Reporter: Sinaga Tesalonika, Kyra Muzzayanah Jussi Taufik
Suara USU, Medan. Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Dinas Perhubungan Kota Medan kembali melaksanakan program Mudik Gratis yang diperuntukkan bagi masyarakat. Program ini disambut dengan antusiasme tinggi dari warga yang ingin pulang ke kampung halaman tanpa dikenakan biaya transportasi.
Pendaftaran program Mudik Gratis ini telah dilaksanakan selama tiga hari, mulai dari 2 hingga 4 Maret 2026, bertempat di Taman Ahmad Yani. Dalam pelaksanaannya, Pemko Medan menyediakan sebanyak 4.000 kuota bagi masyarakat. Para peserta yang berhasil mendapatkan kuota diberangkatkan dari Terminal Amplas Medan pada 16 hingga 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB.
Program ini menghadirkan 12 kota tujuan yang dapat dipilih oleh masyarakat, yaitu Medan–Phakpak Bharat, Medan–Sidikalang, Medan–Tarutung, Medan–Sibolga, Medan–Rantauprapat, Medan–Kota Pinang, Medan–Sibuhuan, Medan–Gunung Tua, Medan–Sipirok, Medan–Padang Sidempuan, Medan–Panyabungan, serta Medan–Natal. Banyaknya pilihan rute ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan memberikan kemudahan bagi mereka untuk mudik ke daerah asal masing-masing.
Seremoni peresmian keberangkatan bus dilaksanakan pada hari pertama pemberangkatan penumpang, yakni 16 Maret 2026 pukul 14.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Medan, Rico Waas. Dalam kesempatan itu, Rico menyampaikan rencana penambahan kuota Mudik Gratis pada tahun depan, dengan mempertimbangkan ketersediaan armada bus.
“Memang rencana mau dilebihkan tapi tahun ini belum, insyaAllah tahun depan kita tambah kuotanya. Pertanyaannya busnya cukup atau tidak? Kalau cukup kita tambah,” ujar Rico dalam sambutannya.
Dari sisi penyelenggaraan, program ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait. Kepala Terminal Terpadu Amplas Medan, Eben Ezer, menjelaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan mudik gratis ini. Ia menegaskan bahwa seluruh pengemudi telah menjalani pemeriksaan kesehatan dan tes urin sebelum bertugas.
“Dengan mengadakan RAM check baik fisik kendaraan maupun administrasinya, kita juga bekerja sama dengan Polri, BNN, Kesehatan, dan Jasa Raharja dalam menyikapi pelayanan untuk para pengguna transportasi darat. Terutama juga para driver kita diwajibkan pemeriksaan urin,” tegasnya.
Tidak hanya dari pihak penyelenggara, respons positif juga datang dari masyarakat yang merasakan langsung manfaat program ini. Salah satu peserta mudik gratis, Ali, mengungkapkan bahwa proses pendaftaran berjalan lancar dan memudahkan.
“Pertama kali menggunakan mudik gratis dengan tujuan Sibuhuan, untuk pendaftaran tiket sangat memudahkan dan tidak terkendala,” ungkapnya.
Ali juga berharap agar program ini terus berlanjut di tahun-tahun mendatang serta dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Hal serupa juga disampaikan oleh penumpang lainnya, Fatimah Khairani, yang menuju Mandailing Natal. Ia mengaku telah dua kali mengikuti program ini bersama keluarganya dan merasa terbantu dengan fasilitas yang diberikan, termasuk makan siang bagi penumpang.
“Ini merupakan tahun kedua mengikuti mudik gratis dengan tujuan Mandailing Natal bersama kakak dan adik. Mudik gratis juga memudahkan, dan kami juga mendapatkan makan siang,” ujarnya.
Melalui pelaksanaan program Mudik Gratis ini, Pemko Medan diharapkan dapat terus memberikan dampak positif dan nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas saat momen mudik. Antusiasme warga yang tinggi menunjukkan bahwa program ini dibutuhkan dan relevan untuk dilanjutkan serta dikembangkan di masa mendatang.
Redaktur: Debora Gracia Nauli
Leave a comment