi masyarakat setempat sebaliknya sungai menjadi tercemar dan terjadi penyempitan sungai. Padahal 60% kegiatan masyarakat berada ditepian sungai, Sungai Deli memiliki peran penting bagi kehidupan masyarakat setempat.

Syam Siagian berharap pemerintah lebih memperhatikan masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Deli, harapannya jika pemerintah melakukan pembangunan dan perbaikan di Sungai Deli maka pemerintah juga harusnya memberikan solusi kepada masyarakat setempat.

“Kemarin sempat banjir juga ini, tapi bantuan banyaknya dari komunitas, dari pemerintah ada, tapi ya dari kelurahan saja. Ada mall disini juga ga bisa bantu ekonomi, masih banyak pengangguran. Yang ada sungai Deli ini lama-lama jadi paret Deli, makin lama makin sempit,” ungkap Syam.

Syam Siagian juga berpesan dan mengajak seluruh elemen khususnya para pemuda untuk aktif berkontribusi dan terjun langsung mengabdikan diri dan bersama sama menciptakan kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat khususnya anak-anak pinggiran sungai Deli

“Untuk teman-teman yang membaca berita ini kami sebagai manusia panggilan jiwa yang mengabdi di pinggiran Sungai Deli mengajak teman-teman untuk berkontribusi di SASUDE, apapun bentuk kontribusi teman-teman kita siap menerimanya,” pungkas Syam.

Redaktur: Muhammad Fadhlan Amri

Related posts

Medan Membaca dan Kedai Sumatra Selenggarakan Nonton Bareng dan Diskusi KPK: The EndGame

redaksi

Siswa SD-SMP Kesulitan PJJ, Mahasiswa USU Lakukan Pendampingan Pembelajaran

redaksi

Kapal Arwah di Tepian Danau Toba, Peringatan Tragedi KM Sinar Bangun

redaksi