Home Film Air Mata dan Nilai Keluarga dalam Film Bila Esok Ibu Tiada
Film

Air Mata dan Nilai Keluarga dalam Film Bila Esok Ibu Tiada

Share

Oleh: Erika Anggraini

Suara USU, Medan. Film ‘Bila Esok Ibu Tiada’ adalah sebuah film yang bergenre drama keluarga yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo. Film ini menyoroti betapa pentingnya peran seorang ibu dalam kehidupan anak-anaknya serta mengingatkan kita betapa berharganya waktu yang kita miliki dengan orang-orang tercinta. Tak hanya itu, film ini juga mengajak penonton untuk merenungkan nilai-nilai keluarga.

Film yang diproduksi oleh Leo Pictures itu, diadaptasi oleh novel populer berjudul sama karya Nagiga Nur Ayati. Film ini dibintangi oleh aktor dan aktris ternama tanah air Indonesia, yaitu Christine Hakim memerankan sosok ibu, Rahmi. Keempat anaknya dimainkan oleh Adinia Wirasti (Ranika), Fedi Nuril (Rangga), Amanda Manopo (Rania), dan Yasmin Napper (Hening).

Dengan durasi selama 1 jam 44 menit, film ini menceritakan hubungan seorang ibu tanpa sang suami dan empat anaknya dalam keluarga yang sederhana. Rahmi, yang sering diabaikan oleh anak-anaknya dikarenakan hanya mementingkan kesibukan hidup mereka masing-masing. Setelah sang suami Haryo meninggal dunia, ia harus berjuang sendirian untuk membesarkan keempat anaknya. Sepeninggal suaminya, Rahmi juga berjuang keras untuk tetap menjaga keharmonisan keluarganya.

Rahmi menggambarkan sosok seorang ibu yang selalu memprioritaskan kehidupan para anak-anaknya. Kecintaan Rahmi sebagai seorang ibu bahkan membuatnya kerap mengabaikan kesejahteraan pribadinya dan memendam penyakit yang ia hidap tanpa sepengetahuan keempat anaknya. Seiring berjalannya waktu, Rahmi merasa bahwa anak-anaknya semakin sibuk dengan urusan dunia masing-masing. Sikap keempat anaknya seolah-olah menunjukkan bahwa mereka sudah tak lagi membutuhkan kehadiran dan kasih sayangnya.

Berbagai konflik yang terus bermunculan ditengah empat saudara ini. Si sulung (Ranika) yang kini menjadi tulang punggung keluarganya perlahan menunjukkan sifat otoriter kepada adik-adiknya yang membuat perpecahan di antara mereka. Ditengah-tengah kekacauan itu, Rahmi harus tetap setia akan menjalani perannya sebagai seorang ibu dan mencintai mereka dengan sepenuh hatinya.

Hingga suatu ketika, empat bersaudara tersebut harus menghadapi takdir akan kehilangan sang ibu untuk selama-lamanya. Keadaan tersebut membuat mereka harus merenung dan beradaptasi dengan keadaan. Bagaimana kelanjutan kisahnya? Mampukah keempat saudara tersebut menjalani hari-hari berat setelah ditinggal sang ibu? Akankan mereka kembali hidup harmonis sebagaimana yang selalu diharapkan sang ibu? Film ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan diatas dan sudah tayang di bioskop tanah air sejak 14 November 2024.

Melalui setiap adegannya, ‘Bila Esok Ibu Tiada’ sukses membuat penonton tak kuasa menahan air mata. Film ini menjadi rekomendasi wajib Sobat Suara USU yang ingin menyaksikan kisah mendalam tentang cinta, pengorbanan, dan nilai keluarga.

Radaktur: Feby Simarmata

 

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.