Home Buku Menilik Lebih Dalam Dampak Psikologis Media Sosial Melalui Novel “Kerumunan Terakhir” Karya Okky Madasari
Buku

Menilik Lebih Dalam Dampak Psikologis Media Sosial Melalui Novel “Kerumunan Terakhir” Karya Okky Madasari

Share


Oleh: Nikolas Supriyanto

Kami akan membangun dunia baru kami di sana.
Tanpa TV, radio, HP, dan internet. Tanpa kabar
dari luar yang selalu datang terburu-buru, tanpa
keinginan untuk selalu bergegas karena takut
ketinggalan. (Kerumunan Terakhir, Hal 352)

Suara USU, Medan. Perubahan yang cepat dan tidak terduga dalam masyarakat, terutama setelah kehadiran internet, telah mempengaruhi cara pandang setiap individu terhadap masa depan. Setiap orang memiliki bayangan yang berbeda tentang kondisi di masa depan, dan dampak dari perubahan ini sangat terasa di setiap generasi. Kehadiran media sosial telah mengubah kebiasaan masyarakat, memaksa semua orang untuk beradaptasi, baik dengan senang maupun terpaksa. Meskipun awalnya ada resistensi terhadap perubahan, pada akhirnya semua orang akan terpengaruh oleh transformasi ini, baik secara sadar maupun tidak sadar.

Novel “Kerumunan Terakhir” karya Okky Madasari mengisahkan dua tokoh, Jayanegara dan Maera, yang terombang-ambing akibat perubahan zaman. Jayanegara digambarkan sebagai sosok yang apatis dan pesimis terhadap perubahan yang terjadi, sementara Maera memiliki sikap optimis dan siap menerima perubahan tersebut. Cerita ini menggambarkan kehidupan kedua tokoh yang hidup di dua dunia berbeda, yaitu dunia nyata dan dunia maya. Sifat serta sikap mereka di dunia nyata membawa mereka pada berbagai petualangan di dunia maya, mencerminkan bagaimana individu dapat beradaptasi atau terjebak dalam perubahan yang cepat.

Permasalahan muncul akibat tindakan kedua tokoh di dunia maya, di mana mereka menganggap dunia maya sebagai pelampiasan dari kegagalan di dunia nyata. Jayanegara, yang merasa sukses di dunia maya, mulai kehilangan kesadaran akan kenyataan bahwa ia sebenarnya adalah seorang pengangguran. Pelampiasan dan tindakan yang dilakukan oleh kedua tokoh di dunia maya membawa konsekuensi yang signifikan dan berdampak pada kehidupan mereka di dunia nyata. Hal ini menunjukkan bahwa interaksi di dunia maya tidak hanya sekadar permainan, tetapi dapat memiliki implikasi serius dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Novel ini dengan baik menggambarkan gejolak yang muncul akibat kesulitan individu dalam menghadapi perubahan zaman. Meskipun perubahan terjadi secara masif dan diikuti oleh mayoritas, tidak semua orang mampu beradaptasi. Cerita ini menyoroti bagaimana individu yang gagal memahami makna perubahan akibat kehadiran media sosial dapat mengalami frustrasi, depresi, dan bahkan keinginan untuk menghindar dari dunia nyata.Dengan demikian, novel “Kerumunan Terakhir” memberikan wawasan yang mendalam tentang bagaimana perubahan sosial dan teknologi mempengaruhi kehidupan mahasiswa saat ini. Mahasiswa perlu belajar untuk menavigasi tantangan ini dengan bijak agar dapat memanfaatkan teknologi secara positif dalam pendidikan dan kehidupan sehari-hari mereka.

Redaktur: Hanna Letare

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.