Home Kabar Kampus Aksi Aliansi Mahasiswa USU Bersatu Tuntut Pelaksanaan Pemira Ulang
Kabar Kampus

Aksi Aliansi Mahasiswa USU Bersatu Tuntut Pelaksanaan Pemira Ulang

Share

Reporter: Umar Al Faruk dan Muhassanah Nasution

Suara USU, Medan. Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) Bersatu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Biro Rektorat USU pada Rabu (22/4). Puluhan massa aksi berkumpul sejak pukul 15.20 WIB untuk menyuarakan tuntutan terkait pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) USU yang dinilai terdapat praktik kecurangan.  

Terdapat tiga tuntutan yang dibawa massa aksi. Pertama, mereka menuntut Mahkamah Mahasiswa (MM) untuk menyelenggarakan Pemira ulang di seluruh fakultas sesuai dengan Peraturan MM Pasal 30 ayat (1), (2), dan (3). Tuntutan ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan jumlah data antara absensi di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan data yang diinput oleh Pusat Sistem Informasi (PSI).

Kedua, massa aksi mendesak MM, Badan Pengawas Pemira (Bawasra), serta Panitia Pelaksana Pemira untuk menjaga netralitas dan segera menindaklanjuti gugatan yang telah diajukan. Ketiga, mereka menuntut agar pegawai Direktorat Kemahasiswaan dan Kealumnian (Ditmawalumni), yakni Ketua Pusat Prestasi Mahasiswa (Puspresma) Bambang Riyanto dan dosen Mahaga Parangin-angin, memberikan klarifikasi secara terbuka kepada publik terkait dugaan keterlibatan dalam proses Pemira.

Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, Direktur Ditmawalumni, Prof. Dr. Ir. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si., IPU, bersama Manajer Pengembangan Karakter, Kreativitas, dan Prestasi Mahasiswa, Muhammad Gahara, S.T., serta sejumlah staf Ditmawalumni lainnya, menemui massa aksi. Selanjutnya, massa aksi dan pihak kampus melakukan dialog bersama untuk membahas tuntutan yang disampaikan secara damai.

Dalam kesempatan tersebut, Agus Purwoko menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap proses Pemira guna memastikan ada atau tidaknya praktik kecurangan. “Kami akan periksa, dan jika memang terdapat indikasi kecurangan, tentu akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Beliau juga mengungkapkan keterbukaannya untuk berdiskusi dengan berbagai pihak terkait polemik Pemira. “Silakan mengajak saya berdiskusi di Ditmawalumni. Tidak hanya Mahkamah Mahasiswa atau panitia, tim kemenangan pun akan kami sambut,” jelasnya.

Menanggapi pertanyaan massa aksi mengenai keterlibatan Ditmawalumni dalam proses Pemira, Ia menegaskan bahwa ke depan pihaknya tidak akan melakukan intervensi terhadap proses Pemira.

Sementara itu, salah satu perwakilan massa aksi kembali menegaskan tuntutan penghentian proses Pemira yang masih berlangsung. “Jika panitia tetap melanjutkan proses Pemira, maka kami akan datang kembali dengan ribuan mahasiswa,” tegasnya.

Aksi kemudian ditutup dengan penandatanganan surat tuntutan oleh Direktur Ditmawalumni, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Redaktur: Rifatul Suaidah

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.