Home Tulisan Analisis Dampak Masalah Sosial yang Bersumber dari Keluarga di Indonesia
Tulisan

Analisis Dampak Masalah Sosial yang Bersumber dari Keluarga di Indonesia

Share

Oleh: Inri Nikita Br Gultom, Della Mahirah, Albina Des Magdalena Halawa

Keluarga merupakan elemen yang sangat penting dalam kehidupan individu dan sering kali menjadi unit sosial yang paling mendasar. Dalam struktur keluarga, setiap anggota memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, di mana orang tua berfungsi sebagai pendidik dan pelindung, sementara anak-anak diajarkan untuk saling menghargai dan mencintai. Namun demikian, tidak semua interaksi dalam keluarga berjalan mulus, berbagai konflik kerap kali muncul akibat perbedaan pendapat atau nilai. Oleh karena itu, penting bagi anggota keluarga untuk belajar berkompromi dan menyelesaikan konflik dengan cara yang konstruktif.

Di Indonesia, masalah sosial dalam keluarga menjadi isu signifikan yang dapat mempengaruhi kesejahteraan individu serta dinamika keluarga secara keseluruhan. Masalah ini dapat bersifat internal dan eksternal. Konflik internal seperti konflik antar anggota keluarga, sementara konflik eksternal seperti permasalahan yang timbul dari luar keluarga. Beberapa masalah sosial yang sering terjadi di dalam keluarga Indonesia, yakni perceraian, fatherless, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan penelantaran anak.

Menurut Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) sekitar 58,75% kasus KDRT terjadi di Indonesia. Sementara itu, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ada sekitar 25,8% keluarga di Indonesia mengalami fatherless, 63% ayah tidak bekerja dan 24,1% ayah lainnya memiliki pekerjaan. Lebih lanjut, menurut Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terdapat 2.031 kasus pelanggaran hak anak dengan 2.063 korban serta menurut Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung yang dihimpun oleh Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat 438.168 kasus penceraian akibat dari masalah sosial dalam keluarga. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa masalah keluarga ini merupakan masalah yang sangat penting baik bagi individu maupun masyarakat.

Anak-anak dalam keluarga yang tidak harmonis berisiko mengalami gangguan emosional seperti kecemasan, rendah diri, depresi, serta kesulitan dalam bersosialisasi dan menurunnya prestasi akademik. Dalam jangka panjang, masalah seperti perceraian dan kehilangan figur ayah dapat mempengaruhi perkembangan karakter anak. Sementara itu, KDRT dapat menyebabkan trauma yang berkepanjangan, baik fisik maupun psikologis anak. Secara sosial, tingginya angka masalah keluarga dapat berkontribusi pada peningkatan kemiskinan, kriminalitas, dan penurunan kualitas sumber daya manusia.

Penyebab masalah sosial dalam keluarga sangat beragam dan saling terkait. KDRT dan perceraian adalah beberapa faktor utama. Di samping kurangnya komunikasi dan keterbukaan antar anggota keluarga, ketidakmampuan untuk menyelesaikan konflik secara sehat juga sering kali memperburuk hubungan dalam keluarga. Selain itu, rendahnya pemahaman tentang peran dan tanggung jawab dalam keluarga, serta faktor pendidikan yang rendah, turut berkontribusi pada masalah ini. Lingkungan sosial, termasuk budaya dan media, juga memainkan peran penting dalam membentuk perilaku yang berdampak pada kehidupan keluarga.

Dengan banyaknya masalah sosial yang dihadapi keluarga di Indonesia, penting bagi setiap individu untuk peduli dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan keluarga yang lebih sehat. Meningkatkan komunikasi, mengatasi konflik dengan baik, dan memahami peran masing-masing dalam keluarga adalah langkah awal yang dapat diambil. Diharapkan, dengan upaya bersama, keluarga di Indonesia dapat menjadi lebih harmonis dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Artikel ini adalah publikasi tugas Mata Kuliah Sosiologi Keluarga untuk Kesejahteraan Sosial dengan Dosen Pengampu Dr. Hairani Siregar, S.Sos., M.SP.

Redaktur: Muhassanah Nasution

Share

Leave a comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.