Oleh: Mihda Fiqhiyah Batubara, Yeni Maulidia Sinaga, Vianca Ovilia Kalasti, Tri Hardianti, Ririn Oktaviani, dan Adimas Ikram
Suara USU, Medan. Sejumlah mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) angkatan 2025 melakukan mini riset dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) terkait kesalahan data kependudukan yang masih sering dialami oleh masyarakat. Penelitian ini diperkuat dengan kunjungan langsung ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) pada Senin, (30/03/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memotret realitas administratif yang terjadi di lapangan. Mahasiswa berharap hasil riset ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak-pihak terkait, sebab kesalahan data kependudukan memang menjadi isu krusial yang menyentuh hak dasar warga negara.
Mini riset ini dilakukan sebagai bagian dari tugas akademik yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap persoalan administrasi negara, khususnya di bidang kependudukan. Penelitian dilaksanakan di beberapa wilayah di Kota Medan dengan metode wawancara langsung kepada masyarakat yang pernah mengalami kesalahan data. Selain melakukan wawancara, mahasiswa juga melakukan kunjungan ke kantor Disdukcapil untuk memperoleh informasi langsung dari pihak instansi terkait mengenai proses pengelolaan dan perbaikan data kependudukan. Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh penjelasan mendalam mengenai alur perekaman data, verifikasi, hingga prosedur koreksi data secara administratif. Seluruh rangkaian kegiatan ini disusun secara sistematis agar data yang diperoleh benar-benar akurat dan representatif.
Hasil mini riset menunjukkan bahwa kesalahan data yang paling sering terjadi meliputi perbedaan penulisan nama, kesalahan tanggal lahir, serta ketidaksesuaian Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kesalahan tersebut umumnya baru disadari ketika masyarakat sedang mengurus layanan penting seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, perbankan, maupun bantuan sosial. Salah satu temuan penting dalam penelitian ini adalah pengalaman seorang mahasiswi yang mengalami kegagalan verifikasi NIK akibat perbedaan data antar-dokumen kependudukan. Permasalahan tersebut terjadi secara fatal saat ia sedang mendaftar beasiswa Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) untuk melanjutkan pendidikan. Ketidaksesuaian data menyebabkan proses verifikasi tidak berhasil sehingga ia dinyatakan gagal pada jalur seleksi utama yang sangat ia harapkan.
Mahasiswi tersebut mengungkapkan pengalamannya secara langsung mengenai kendala administrasi yang ia alami. “Pertama kali saya nyadar kalau data kependudukan saya itu salah waktu saya mau ngisi form pendaftaran beasiswa untuk masuk kuliah ini, ketika saya ngisi form online tiba tiba muncul error. Ternyata nama dan tanggal lahir saya itu ga sesuai dengan data yang di dukcapil,” ungkapnya. Mahasiswa peneliti menilai bahwa kasus tersebut menunjukkan dampak nyata dari kesalahan data kependudukan yang tidak boleh disepelekan. Masalah ini tidak hanya menghambat layanan administratif, tetapi juga pada bidang pendidikan yang dapat memengaruhi masa depan individu secara jangka panjang. Urgensi sinkronisasi data menjadi poin utama yang digarisbawahi dalam temuan riset ini.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, mahasiswa menyimpulkan bahwa kesalahan data kependudukan disebabkan oleh beberapa faktor internal maupun eksternal. Faktor tersebut antara lain kesalahan input oleh petugas, kurangnya ketelitian saat proses pendaftaran, serta rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa kembali data mereka. Selain itu, sistem administrasi yang belum sepenuhnya terintegrasi secara nasional juga turut menjadi penyebab utama sinkronisasi data sering terhambat. Dari sisi dampak, kesalahan data kependudukan tidak hanya menghambat akses layanan publik secara umum, tetapi juga menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Kehilangan kesempatan untuk memperoleh bantuan pendidikan atau jaminan kesehatan adalah contoh dampak yang sangat merugikan warga negara.
Sebagai rekomendasi, mahasiswa USU angkatan 2025 menekankan pentingnya peningkatan ketelitian dalam proses input data oleh aparatur negara. Mahasiswa juga mendorong penguatan sistem verifikasi digital serta edukasi berkelanjutan kepada masyarakat agar lebih aktif dalam memastikan keakuratan data kependudukan mereka sendiri. Melalui mini riset dalam mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan ini, mahasiswa USU berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka juga mendorong perbaikan sistem administrasi kependudukan agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga. Kunjungan ke Disdukcapil diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya akurasi data kependudukan bagi kemajuan bangsa.
Artikel ini merupakan publikasi tugas mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dengan judul tugas “Mini Riset Salah Data Kependudukan: Dampak Sosial dan Kepercayaan” di bawah bimbingan dosen Dr. Onan Marakali Siregar S.Sos., M.Si.
Redaktur: Alya Nayla Sahirah S.
Leave a comment